Edisi 09-01-2016
Polisi Cek Sampel Kopi dan Riwayat Korban


JAKARTA- Polisi mengecek kandungan kopi yang diduga menewaskan seorang pengunjung Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Selain itu, riwayat kesehatan korban juga turut diperiksa secara intensif.

Wayan Mirna Salimin, 27, meninggal setelah meminum kopi di Restoran Olivia, Kamis (7/1). Dia datang ke restoran tersebut bersama dua temannya yakni S dan N. Ketika menyeruput es kopi Vietnam untuk pertama kalinya tubuh yang bersangkutan langsung kejang-kejang. ”Karena itu, korban langsung dibawa ke klinik yang ada di Grand Indonesia. Selanjutnya dia dilarikan ke RS Abdi Waluyo di Menteng,” kata Kabag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno kemarin.

Namun, nyawa korban tak tertolong. Kemudian, korban dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum sehingga petugas hanya bisa memeriksa barang bukti. Pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Tindakan dilakukan dengan memeriksa enam saksi.

Selain S dan N, empat orang lainnya merupakan karyawan restoran yaitu MA, 31, RDS, 21, YR, 29, dan AT, 26. ”Kami juga mendatangi dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari barang bukti berupa sisa minuman dan membawa sisa es berikut cairan kopi ke Puslabfor Polri,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti menuturkan, polisi perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab wanita karier itu meninggal. ”Orang meninggal bisa sebab apa saja. (Diracun) kan katanya. Tidak boleh dong polisi bilang katanya,” ucapnya.

Menurut dia, kemungkinan besar korban memiliki riwayat kesehatan sehingga tidak bisa meminum kopi. ”Kami dengar beberapa masukan yang bersangkutan ada riwayat kesehatan. Saya juga langsung naik lambung kalau minum kopi yang keras. Tapi, nanti kita cek Polsek Tanah Abang bagaimana penyelidikannya,” katanya.

Public Relation Grand Indonesia Dinia Diah Astari Widodo Putri membenarkan ada pengunjung mal yang tewas, namun korban tidak tewas di dalam mal. Pihaknya mendapat laporan ada pengunjung mal yang sakit dan segera dibawa ke klinik pusat perbelanjaan. Namun, karena minimnya peralatan, kemudian pihak klinik merujuk korban ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah dari situ dia mengaku tidak mengetahui kelanjutannya. ”Saya tahu ada yang meninggal dari pemberitaan media,” ucapnya.

Juru bicara Restoran Olivia Monty mengaku tidak bisa memberikan keterangan resmi sebelum ada hasil dari kepolisian yang melakukan penelitian terhadap barang bukti. Meski demikian, Kamis lalu ada sekitar 10-15 konsumen yang juga memesan es kopi Vietnam dan tidak mengalami kejang-kejang. ”Untuk keterangan resmi, saya tidak bisa berikan karena saya dilarang memberikan keterangan oleh pihak kepolisian sampai ada hasil pemeriksaan barang bukti,” katanya.

Di tempat lain, Huberthd Mailoa, 65, ditemukan tewas di sebuah ruangan di tempat spa kawasan Pacenongan, Gambir, Jakarta Pusat, dini hari kemarin. Kabag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan, jasad Mailoa pertama kali ditemukan oleh pegawai tempat spa tersebut, Ulung Suburdi, 29.

Dari keterangan saksi diketahui Mailoa datang ke spa pada Kamis (7/1) sekitar pukul 20.21 WIB. Di tempat spa Mailoa berendam. Kemudian korban pindah ke balai untuk istirahat dan makan. Ulung pun mengecek apakah ada pesanan terakhir dari pelanggan spa di tiap balai. ”Saat itulah ditemukan korban tinggal seorang diri,” ujarnya.

Dia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Gambir pada pukul 02.30 WIB. Anggota Reskrim Polsek Gambir bersama Unit Identifikasi dan SPK Polres Jakarta Pusat yang dipimpin Iptu Nasrandi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengecek lokasi kejadian didapatkan seorang pria terbujur kaku beralaskan kain warna hitam putih yang berada di atas kasur busa warna cokelat. ”Hasil cek TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ucapnya.

Polisi mencari identitas korban. Dari KTP diketahui korban bernama Huberthd Mailoa beralamat di Sangrila Garden Blok C1 No 19, Kelurahan Tanjung Pinggir, Sekupang, Kepulauan Riau. Alamat berbeda tertera pada SIM korban yakni Jalan Mudu W7 RT 013/02, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur. ”Korban dibawa ke RSCM guna menjalani autopsi,” kata Suyatno.

ridwansyah