Edisi 09-01-2016
10 Fakta Tentang MEA


Apa sih yang dimaksud dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan bagaimana latar belakangnya? Mengapa MEA penting bagi kita? Nah, berikut ini adalah 10 fakta tentang keberadaan MEA.

1. MEA diikuti oleh 10 anggota negara ASEAN dengan total jumlah penduduk 622 juta orang dan lebih dari 50%, di antaranya masih berada dalam kategori usia produktif. Jumlah sumber daya manusia (SDM) ini tertinggi setelah China dan India.

2. Integrasi ekonomi antarnegara ASEAN mulai dijalankan sejak 1990-an walau penandatanganan ASEAN Preferential Trade Agreement sudah dilakukan pada 1977. ASEAN sudah membuat beberapa perjanjian ekonomi antarnegara seperti Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation pada 1992, ASEAN Framework Agreement on Services pada 1995, dan ASEAN Trade in Goods Agreement pada 2010.

3. MEA dideklarasikan pertama kali pada 2003 di ASEAN Summit ke-9, mengacu pada ASEAN Vision 2020 .

4. Di ASEAN Summit ke-12 pada 2007, para pemimpin negara anggota ASEAN menyetujui percepatan pelaksanaan MEA yang awalnya dimulai 2020 menjadi 2015.

5. MEA atau yang juga dikenal dengan ASEAN Economic Community merupakan salah satu bagian dari ASEAN Community . ASEAN Community mengandung tiga komponen yang tak dapat dipisahkan satu sama lain, yaitu ASEAN Economic Community, ASEAN Political-Security Community , dan ASEAN Socio- Cultural Community .

6. Pelaksanaan MEA seharusnya akan memudahkan aliran barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja dengan keahlian mumpuni antarsesama negara anggota ASEAN.

7. Selain MEA, ASEAN juga terlibat dalam sejumlah perjanjian pasar bebas. Di antaranya ACFTA (ASEAN - China Free Trade Area ), AJCEP (ASEAN - Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement ), AKFTA (ASEAN - Korean Free Trade Area ), AITIG (ASEAN - India Trade in Goods Agreement ), dan AANZFTA (ASEAN - Australia - New Zealand Free Trade Area ).

8. Beberapa tantangan yang akan ditemui dalam pelaksanaan MEA adalah perbedaan perkembangan ekonomi, kebijakan hukum, dan tahap perkembangan infrastruktur antarnegara anggota ASEAN.

9. Pelaksanaan MEA dalam bidang jasa didukung oleh pembuatan MRA (Mutual Recognition Arrangements ), sebuah perjanjian antarnegara anggota ASEAN untuk mengakui akreditasi berbagai profesi dan memudahkan kerja sama profesi dari negara berbeda. Beberapa profesi yang telah dibuatkan MRA adalah tenaga ahli di bidang teknik, perawat, tenaga ahli di bidang arsitektur, tenaga ahli di bidang akuntansi, dokter, dan dokter gigi.

10. Pelaksanaan MEA akan dibantu dengan IAI (Initiative for ASEAN Integration) yang berusaha mempersempit perbedaan perkeman ekonomi antarnegara anggota ASEAN, terutama di negaranegara anggota baru ASEAN, yakni Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.