Edisi 09-01-2016
Menang di PTUN, Retno Tetap Tak Jadi Kepsek Lagi


JAKARTA – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memenangkan gugatan yang diajukan mantan Kepala SMA 3 Jakarta Selatan Retno Listyarti.

Meski demikian, posisi Retno tidak otomatis dikembalikan sebagai kepala sekolah. Retno Listyarti tidak mempermasalahkan apabila tidak dijadikan kembali sebagai kepala sekolah sesuai putusan PTUN. Menurutnya, gugatan yang dia ajukan ke PTUN hingga berujung kemenangan tersebut tujuannya bukan ingin kembali menjadi kepala sekolah.

Menurut Retno, gugatan terhadap Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tentang pencopotan dia sebagai kepala sekolah SMAN 3 itu semata-mata ingin menguji bahwa SK tersebut tidak sesuai aturan. SK tersebut sebagai bentuk kesewenang- wenangan terhadapnya. ”Saya tidak berminat lagi menjadi kepala sekolah. Saya hanya ingin mencari keadilan,” katanya kemarin.

Retno diketahui dilengserkan lewat SK No 355/2015 tentang Pemindahan dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan PNS Daerah yang Diberi Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta di Lingkup Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 7 Mei 2015.

Retno dipecat Ahok lantaran tidak ada di sekolah saat siswa SMA 3 tengah mengikuti ujian nasional, Mei 2015. Kala itu Ahok geram sehingga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan saat itu Arie Budhiman memecat Retno. Tak terima keputusan Pemprov DKI Jakarta itu, Retno mengajukan gugatan ke PTUN dengan nomor gugatan 165/G/ 2015/PTUN/JKT melalui pengacaranya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Gugatan ke PTUN adalah upaya terakhirnya mencari keadilan.

Majelis hakim mengabulkan gugatan Retno terhadap SK yang dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Terkait langkah Disdik DKI Jakarta yang mengajukan banding, Retno siap menghadapi. Namun, jika bisa, dia lebih memilih untuk berdamai. ”Kami menghormati keputusan tergugat untuk banding. Itu hak tergugat. Namun, apabila bisa diselesaikan dengan damai, kenapa tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak akan mengembalikan posisi Retno sebagai kepala sekolah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beralasan, kepala sekolah bukan sebuah jabatan yang bisa ditentukan langsung gubernur. Ahok mengatakan, kepala sekolah merupakan tugas tambahan seorang guru, bukan sebuah jabatan.

Apabila kepala sekolah merupakan sebuah jabatan, dia bisa menentukan lantaran itu hak sebagai gubernur. ”Kepala sekolah itu bukan jabatan. Itu beda dengan jabatan. Kami hanya menentukan jabatan,” kata Ahok di Balai Kota. Apalagi, saat ini pihak tergugat yakni Arie Budhiman telah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pembangunan Karakter.

Mantan bupati Belitung Timur itu mempertimbangkan mengajukan banding atas putusan PTUN setelah melantik Kepala Dinas Pendidikan yang baru yakni Sopan Adrianto. ”Tunggu saja nanti. Dia juga cuma nuntut jadi kepala sekolah kan, belum tentu dikasih sama kepala dinas,” ujarnya.

bima setiyadi