Edisi 12-01-2017
Kinerja Keuangan 4 Bandara Digenjot


PANGKAL PINANG– PT Angkasa Pura II (AP II) menggenjot kinerja keuangan di empat bandara yang tercatat masih negatif pada tahun lalu.

Dari 13 bandara yang dikelola perseroan, hingga pengujung tahun 2016 tercatat empat di antaranya masih mengalami kerugian operasional (operation lost ). Keempat bandara tersebut yaitu Bandara Silangit (Tapanuli Utara), Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang), Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

”Kita menghindari operation lost . Untuk itu, kami mengejar kinerja positif dari empat bandara ini,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin saat meresmikan terminal baru di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, kemarin. Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan perseroan di antaranya yaitu melalui revitalisasi terminal baru di Bandara Depati Amir.

Dengan diperbaruinya terminal tersebut, perseroan berharap bisa menyesuaikan tarif passenger service charge (PSC). ”Sedangkan, tahun lalu kita berhasil mencatat positif untuk dua bandara yang sempat rugi yakni Bandara Supadio di Pontianak dan Sultan Thaha di Jambi,” imbuhnya. Pada tahun ini AP II mengincar pendapatan sebesar Rp8,24 triliun atau meningkat 25%. Pendapatan terbesar berasal dari bisnis aeronautika yang diproyeksikan mencapai Rp5,038 triliun.

Sementara, sisanya berasal dari aeronautika yang menyumbang pendapatan sebesar Rp3,208 triliun. Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, terminal baru di Bandara Depati Amir mampu melayani 1,5 juta penumpang per tahun dari sebelumnya hanya separuhnya. Dia mengakui, pertumbuhan jumlah penumpang dari dan menuju Pangkal Pinang setiap tahunnya terus bertambah.

”Tahun lalu tercatat sudah ada 1,9 juta penumpang di bandara ini, akan ada tambahan 150.000 hingga 200.000 potensi besar yang bisa di-handle,” katanya. Sebagai antisipasi pertumbuhan jumlah penumpang, AP II berencana meningkatkan utilisasi di Bandara Depati Amir pada akhir tahun ini. Perseroan akan melakukan penyelesaian engineering design pada awal 2018. Setelah itu, memulai tahap pengembangan bandara.

Perseroan juga mempersiapkan terminal tersebut untuk melayani penerbangan internasional. Saat ini Bandara Depati Amir melayani penerbangan dari enam maskapai yakni Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, NAM Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Wings Air. Sementara, GM Bandara Depati Amir Eko Prihadi menyatakan, investasi pembangunan terminal baru di Bandara Depati Amir mencapai Rp300 miliar.

Dia optimistis pada tahun ini bisa mencatat pendapatan sebesar Rp59 miliar atau tumbuh 55% dari raihan tahun lalu sebesar Rp38 miliar. ”Luas lahan di area Bandara Depati Amir mencapai 152 hektare (ha), saat ini yang sudah terbagun seluas 4 ha, tahun ini kita akan melakukan pembebasan lahan oleh Pemprov Bangka Belitung seluas 69 ha,” ungkapnya.

heru febrianto