Edisi 05-06-2016
Rescue Perindo Bantu Masyarakat dari Bencana


JAKARTA– Kehadiran Partai Perindo di tengah masyarakat harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya. Ketika terjadi bencana alam, misalnya, kader Perindo harus berada di depan, membantu meringankan beban mereka yang tertimpa musibah.

Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengingatkan hal tersebut saat memberi pengarahan pada acara deklarasi dan pelantikan Rescue Perindo di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, kemarin. ”Rescue Perindo ini satu kekuatan nyata bagaimana kita harus membantu masyarakat yang terkena musibah. Bencana alam, gunung meletus, kebakaran, banjir, atau tidak hanya terkait dengan itu, mungkin bisa juga membantu masyarakat yang tergusur,” katanya.

Indonesia dengan kondisi alamyangrentanbencanasangat memerlukan tim rescue untuk membantu para korban. Keberadaan tim rescue yang dikelola oleh organisasi nonpemerintah diakuisangat dibutuhkankarena pemerintah saat ini memiliki kemampuan anggaran terbatas untuk menyediakan tim serupa. ”Kalau di negara maju mereka sudah kuat, uangnya banyak. Jadi, fasilitas penanggulangan bencana alam dan sebagainya di sana sudah lengkap. Tapi, Indonesia kan kita tahu banyak kekurangan, makanya dibutuhkan rescue,” ujar HT.

Rescue Perindo diharapkan tidak sekadar datang mengevakuasi dan menyelamatkan para korban, melainkan ikut meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Selain itu, tim ini juga bekerja melatih warga agar memiliki kesadaran dan tanggap akan bahaya bencana di sekitarnya. Melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan, tim rescue harus bisa membuktikan bahwa Perindo sangat dekat dengan masyarakat. ”Pesan saya kepada seluruh pengurus, bekerjalah dengan baik, buktikan bahwa kita betul-betul memberikan bantuan kepada masyarakat sesuai porsi kita,” katanya.

Melalui deklarasi dan pelantikan tersebut HT juga secara resmi meluncurkan call center Rescue Perindo di nomor telepon 0816900118. Ketua Umum Rescue Perindo Adin Denny mengatakan, organisasi sayap yang dipimpinnya hadir tidak hanya untuk melakukan aksi tanggap bencana, melainkan turut serta pula menjaga keseimbangan alam dan mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Adin, karakteristik alam Indonesia yang rawan bencana menuntut masyarakatnya untuk siap dan sigap ketika bencana alam itu terjadi. Dengan memiliki kesiapan dan kesigapan, potensi timbulnya banyak korban bisa ditekan. Rescue Perindo, menurut dia, ikut berperan untuk membangun kesiapan dan kesigapan masyarakat tersebut.

”Rescue juga berkoordinasi dengan jajaran pengurus di setiap DPW, DPD, dan DPC dalam memetakan karakteristik bencana di daerahnya. Untuk selanjutnya kita beri penyuluhan kepada masyarakat guna mengurangi dampak korban,” sebutnya. Wujud nyata bantuan Rescue Perindo kepada warga diperlihatkan saat terjadi musibah tanah longsor dan banjir bandang di Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Minggu (22/5).

Selain membantu evakuasi korban, tim rescue juga memberikan bantuan logistik kepada para korban. Kepala Desa Sukakerti, Didi Suryadi, memuji langkah Perindo sebagai organisasi pertama yang memberikan bantuan pertolongan berupa mobil ambulans saat para korban dievakuasi dari lokasi bencana ke rumah sakit terdekat.

”Kami berterima kasih kepada Perindo yang pertama kali memberikan bantuan kepada warga, hanya beberapa jam setelah bencana datang. Kami benar-benar sangat terbantu. Bahkan ambulans Perindo juga yang menjemput Rizal, salah satu korban tewas terseret arus, ke daerah Indramayu,” kata Didi beberapa waktu lalu.

Perindo Hadir Membangun Masyarakat

Saat memberi pengarahan kepada pengurus DPP Rescue Perindo, HT kembali menegaskan tujuan keberadaan Perindo di tengah masyarakat. Menurutnya, Perindo hadir untuk membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, untuk bangkit sehingga mampu mandiri dan mencapai kesejahteraan.

Kemandirian masyarakat dipandang perlu terus dibangun karena itu akan menjadi fondasi bagi perekonomian bangsa. Untuk bisa memandirikan masyarakat kelas menengah ke bawah diperlukan program maupun regulasi yang mendukung mereka agar bisa naik kelas. Selain itu perlindungan dan pelatihan juga penting agar keberlangsungan mereka dalam upaya meraih kesuksesan bisa terus berjalan. Oleh karena itu, kata HT, Perindo sangat concern mengusung ekonomi kerakyatan.

Dengan menerapkan model ekonomi semacam itu, dijamin ada perlindungan bagi masyarakat tidak mampu. Saat mereka yang tidak mampu ini terlindungi, ada peluang bagi mereka untuk bangkit dan pada saatnya akan ikut membantu perekonomian negaranya. ”Ekonomi kerakyatan itu bagaimana mereka (ekonomi lemah) naiknya bisa cepat. Ada keberpihakan kepada mereka yang masih susah, bagaimana UMKM bisa tumbuh cepat, petani, dan nelayan bisa berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Komitmen Perindo untuk membangkitkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali ditunjukkan dengan menyebar 500 gerobak dagang di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Bantuan gerobak ini diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha kecil mendapatkan penghasilan lebih. Ketua DPW Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan mengatakan, pembagian gerobak adalah wujud nyata Perindo dalam menyejahterakan rakyat Indonesia, terutama kalangan masyarakat bawah. Untuk mendapatkan gerobak-gerobak itu cukup mudah.

Cukup dengan mengisi formulir, memberikan nomor ponsel, lokasi dagang, dan bersedia dibina, mereka pun bisa langsung mendapatkan gerobak. ”Tentu syaratnya pedagang itu harus pernah berjualan selama setahun,” kata Sahrianta saat menyerahkan gerobak secara simbolis di RT 05/07, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, kemarin. Ketua DPD Perindo Jakarta Pusat Pahala Sianturi memastikan program Perindo ini tepat sasaran.

Dia memastikan pendaftaran dilakukan dengan mekanisme yang terverifikasi, salah satunya mengecek langsung titik lokasi berjualan.

Dian ramdhani/ yan yusuf/okezone