Edisi 12-01-2017
Kuota Haji Indonesia Naik Jadi 221.000 Jamaah


JAKARTA – Setelah mengalami pemangkasan sejak 2013 akibat proyek perluasan Masjidilharam Mekkah, kuota haji untuk Indonesia tahun ini akan kembali normal.

Bahkan, pemerintah Arab Saudi memastikan tahun ini kuota haji Indonesia juga akan ditambah 10.000 jamaah dari jatah sebelum pemangkasan sebanyak 211.000 orang. Dengan penambahan ini, nantinya total jamaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci menjadi 221.000 orang. Sejak 2013 hingga 2016, kuota haji Indonesia hanya 168.800 orang atau berkurang sekitar 20% dari normal.

Dengan kebijakan kuota baru Arab Saudi ini, maka dibandingkan 2016, jumlah jamaah haji Indonesia mengalami penambahan sebanyak 52.200 orang. Selain Indonesia, kuota beberapa negara lain juga dikembalikan normal seperti Malaysia. Penambahan kuota ini adalah hasil upaya diplomatik ke sekian kalinya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi panjangnya antrean berhaji.

Pengumuman penambahan kuota ini, kemarin, disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta. “Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10.000,” kata Jokowi didampingi Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Jokowi menyebutkan kenaikan kuota haji itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan dirinya ke Arab Saudi pada September 2015, dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Arab Saudi di Hangzhou, China, September 2016. “Dari pertemuan itu, saya telah meminta kepada Menag dan Menlu untuk melakukan pembicaraan lanjutan,” kata Presiden.

Jokowi menyebutkan, dari proses pembahasan tindak lanjut itu, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammad Saleh bin Taher Banten telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk tahun 2017. Tak hanya itu, Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota 10.000 jamaah sehingga tahun ini jamaah yang akan diberangkan ke Tanah Suci menjadi 221.000.

“Indonesia menyampaikan penghargaan tinggi kepada pemerintah Arab Saudi yang telah memberi tambahan kuota haji kepada Indonesia,” katanya. Menurut Presiden, penghargaan dan apresiasi juga disampaikan atas upaya pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan haji termasuk jamaah haji dari Indonesia. Dengan sudah adanya keputusan ini, Jokowi meminta persiapan haji 2017 bisa dilakukan sedini mungkin.

Maret nanti, Raja Arab Saudi rencananya juga akan berkunjung ke Indonesia. Menurut Menag, kembalinya kuota Indonesia itu membawa konsekuensi bagi penyelenggara haji untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah. Alasannya, jumlah jamaah bertambah atau berbeda dari tahun sebelumnya yang relatif lebih sedikit. Pada Selasa (3/1), Lukman beserta rombongan misi haji terbang ke Saudi guna menandatangani nota kesepahaman persiapan haji 2017.

Dalam pertemuan di Saudi, Lukman bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Saleh bin Taher Banten dan mengutarakan berbagai hal terkait kerja sama dua negara, terutama dalam perhajian. Beberapa yang disampaikan seperti perbaikan tenda dan penyediaan penyejuk udara di Arafah, penambahan makan pagi bagi jamaah saat di Mekkah dan usulan pemondokan atau hotel jamaah haji Indonesia dapat membuka kafetaria sehingga memudahkan jamaah untuk mendapatkan makanan, khususnya lima hari sebelum dan sesudah puncak ibadah haji.

Usulan peningkatan kualitas tenda jamaah di Arafah mendapat respons dari pihak Muassasah Asia Tenggara. Kepada Menag, pihak muassasah berjanji akan membangunkan tenda di Arafah yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Staf Teknis III Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Jeddah Ahmad Jauhari menjelaskan, prototipe tenda Arafah tahun ini berbahan PVC yang tahan air dan tahan api.

Selain itu, bahan PVC juga dapat menginsulasi panas sehingga hawa dingin yang ada di dalam tenda tidak mudah keluar. “Penerangan di dalam tenda akan menggunakan lampu LED,” ujarnya. Setiap tenda juga akan dilengkapi dengan pendingin udara. Untuk konstruksi akan menggunakan baja yang kuat sehingga tidak gampang bergeser dan lebih tahan angin. “Setiap tenda berukuran 50 m2,” kata Jauhari.

Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri berjanji untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. “Dari lubuk hati yang paling dalam, kami berjanji untuk memberikan pelayanan terbaik dan lebih baik lagi dari tahun kemarin,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak mengapresiasi kebijakan Saudi ini. Selanjutnya dia meminta pemerintah melakukan penyesuaian terhadap kuota yang ada saat ini.

Pemerintah, sambungnya, harus segera duduk bersama membahas pelaksanaan haji untuk tahun 2017. “Ini harus dilakukan penyesuaian yang adil karena banyak jamaah yang antreannya menjadi berkurang,” pintanya. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengatakan, kuota jamaah haji di negaranya pada 2017 kembali ke jumlah asal sebanyak 27.800, dari tahun sebelumnya tercatat 22.320 orang.

Najib turut mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi atas inisiatif tersebut Sebelumnya media Arab Saudi, Al-Arabiya melaporkan, pemerintah Saudi, Raja Salman Abdul Aziz, telah meloloskan permintaan untuk menambah kuota jamaah haji tahun depan.

rahmad sahid/ mula akmal/ant