Edisi 05-06-2016
Pentingnya Personal Branding


Setiap orang tanpa kecuali membutuhkan personal branding . Sebab, personal branding bukan untuk membuat seseorang terkenal, melainkan menjadikannya individu yang terpilih.

Menurut Amalia E Maulana, setiap orang dalam kehidupannya pasti ingin menjadi pilihan. Tiap individu juga memiliki kekuatan dalam dirinya. Hal tersebut yang seharusnya digali dan menjadi kekuatan dalam membentuk diri sendiri atau personal branding dalam dirinya. ”Banyak orang yang keliru, berpikir bahwa personal branding itu untuk membuat terkenal dan hanya dibutuhkan oleh artis ataupun tokoh,” katanya. Padahal, kita secara individu memerlukan personal branding .

Apalagi mereka yang memiliki predikat tokoh atau figur publik yang dikelola secara profesional. Itulah mengapa, banyak dari mereka yang kemudian menggunakan jabatan brand manager. Personal brand sangat penting untuk membentuk hal-hal positif yang diingat di benak orang lain. Misalnya mengenai diri kita, apa pekerjaan kita, apa yang membuat kita berbeda dengan orang lain, dan kesan apa saja yang diberikan oleh kita. Maka itu, dalam personal branding, kita harus mengetahui ke mana arah tujuan kita.

Dan, untuk menjadi orang terpilih, kita harus mengetahui apa yang orang butuhkan. Maka itu, personal branding juga merupakan seni dalam membentuk gambaran stakeholder tentang diri kita dari waktu ke waktu yang membutuhkan proses panjang. Ada tiga syarat untuk menjadi brand yang cemerlang. Pertama, tetap relevan dengan memberikan apa yang dibutuhkan seseorang, misalnya seorang dokter yang tidak relevan lagi karena tak memberikan apa yang dibutuhkan pasien, sehingga ia akan ditinggalkan.

Kedua, selalu konsisten pada nilai yang ditawarkan. ”Misalnya, saat ada klien meminta saya meneliti secara kuantitatif, maka saya akan bicara kepada klien tersebut bahwa saya ahli dalam bidang ethnography marketing , bukan yang lain,” jelas Amalia. Untuk menjadi konsisten, tentu ada prosesnya. Termasuk, proses untuk kehilangan proyek, misalnya. Syarat ketiga adalah unique distinctive alias berbeda dengan yang lain. Menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun personal branding.

”Saya sebagai brand consultant, saya berbeda dengan brand consultant lain, yaitu dengan melakukan pendekatan ethnography marketing, dan menjadi satu-satunya brand consulting yang melakukan pendekatan dengan teknik tersebut,” jelas Amalia. Dalam kehidupan, lanjut Amalia, kita tidak hanya melakukan aktivitas pekerjaan. Ada juga aktivitas sosial di masyarakat atau di komunitas yang kita ikuti. Semua itu akan menjalin sebuah impresi tentang siapa kita.

Robi ardianto