Edisi 12-02-2017
Eksotisme Ragam Batik Nusantara


Pagelaran seni-budaya (tarian) pada HUT ke-7 Pusat Batik Nusantara Thamrin City. Acara bertajuk Bianglala Batik Nusantara Thamrin City merupakan sebuah apresiasi terhadap kekayaan budaya sekaligus upaya pengembangan seni membatik nusantara.

Ragam batik Nusantara patut mendapat perhatian karena menggambarkan secara nyata kebinekaan yang tersebar di seantero Nusantara. Ragam batik menjadi bianglala (pelangi) indah NKRI yang patut dibanggakan. Pusat Batik Nusantara Thamrin City memiliki cara tersendiri untuk merayakan kebanggaan terhadap warisan leluhur tersebut. Pada awal Februari, pada 4-6 Februari 2017, Thamrin City menghelat perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-7 Pusat Batik Nusantara.

Mengusung tema ”Bianglala Batik Nusantara Thamrin City ”, pusat perbelanjaan–yang berada di tengah ibu kota nageri ini–menyelenggarakan berbagai rangkaian acara meriah. Rangkaian HUT ke-7 Pusat Batik Nusantara kali ini, antara lain diisi dengan kegiatan bazar batik di Grand Hall Thamrin City selama 3 hari. Bazar yang menghadirkan batik dari daerah-daerah penghasil batik ini sungguh memanjakan para pengunjung Thamrin City. Batik dijual dengan harga promosi mulai Rp30.000-an. Tidak berhenti di situ, pada hari puncak, 6 Februari lalu, para pengunjung yang berbelanja batik paling banyak dan tertinggi mendapatkan hadiah motor.

Selain bazar, diselenggarakan pula kegiatan membatik yang dilakukan para pengunjung dan sejumlah komunitas pencinta batik. Melalui kegiatan ini, para pengunjung diperkenalkan berbagai ragam batik dan bagaimana cara pembuatannya. Kegiatan edukasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama anakanak, bisa mengenal produk negeri sendiri sejak masih kecil. Dengan edukasi ini, diharapkan rasa cinta terhadap batik muncul sejak dini. ” Bianglala Batik Nusantara Thamrin City” juga diisi dengan fashion show carnaval on the street dengan rute dari Thamrin City ke Bundaran Hotel Indonesia, lalu kembali lagi ke Thamrin City. Kegiatan fashion show ini melibatkan para model.

Dan tentu yang menambah semaraknya perhelatan bertajuk ”Bianglala Batik Nusantara” itu adalah hadirnya beragam budaya Nusantara, seperti tarian dari berbagai daerah dan penampilan kelompok band terkenal dan digandrungi terutama oleh kaum muda, Kangen Band. Belum lagi, kejutan-kejutan door prize dan bonus. Satu dianataranya Bonus Kemeriahan. Di sini setiap pengunjung yang datang ke Thamrin City dengan menggunakan aplikasi Grab Car akan mendapatkan potongan harga Rp15.000/trip.

Sementara pengunjung yang menggunakan jasa Grab Hitch mendapatkan potongan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk maksimal PP 10 X/hari. Semua rangkaian acara tersebut, menurut General Manager Operasional Thamrin City Adi Adnyana, dilaksanakan dengan harapan agar semakin ingat batik, maka semakin ingat Thamrin City. Menurut Adnyana, tema ”Bianglala Batik Nusantara” mempunyai arti bahwa Thamrin City sebagai penggerak yang berkiprah selama 7 tahun telah menjadi bagian dari pengembangan batik dan UKM nasional.

”Thamrin City telah mengayomi serta membina para perajin dan pedagang batik yang berasal dari berbagai daerah Nusantara sehingga Pusat Batik Nusantara Thamrin City seperti roda berputar untuk menggerak- kan kemajuan para UKM daerah yang semakin mendunia,” paparnya. Saat ini, lanjutnya, sekitar dua puluhan daerah perajin batik dari seluruh Nusantara hadir di Thamrin City. Antara lain dari daerah Pekalongan, Batang, Yogyakarta, Bantu, Klaten, Solo, Sragen, Lasem, Pati, Jepara, Cirebon, Ciwaringin, Betawi, Bogor, Garut, Bandung, Sidoarjo, Tulungagung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan daerah lainnya.

Menurut dia, lokasi strategis Thamrin City yang berada di tengah kota sangat mempermudah interaksi perajin dari berbagai daerah dengan konsumen batik di Jakarta, bahkan dunia. ”Dan harga batik yang terjangkau membuat Pusat Batik Nusantara menjadi tempat yang cepat dikenal bagi pengguna batik untuk mendapatkan berbagai koleksi motif batik dan model terbarunya,” imbuhnya.

Adnyana mengakui terselenggaranya HUT ke-7 Pusat Batik Nusantara Thamrin City berkat kerja sama dengan berbagai pihak. Para pihak yang turut andil, antara lain Yayasan Agung Podomoro Land, Bank Mandiri, Telkomsel, Warta Kota, Vivo, Bens Radio, TAPro, UDT PMI Kota Sukabumi, Pegadaian, Sophie Paris, KBRU, Blue Bird Group, TMI Cyber AdMedia, MD Media, Grab, Leviderma, Expose batik, dan Forum Komunikasi Byson Jakarta Pusat.

”Batik Nusantara dilakukan dengan saling bergandengan tangan dari berbagai pihak dan (mereka) memberikan wadah untuk memperkenalkan produk-produk UKM,” katanya.

Donatus nador