Edisi 12-02-2017
Korbankan Setengah Kapasitas demi Kenyamanan Penumpang


Di Sumatera, salah satu PO yang melayani rute reguler dengan bus super mewah adalah Putra Pelangi.

Bus-bus mereka sebagian besar Mercedes Benz berbagai tipe dan Scania K410. Putra Pelangi membagi pelayanan mereka dalam dua kelas yaitu eksekutif dan super VIP dengan seat 2-1. Tiket rute Medan-Palembang super VIP dibanderol Rp550.000, Medan-Pekanbaru dan Medan-Banda Aceh Rp285.000 sedangkan Medan- Lampung Rp530.000. Rute Medan- Banda Aceh tersedia setiap jam. Fasilitasnya relatif sama dengan bus-bus mewah di Jawa.

Sementara untuk rute jarak jauh kelasnya eksekutif dengan seat 2-2. Tarifnya Rp270.000 untuk Jakarta- Palembang, Jakarta-MedanRp530.000 dan Jakarta-Banda Aceh Rp700.000. Putra Pelangi sangat memperhatikan kenyamanan penumpang sebelum pemberangkatan di shelter seperti ruang tunggu. “Harus ber-AC, ada area aoutdoor, musala dan toilet yang bersih serta punya pool untuk ruang istirahat pengemudi,” kata Yusmin, manager PT Putra Pelangi Perkasa. Di Makassar, Sulawesi Selatan, ada PO Putra Jaya yang menghadirkan dua unit maxi bersumbu tiga (3-axle) pertama di Sulawesi.

Kedua bus yang dibangun di atas sasis bus Scania K4101B/6x2*4 Opticruise ini meladeni rute Makassar-Palopo. Bus ini menyediakan tiga kelas berbeda yaitu 4 kursi untuk kelas luxury, kelas VIP di tiga baris kursi paling depan, dan 18 kursi kelas eksekutif di tengah. Kelas luxury hampir seperti tempat tidur. Penumpang di kelas ini dibekali kunci elektronik sebagai akses masuk. Kelas VIP dalam konfigurasi tempat duduk 1-2 lengkap dengan alat pemijatan sedangkan kelas eksekutif dengan konfigurasi 2-2. Semua kursi sudah dijamin empuk dan nyaman.

Sejatinya, kapasitas penumpang yang bisa diangkut bus ini mencapai 50 orang. Itu pun sudah dengan jarak antarkursi yang leluasa. Namun dengan alasan memberikan kenyamanan kepada penumpang, Putra Jaya hanya menyediakan 21 kursi atau kurang dari setengah kapasitas. “Dengan begitu, penumpang akan merasa super nyaman dan benarbenar ekslusif,” jelas Direktur Utama PO Putra Jaya, Vicky Ho. Menurut dia, Putra Jaya mengoperasikan bus super mewah karena ada permintaan dari pasar. Perjalanan Makassar-Palopo yang cukup jauh membuat lelah. Apalagi bila si penumpang harus langsung beraktivitas.

Hal ini harus dijawab dengan kenyamanan dalam perjalanan dan terwujud oleh kehadiran bus super mewah yang harganya mencapai Rp3,5 miliar per unit. PO Putra Jaya berangkat malam hari dengan waktu tempuh dari Makassar ke Palopo sekitar 6-7 jam. Sementara itu di Jawa, PO Raya melakukan inovasi cukup unik untuk kursi penumpang. Jauh-jauh hari sebelum bermunculan bus-bus mewah dengan segala kenyamanan dan sentuhan personal, PO Raya telah menanam bekas kursi pesawat DC-10 dari Garuda Indonesia di bus-bus Mercedes Benz mereka.

Kursi pesawat dimodifikasi dan ditambahkan leg rest. Rute Jakarta-Solo-Wonogiri menjadi rute favorit penumpang. “Tapi kami masih sulit bersaing dengan pesawat dan kereta api karena kalah di ketepatan waktu dan kecepatan,” kata Aris, penanggungjawab PO Raya. Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, memandang, kehadiran bus-bus super mewah merupakan bagian dan awal dari revolusi pelayanan transportasi massal nasional.

“Masyarakat sudah mendapat banyak pilihan untuk perjalanan. Pada saatnya nanti, kita akan sampai ke masa di mana angkutan massal menjadi raja, baik jarak jauh maupun jarak dekat,” pandangnya. Tren ini akan terus berkembang seiring membaiknya infrastruktur dan perekonomian.

Hermansah/ananda nararya