Edisi 09-01-2016
Kebakaran di Australia, Satu Kota Ludes


PERTH– Kebakaran semak-semak menghanguskan sekitar 95 rumah di Kota Yarloop, Australia Barat. Tiga orang yang dilaporkan hilang kemarin telah ditemukan dengan kondisi selamat.

Kebakaran semakin parah karena angin berkecepatan 60 km per jam. Peringatan darurat telah dikeluarkan untuk kota-kota di sekitar Yarloop. Kini sebanyak 58.000 hektare lahan terbakar dan diperkirakan akan semakin luas wilayah yang dilahap si jago merah seperti Waroona, Harvey, dan Pantai Preston. Komisioner Badan Pemadam Kebakaran Australia Barat Wayne Gregson mengatakan kebakaran di Yarloop sangat intensif dan saat ini masih ditangani.

”Empat pemadam kebakaran terluka saat memadamkan api. Satu truk pemadam kebakaran mengalami kerusakan,” kata Gregson. ”Saya percaya kita mengalami bencana terburuk dengan kehilangan Kota Yarloop,” imbuhnya dikutip Reuters. Dia menambahkan, sebanyak 95 rumah terbakar dari 250 rumah di Yarloop. Gregson juga mengungkapkan empat orang terluka karena kebakaran.

Kota Yarloop yang berpenduduk 545 orang hangus terbakar tanpa tersisa. Kantor pos, pos pemadam kebakaran, dan pertokoan hangus tanpa tersisa. Pabrik, stasiun pengisian bahan bakar, dan sekolah lokal juga mengalami kerusakan. Ratusan pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan kebakaran. Mereka juga mengevakuasi warga. ”Anda berada di dalam zona bahaya. Kita harus bertindak cepat agar Anda selamat. Kebakaran mengancam nyawa Anda dan rumah,” kata pejabat pemadam kebakaran kepada warga yang hendak dievakuasi.

Harian The Australian melaporkan warga yang bertahan di rumah mereka terpaksa dievakuasi dengan menggunakan helikopter. Pemadam kebakaran sukarelawan Jesse Puccio mengatakan, kebakaran tersebut tidak bisa dikendalikan. ”Kebakaran itu seperti Anda berada dalam peperangan ketika pengeboman terjadi,” kata Puccio.

Politikus lokal Negara Bagian Australia Barat Murray Cowper mengatakan, kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan. Dia mendapatkan informasi dari pemadam kebakaran, kalau bar, klub boling, dan ikon sejarah terbakar habis. Pabrik susu dan peternakan sapi juga dalam kondisi terancam. ”Petugas pemadam kebakaran yang telah bekerja berpuluh-puluh tahun menyatakan mereka tak pernah melihat kebakaran seperti ini,” kata Cowper.

Dia mengatakan, bola api bergerak sangat cepat dan tidak ada cara untuk menghentikan kebakaran semaksemak. ”Kebakaran ini akan menjadi akhir bagi Kota Yarloop,” ucap Cowper. Penduduk Yarloop Alex Govanovich mengungkapkan, kebakaran kali ini sangat parah. ”Bola api beterbangan karena angin yang sangat kencang,” katanya kepada Australian Broadcasting Corporation.

Kemudian, warga Kota Yarloop, Ron Sackville, mengutarakan hanya sedikit barang yang tertinggal. ”Saya melihat degan cara berputar350derajatdansegala yang saya miliki sudah berubah menjadi abu,” keluhnya.

Kebakaran kali ini, menurut dia, sangat mengerikan. Departemen Kebakaran dan Darurat melaporkan dua orang dievakuasi dengan helikopter dan 80 orang diselamatkan melalui jalan darat. Sedangkan Presiden Klub Boling Yarloop Ron Sackville memilih bertahan karena dia memiliki makanan dan minuman yang cukup. Dia juga mengawasi binatang ternaknya. ”Saya mendengar beberapa botol dan drum bahan bakar meledak. Banyak rumah di sekitar saya telah terbakar,” katanya kepada kantor berita AAP .

Juru bicara Biro Meteorologi memperkirakan kondisi akan semakin parah karena kecepatan angin mencapai 60 km per jam. Petir dan embusan angin laut juga tak bisa diprediksi sehingga arah api semakin tak bisa diprediksi. ”Petir bisa memperparah api,” kata juru bicara Biro Meteorologi yang tak disebutkan namanya.

Menteri Pelayanan Darurat Joe Francis meminta warga di sekitar lokasi kebakaran untuk mengungsi. ”Jika Anda ingin bertahan, Anda sebaiknya memiliki cadangan air yang banyak,” katanya. Australia kerap dihantam kebakaran selama musim panas dan kering.

Empat orang tewas dalam serangkaian kebakaran semak-semak yang disebabkan puntung rokok di Australia Barat pada November lalu. Dua orang juga tewas dalam kebakaran di Australia Selatan. Lebih dari 100 rumah terbakar pada hari Natal di Negara Bagian Victoria.

andika hendra m