Edisi 09-01-2016
Tuanku, Bupati Termuda di Tanah Air


JAKARTA - Sutan Riska Tuanku Kerajaan merupakan bupati terpilih termuda di Tanah Air dengan usia 26 tahun. Dia terpilih untuk memimpin daerah pemekaran dari Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Sumatera Barat, pada pilkada serentak 9 Desember lalu.

Kesehatan dan pendidikan menjadi prioritasnya untuk dibenahi. Tuanku -sapaannyaterpilih menjadi bupati di daerah yang berpenduduk 210.000 jiwa setelah mengalahkan incumbent. Kemenangannya karena tokoh-tokoh yang ada di daerah tersebut bersatu mendukungnya. Padahal sebelumnya mereka bercerai-berai. Dia juga merupakan salah seorang raja dari empat raja yang ada di daerah Dharmasraya.

Dia juga tidak memungkiri salah satu faktor kemenangannya itu karena statusnya sebagai raja. ”Saya merasa senang terpilih sebagai Bupati apalagi paling muda, namun ada rasa takutnya juga karena masyarakat menaruh harapan semua. Namun akan dijadikan motivasi bisa lebih baik lagi. Dan, pasti ada jalan,” ujar Tuanku saat mengunjungi kantor KORAN SINDO, Jakarta, kemarin.

Saat dirinya dilantik sebagai bupati, Tuanku mempunyai program prioritas untuk dikerjakan lebih dulu yaitu kesehatan. Ini lantaran selama ini fasilitas kesehatan di daerahnya sangat memprihatinkan. Tercatat hanya ada 11 dokter spesialis di daerah tersebut dan Sabtu dan Minggu mereka tidak bekerja. Dengan kondisi demikian, banyak warga Dharmasraya berobat ke Padang.

Padahal, untuk ke Padang, penduduk harus menempuh perjalanan selama 5 jam. ”Ada istilah saat berobat ke rumah sakit Dharmasraya kalau enggak makin parah ya mati. Makanya kita harus menyelesaikan rumah sakit lebih dulu,” ungkapnya. Selain itu dirinya mempunyai konsep, dokter umum harus putra daerah. Dan, bila mau mengambil spesialisasi, pemerintahan daerah akan menyekolahkan.

Tuanku menjelaskan ada alasan lain mengapa dia memprioritaskan kesehatan dalam programnya membesarkan Dharmasraya. ”Ada pengalaman rumah sakit di Dharmasraya pernah melakukan operasi. Namun, saat operasi berjalan genset rumah sakit tersebut mati dan akhirnya pasien itu meninggal,” paparnya.

Selain kesehatan, target dia berikutnya adalah meningkatkan pendidikan di daerahnya. Tuanku pun mengungkapkan bahwa daerah Dharmasraya merupakan daerah strategis karena bisa menjadi tempat transit. Maka, potensi pariwisatanya harus terus digali. Di daerah itu ada jembatan yang membentang di atas Sungai Batanghari. Nantinya, di area tersebut bakal dibangun kawasan pariwisata, seperti objek sungai serta wisata kuliner dan belanja.

Selain itu di daerah tersebut juga terdapat candi yang potensial sebagai objek wisata, yang tentu bisa meningkatkan pendapatan anggaran daerah. ”Kita mempunyai konsep bagaimana berobat ke Dharmasraya, belanja ke Dharmasraya dan Pariwisata ke Dharmasraya,” ungkapnya.

Untuk menunjang itu semua, dia akan membangun infrastruktur agar wisatawan mau datang ke daerahnya. Di antaranya membangun jalan untuk menghubungkan daerah pariwisata dan pembangunan tower supaya sinyal telekomunikasi kuat di daerahnya. ”Kalau perusahaan telekomunikasi tidak mau membangun tower maka pemerintahan daerah yang akan membangunnya,” imbuhnya.

Namun, Tuanku menyadari pembangunan infrastruktur memerlukan biaya besar. Maka dia akan menggandeng investor masuk ke daerah tersebut.

hasyim ashari