Edisi 12-02-2017
PLTU Batang Proyek Terbaik di Asia-Pasifik, MUFG Bank Paling Top Dunia


BATANG– PLTU Batang mendapatkan penghargaan dari Project Finance International (PFI) dalam kategori Power Deal of The Year 2016 untuk wilayah Asia-Pasifik.

PFI menilai PLTU Batang telah memulai era baru dalam pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia, baik dari skema kerja sama maupun penerapan aturan penggunaan sistem mata uang. Selain PLTU Batang, sejumlah perusahaan juga diganjar penghargaan oleh PFI. Pada kategori Bank of The Year, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menjadi yang terbaik di tingkat global. Adapun di level Asia-Pasifik, gelar itu diberikan pada DBS Singapura. Untuk kategori Power Deal of The Year, CPV Tomantic dianugerahi penghargaan itu untuk wilayah Amerika, MGT Power (Eropa), dan Hasyyam (Timur Tengah).

”Penghargaan tersebut kami terima bersama para sponsor dan perwakilan pemberi pinjaman pada malam penganugerahan PFI Award di Hilton Park Lane, London, Inggris, belum lama ini,” kata Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Takashi Irie dalam keterangan pers yang diterima KORAN SINDOkemarin. PLTU Batang merupakan proyek landmark di Indonesia yang menjadi proyek independent power producer (IPP) pertama atau perusahaan produsen listrik swasta yang dibentuk konsorsium.

Selain itu, lanjut Takashi, PLTU Batang juga menerapkan aturan penggunaan sistem mata uang yang baru, di mana seluruh pembayaran untuk transaksi lokal menggunakan rupiah dengan penyesuaian mata uang dan risiko nilai tukar. Menurut Takashi, proyek PLTU Jawa Tengah menghadapi sejumlah tantangan sehingga memerlukan waktu lima tahun untuk dapat mencapai financial closesejak proyek ini pertama kali dicanangkan pada 2011. Adapun nilai investasi mencapai USD3,4 miliar.

”Kesepakatan pembiayaan proyek PLTU Jawa Tengah ini melibatkan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi sembilan bank komersial yakni SMBC, BTMU, Mizuho, DBS, OCBC, Sumitomo Trust, Mitsubishi Trust, Shinsei, dan Norinchukin,” sebutnya. Sebagai salah satu PLTU berkapasitas terbesar di Indonesia, kehadiran PLTU Jawa Tengah diharapkan memberikan kontribusi positif pada pemerataan pembangunan dan perekonomian nasional. Penghargaan sekaligus dapat menjadi referensi bagi para investor terkait komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dunia usaha di Indonesia.

Kepercayaan dari pemberi pinjaman terhadap proyek ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki iklim investasi yang prospektif dan kondusif. Sementara itu, Public and Media Relation PT BPI Ayu Windiyaningrum mengatakan, pihaknya berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui berbagai program yang telah disiapkan. ”Di antaranya dengan memberikan pelatihan motivasi kewirausahaan kepada masyarakat petani terdampak seperti yang baru diimplementasikan dalam bentuk pemberian motivasi oleh pakar kewirausahaan di Jawa Tengah belum lama ini,” katanya.

Menurut Ayu, sejak 2013 PT BPI telah aktif mendorong pertumbuhan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di berbagai desa terdampak sekitar area proyek PLTU Batang. Saat ini telah berdiri 122 KUB. ”Berbagai unit usaha pun digulirkan melalui KUB mulai dari usaha jasa, makanan, jasa laundry, produksi, barang kerajinan, koperasi simpan pinjam, serta berbagai usaha lain,” sebutnya.

Prahayuda febrianto