Edisi 12-02-2017
Berlangsung Damai, Aksi 112 Menuai Apresiasi


JAKARTA - Zikir akbar dan tausiyah yang digelar umat Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin berjalan aman, tertib, damai, dan terkendali.

Jamaah yang jumlahnya diperkirakan ratusan ribu orang dan datang dari berbagai daerah di sekitar Kota Jakarta itu menggelar aksi dengan tertib hingga acara berakhir pada sore hari. Kekhawatiran akan terjadi gangguan keamanan karena aksi damai tersebut dilaksanakan bertepatan dengan hari terakhir kampanye Pilkada DKI Jakarta tidak terbukti. Massa juga membuktikan komitmen yang dibuat dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk meniadakan aksi longmars.

Lancar dan kondusifnya suasana Jakarta di tengah berlangsungnya Aksi Bela Islam 112 ini mengundang apresiasi banyak pihak, termasuk pihak kepolisian. ”Ini kebanggaan saya, luar biasa kegiatan berjalan aman, tertib, terkendali, di mana ada sedikit kekhawatiran, tapi saya yakin tak apa-apa. Semua saudara kita sudah pulang ke rumah masing-masing,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan seusai aksi digelar kemarin.

Apresiasi dilontarkan tidak hanya pada aksi yang aman dan damai, melainkan juga pada semangat toleransi dan kebinekaan yang ditunjukkan peserta saat kegiatan berlangsung. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara khusus mengapresiasi sikap sejumlah peserta aksi yang ikut mengawal sepasang pengantin yang melangsungkan pernikahan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, yang lokasinya berdampingan dengan Masjid Istiqlal. ”Saya sungguh bersyukur, terharu, dan bahagia menyaksikan jamaah aksi 112 yang memberi jalan dan mengawal pasangan pengantin menuju gereja,” kicau Menteri Agama melalui akunTwitter @lukmansaifuddin, seraya mengunggah foto peristiwa yang dimaksud.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustaz Bachtiar Nasir dalam ceramahnya menyerukan kepada umat Islam agar bersatu menegakkan Pancasila dan mengedepankan sikap toleran. Umat Islam juga diminta tidak mudah terprovokasi, tidak saling menjelek-jelekkan, termasuk saat menggunakan media sosial. Tak kalah penting, umat Islam jangan mau dibenturkan dengan pemerintah ataupun pihak tertentu. ”Jika FPI yang dibenturkan oleh PDIP, untungnya apa? Yang menang jadi abu, yang kalah jadi arang. Padahal, banyak saudara muslim kita di dalam seperti Bu Risma (wali Kota Surabaya) yang muslimah dan sebagainya,” ujarnya di depan ribuan jamaah Istiqlal.

Bachtiar Nasir juga menekankan bahwa aparat keamanan dan pemerintah bukanlah musuh umat Islam. Dia juga mengingatkan umat Islam untuk tetap konsisten dan tak perlu ragu mengawal fatwa MUI meski sebagai pimpinan, dia dan tokoh-tokoh lain yang akan menanggung risiko atas aksi itu. ”Saya sampaikan analisis saya, apa pun yang terjadi saat ini, sayalah dan habaib yang menanggung semua akibatnya. Tapi, itu saya anggap takdir yang harus dijalani,” ucapnya. Peserta Aksi 112 ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga biasa, pejabat, mantan pejabat, hingga bakal calon pemimpin DKI Jakarta.

Calon gubernur Anies Baswedan dan calon wakil gubernur Sandiaga Uno terlihat hadir dan duduk berdampingan dengan calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono di Masjid Istiqlal. Pada suatu momen tatkala kalimat-kalimat zikir dilantunkan, ketiganya terlihat berpegangan tangan bersama para peserta aksi yang lain. Sepanjang aksi kemarin, lalu lintas di sekitar kawasan Tugu Monas macet karena banyak kendaraan dan massa yang meluber hingga ke jalan raya.

Yan yusuf/ sindonews/ okezone