Edisi 12-02-2017
Naik Bus Senyaman Naik Pesawat


SURATMAN, 57, menyeruput kopi panas dari papercup sambil duduk bersandar di kursi empuk bus Putera Mulya yang segera membawanya ke Wonogiri. Hawa dingin yang berembus dari AC bus tingkat supermewah tersebut seolah membayar letihnya setelah menempuh perjalanan dari Cileungsi, Bogor, menuju Terminal Pulo Gebang di Bekasi. Kakinya diselonjorkan.

Pedagang bakso di sekitar Taman Bunga Mekarsari ini punya “misi” khusus dalam perjalanan pulang kampung kali ini.

“Saya penasaran ingin merasakan naik bus canggih. Banyak teman saya cerita rasanya seperti di kamar hotel,” tutur Suratman. Untuk menjawab rasa penasarannya itu, dia rela merogoh kocek Rp325.000. Dengan bus eksekutif biasa, harga tiketnya berkisar Rp160.000-180.000. Sambil ngobrol dengan KORAN SINDO, Suratman membuka arm rest kursinya. Lengan kirinya disandarkan ke sana. Tangan kanannya sibuk memencet layar sentuh berpenyangga di depannya. LCD tersedia untuk setiap kursi. Komposisi kursi penumpang di lantai 1 bus ini 2-1 (2 kanan, 1 kiri). Dia duduk di jajaran kursi kiri.

“Nyaman ini,” ucapnya. “Alhamdulillah. Kapan-kapan saya mau ajak anak-istri. Anak saya mungkin lebih senang duduk di lantai atas,” kata Suratman lagi. Sementara itu, Irwan, 29, karyawan swasta, tidak berhenti memotret berbagai sudut bus dengan kamera ponselnya. Mulai badan bus tampak luar, tangga, kursi penumpang, toilet, bar, hingga kabin pengemudi. “Saya mau tunjukkan ke teman-teman. Ini kanbus double-deckerpertama yang ada di terminal di Jabodetabek,” kata anggota komunitas penggemar bus ini.

PO Putera Mulya merupakan salah satu operator bus yang melayani rute Jakarta-Solo-Wonogiri. Lantai satu bus tingkat Putera Mulya disebut Elegant Class hanya terdiri atas enam kursi yang dilengkapi soliter LCD passenger on seat, electric seat adjustable, leg rest, toilet, juga coffee maker. Sementara dek atas disebut First Execut i v e Class terdiri atas 38 kursi dengan harga tiket lebih murah Rp100.000. Fasilitasnya kurang lebih sama. Yang membedakan, tidak ada coffee maker di sini, melainkan hanya water dispenser. Kursinya pun reclining seat.

Di bagian belakang terdapat smoking room. Penumpang di dua kelas mendapatkan makan prasmanan di restoran ketika bus masuk ke rest areadan snackuntuk di perjalanan. Kurnia Lesani Adnan, komisaris PT Putera Mulya Sejahtera yang membawahi PO Putera Mulya, mengatakan, pihaknya mengoperasikan bus supermewah sejak Desember 2016 untuk menjawab lesunya bisnis bus antarkota antarprovinsi (AKAP) belakangan ini.

“Strategi kami adalah menawarkan kenyamanan. Sebagian penumpang lebih mengutamakan kenyamanan ketimbang tarif murah. Kami masuk di celah tersebut. Karena unik dan berbeda, pasar memberikan respons yang bagus,” katanya. Dia mengklaim, fasilitas di kursi plus selimut bagi para penumpang di bus Scania K410 iB ini setara dengan pelayanan kelas satu maskapai Garuda Indonesia. Sani –sapaan Kurnia Lesani Adnan optimistis masyarakat baik perantau maupun wisatawan akan semakin banyak meminati bus-bus supermewah ini.

“Apalagi kalau terminalnya sudah bagus. Tidak hanya fasilitasnya, tapi juga pengelolaan dan pelayanan di terminal. Pasti akan semakin banyak PO yang mengoperasikan bus-bus sekelas ini,” katanya. Sementara itu, PO Efisiensi lebih dulu mengoperasikan bus tingkat mewah yakni pada Oktober 2016. Bus ini melayani rute Purwokerto-Yogyakarta dan Cilacap-Yogyakarta. Dek bawah bus ini hanya terdiri atas 5 seat, sedangkan dek atas 47 kursi dengan konfigurasi 2-2. Eksterior bus yang didominasi warna biru kehijauan metalik nan elegan dipadukan dengan interior penuh sentuhan warna emas, cokelat, dan perak menambah kesan mewah.

Setiap penumpang dimanjakan dengan fasilitas audio visual di setiap kursi. Silakan pilih mau menonton film apa atau sekadar mendengarkan lagu. Tarif bus ini Rp110.000 untuk dek atas dan Rp120.000 untuk dek bawah. Selain Wi-Fi dan audio visual personal yang lengkap, di setiap kursi juga disediakan bantal, selimut, makan, dan minum. Mode pencahayaan juga bisa disesuaikan dengan personal reading lightdan upper AC blower systemseperti di pesawat.

Bus bermerek Mercedes Benz seri OC500RF 2542 ini hanya dioperasikan setiap akhir pekan dan hari libur sebagai bagian dari strategi bisnis karena mayoritas penumpangnya adalah perantau yang ingin pulang kampung, wisata, dan mereka yang ingin mencoba naik bus tingkat. “Saya pernah observasi langsung. Ada penumpang sengaja datang dari Cirebon ke Purwokerto hanya untuk merasakan naik bus double- decker,” ungkap Direktur PT Efisiensi Putra Utama Eri Wahyudani. Eri menjelaskan, kriteria mewah pertama untuk sebuah bus dapat dilihat dari tahun produksi kendaraannya.

Bus terbaru dipastikan berteknologi tinggi, terutama terkait faktor keselamatan. Fasilitas mayoritas full automatic. Interior bus pun didesain sangat eksklusif dengan fasilitas yang pro privacy. Saat ini urusan waktu belum menjadi prioritas. “Para penumpang sudah tahu dari awal. Kalau benar-benar dikejar waktu, tidak akan maksimal merasakan sensasi kenyamanan naik bus ini,” jelas Eri.

Kualitas pengemudian pun menjadi perhatian khusus. Pengemudi bus ini dilatih langsung oleh tim dari Mercedes Benz sebagai penyedia bus. PO Efisiensi sebagai operator pun sangat menekankan aspek pengendalian mental pengemudi. Hingga kini Efisiensi belum memiliki pesaing untuk rute Yogyakarta- Purwokerto-Cilacap, termasuk dari moda lain seperti kereta api. “Kami menciptakan pasar sendiri,” tutup Eri.

Ananda nararya/hermansah