Edisi 05-06-2016
Pemprov DKI Salahkan Pengembang


JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menuding jebolnya tanggul di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta akibat kesalahan pengembang perumahan di kawasan tersebut.

Pengembang dianggap lalai dalam pengawasan dan pemeliharaan sehingga tanggul tergerus saat diterjang gelombang tinggi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyudi mengatakan jebolnya tanggul diduga kuat akibat tak mampu menahan derasnya air laut. ”Terjadi retakan di bibir tanggul, kemudian ambrol,” kata Denny di Jakarta kemarin.

Dia mengungkapkan, karena lahan tersebut belum diserahkan kepada Pemprov DKI, pembangunan tanggul permanen nantinya akan dilakukan pihak pengembang. Pemprov hanya bersifat mengawasi dan memantau. Tanggul yang membatasi kawasan Pantai Mutiara dengan laut Jakarta jebol setelah dihantam air pasang, Jumat (3/6) malam. Akibat kejadian itu, sedikitnya 124 rumah warga terendam. Tanggul yang jebol sepanjang kurang lebih 40 meter.

Peristiwa ini terjadi ketika intensitas pasang laut cukup tinggi. Dari pantauan kemarin, tanggul yang jebol itu telah berhasil ditutup. Tanggul darurat disusun dari karung-karung berisi pasir setinggi kurang lebih 1,6 meter. Untuk menahan rembesan air laut dan mencegah kembali ambrol, tanggul di-selimuti terpal plastik. Para pekerja dari Dinas Tata Air DKI dibantu aparat TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan relawan bekerja keras menyelesaikan tanggul darurat tersebut. ”Tadi sekitar pukul 03.00 dini hari selesai,” kata Edi, salah satu pekerja.

Adapun banjir rob telah surut sehingga warga kembali beraktivitas normal. Beberapa warga tampak membersihkan garasi, teras, dan bagian depan rumahnya yang penuh lumpur sisa banjir. Kendaraan derek berlalu lalang menyeret mobilmobil warga yang malam sebelumnya terendam. ”Ini (mobil) mau dibawa ke Pluit, kebetulan ada bengkel langganan saya di sana,” ucap Michael, 44, seorang warga Pantai Kapuk Mutiara Blok R. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga tak mau disalahkan atas kejadian itu. Menurutnya, banjir air pasang (rob) terjadi akibat kekuatan tanggul yang sudah lemah.

Karena itu, ke depan tanggul harus diperkuat agar tidak terjadi peristiwa serupa. ”Apalagi saat ini 40% permukaan tanah di DKI mengalami penurunan. Kajian terhadap banjir rob telah dilakukan Pemprov bersama dengan ahli dari Belanda,” katanya. Ahok menegaskan pemprov berencana membangun tanggul A, bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) untuk membentengi kawasan utara Jakarta. NCICD A setinggi 3,8 meter dengan lebar 5-20 meter.

Pembangunan ini dipercaya akan membuat Jakarta semakin kuat dalam menghadapi beban air laut terutama rob. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menambahkan, kejadian di Pantai Mutiaramenjadialarmbagi Pemprov DKI untuk memeriksa ulang seluruh kondisi tanggul. Bila ada yang rusak harus segera perbaiki.

Yan yusuf