Edisi 09-01-2016
Optimistis di Era MEA


AYU MASHARI AMELIA 21, Mahasiswa (Duta Promosi Pariwisata Wakatobi 2014-2016)
Menurut saya, MEA 2016 memiliki potensi yang bagus banget buat pemuda di Indonesia. Karena dengan hadirnya MEA ini, pemudapemuda di Indonesia memiliki akses yang luas, khususnya dalam berhubungan dengan negara-negara ASEAN. Dalam menghadapi MEA ini, tentu saja saya membuat sebuah strategi khusus. Di antaranya mencari informasi mengenai MEA mulai dari peraturan, mekanisme, hingga pelaksanaannya. Selain itu, saya juga lebih mengasah kemampuan saya dalam bahasa Inggris serta bidang akademik dan nonakademik lainnya. Tentunya agar lebih siap untuk menghadapi MEA. Saya berharap MEA 2016 ini bisa dijadikan kesempatan berpeluang besar bagi pemuda-pemuda di Indonesia untuk bisa berprestasi lebih tinggi lagi. Mengejar peluang itu sudah biasa, tetapi menciptakan peluang baru adalah hal yang luar biasa.”

ATIKA AISYAHRAMI MUNZIR 21, Mahasiswa (Peraih The Most Favourite IPB Green Environmental Ambassador 2015)
Adanya MEA, menurut saya, memiliki peran yang sangat bagus, khususnya dalam membentuk karakter pemuda Indonesia agar memiliki mental yang tangguh serta berdaya saing tinggi. Jadi, nanti mereka tidak hanya unggul di rumahnya sendiri, tapi juga bisa unggul di dunia internasional. Namun, adanya MEA juga memiliki sisi negatif apabila pemuda di Indonesia tidak mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, mengingat mereka juga bersaing dengan pemudapemuda dari negara lain. Untuk menghadapi MEA, tentu saya sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari seperti mengikuti organisasi internasional, AIESEC, dan mengikuti berbagai event. Contohnya menjadi master of ceremony dalam berbagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan saya. Saya berharap pemuda di Indonesia tetap percaya diri, tidak perlu khawatir dalam menghadapi MEA ini, terus asah kemampuan dan kembangkan potensi karena setiap orang memiliki sisi uniknya sendiri dan yakinlah bahwa kita bisa dan mampu.”

FATHURIZAL A PERDANA 20, Mahasiswa (Peraih Best Entrepreneur Global Youth Entrepreneurs Summit 2015, Dhaka, Bangladesh)
“MEA, menurut saya, merupakan sebuah momentum yang sangat penting dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk seluruh pemuda di Indonesia. MEA ini bila dianalogikan seperti sebuah pedang yang tajam. Apabila kita bisa mengontrolnya dan memainkannya dengan apik, kita akan memperoleh keuntungan yang besar. Namun, sebaliknya apabila kita tidak bisa mengontrolnya, maka kerugian dan ketertinggalan yang akan didapat. Dalam hal ini, pemuda yang inovatif dan kreatif akan memiliki peluang yang sangat besar dengan hadirnya MEA dan sebaliknya. Sisi negatif dari adanya MEA ini, menurut saya, relatif sedikit dibandingkan sisi positif yang akan diterima pemuda Indonesia dengan hadirnya MEA, karena hadirnya MEA ini dapat memberikan sebuah kesempatan besar bagi para pemuda di Indonesia dalam mengembangkan potensi dirinya. Saya juga melihat sekarang pemuda-pemuda di Indonesia sudah banyak yang kreatif dengan menciptakan beragam project potensial. Dalam menyambut MEA 2016 ini, saya mempersiapkannya dengan bergabung ke dalam organisasi internasional, seperti IAAS dan World Merit Indonesia, kemudian mengikuti berbagai event tingkat nasional maupun internasional, serta mengembangkan berbagai bisnis yang saya rintis sejak beberapa tahun silam. Pesan saya untuk pemuda di Indonesia, tetap fokus dengan apa yang menjadi passion kalian, jangan pesimis dan tetap tekuni segala sesuatu yang menjadi kesukaan kalian. Dengan passion yang mantap, maka MEA akan tertaklukkan.“

NUR AZIZAH RIZKI ASTUTI 20, Mahasiswa (Peraih Juara Harapan Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional)
“MEA 2016 ini memiliki potensi yang sangat bagus untuk pemuda di Indonesia dalam meningkatkan kapasitas mereka. Selain itu, MEA dapat memberikan kesempatan yang sangat bagus untuk pemuda di Indonesia dalam menciptakan networking dengan pemuda-pemuda berprestasi yang berasal dari negara-negara ASEAN. Namun, di sisi lain, menurut saya, dengan hadirnya MEA dapat memberikan dampak negatif, di antaranya peluang kerja di Indonesia menjadi lebih sempit karena nantinya persaingan semakin tinggi dengan masuknya pemuda-pemuda yang berasal dari negara ASEAN. Hal ini juga akan berdampak negatif kepada para pemuda yang tidak mempersiapkan dirinya dengan matang dalam menyambut MEA 2016. Untuk menghindari hal-hal tersebut, saya mulai mempersiapkannya dengan mengasah kemampuan bahasa Inggris, giat belajar, dan fokus dengan apa yang menjadi passion saya. Harapannya dengan adanya MEA ini, pemuda di Indonesia tetap optimistis, jangan minder karena kita pun juga hebat.”

MUHAMMAD AZIZ ALI MUTIA 21, Mahasiswa (Delegasi Indonesia di ASEAN Youth Forum University of Malaya 2015)
“Menurut saya pribadi, adanya MEA dapat memberikan sisi positif maupun negatif, khususnya bagi para pemuda di Indonesia. Sisi positifnya, MEA akan memberikan peluang yang cukup besar dalam berbagai bidang apabila pemerintah telah mempersiapkan SDM pemuda secara optimal, mengingat Indonesia menyimpan banyak sekali kekayaan alam. Sisi negatifnya, apabila pemerintah tidak mempersiapkan SDM dengan baik, kondisi sebaliknya akan terjadi, yakni meningkatnya pengangguran karena pemuda Indonesia tidak mampu bersaing dengan pemuda dari negaranegara lain. Dalam menyambut MEA 2016 ini, secara pribadi tidak ada strategi khusus, hanya saya lebih mengasah kemampuan berbahasa asing saya agar mampu bersaing dengan masyarakat ASEAN lainnya. Harapannya, pemuda di Indonesia lebih termotivasi lagi untuk melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Selain itu, mengasah kemampuan dalam berbahasa asing juga sangat diperlukan untuk menghadapi MEA 2016 ini.

LAILI IRA MASLAKHAH
GEN SINDO Institut Pertanian Bogor