Edisi 12-02-2017
Banjir Terjang Sejumlah Daerah


SUMBAWA – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Tanah Air.

Berdasarkan pendataan, ribuan orang terpaksa mengungsi. Bencana turut dikhawatirkan memengaruhi pelaksanaan pilkada serentak. banjir kemarin merendam tujuh kecamatan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, kawasan Sutojayan, Blitar (Jawa Timur), Pandeglang (Banten), dan Lombok Timur (NTB) juga terendam. Di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, bencana tanah longsor mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, tujuh kecamatan di Sumbawa yang dilanda banjir yakni Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara, dan Moyo Hilir. ”Banjirakibatluapanairsungai yang disebabkan hujan terusmenerusselamalimahari terakhir sejakSenin(6/2) hinggakemarin,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo NugrohodiJakartakemarin. Sutopo menuturkan, sebanyak 40.291 jiwa terdampak banjir tersebut. Saat ini di Kecamatan Moyo Hilir banjir masih menggenangi dengan tinggi muka air 30-70 sentimeter.

Adapun di Moyo utara, 5.669 jiwa atau 1.402 kepala keluarga terdampak banjir. ”Pengungsi sering bolak-balik ke rumah dan tempat pengungsian di masjid dan kantor pemda saat banjir kembali naik,” kata Sutopo. Di Lombok Timur, banjir bandang menerjang Desa Sambalia dan menghanyutkan 13 rumah. Dari jumlah itu, dua bangunan hancur keseluruhan.

”Banjir bandang susulan terjadi ketika hujan lebat turun sekitar pukul 00.00 Wita,” kata Kepala BPBD NTB Mohammad Rum. Selain Desa Sambalia, banjir bandang susulan juga menerjang Desa Sugian dan Desa Dara Kunci. Banjir menyebabkan jembatan penghubung antardesa putus sehingga satu wilayah terisolasi. Di Kintamani, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana segera mengungsi ke tempat aman. Imbauan ini menyikapi bencana tanah longsorpada Kamis(9/2).

Kemarin longsor susulan menyebabkan seorang tewas. Dengan demikian, keseluruhan korban menjadi 13 orang meninggal.

Tunda Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuka wacana untuk menunda pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pandeglang menyusul tujuh kecamatan yang saat ini terdampak banjir. Wacana menunda pilkada karena bencana dikhawatirkan membuat proses pemungutan suara yang akan berlangsung empat hari ke depan terganggu. Anggota Bawaslu Daniel Zuchron meminta kepastian KPU menyelenggarakan pilkada di Kabupaten Pandeglang. Dia mempertanyakan antisipasi seperti apa jika nanti pilkada di daerah tersebut tetap diselenggarakan.

”Bagaimana ini, diantisipasi apakah mungkin penundaan sebagian,” ucap Daniel saat menjadi pembicara diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio ”Bersatu Dalam Pilkada” di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, Kabupaten Pandeglang saat ini tengah terendam banjir dengan ketinggian 60 cm hingga 1 meter. Bencana yang telah terjadi sejak Kamis (9/2) tersebut setidaknya merendam tujuh kecamatan.

Sebelumnya Komisioner KPU Arief Budiman menegaskan kesiapan KPU menyelenggarakan pilkada di 15 Februari. Meskipun demikian, dia mengakui masih ada persoalan, yakni pencairan anggaran yang tersendat di sejumlah daerah.

Dia ramdhani/ sindonews/ant