Edisi 12-01-2017
Bank Mandiri Salurkan Kredit Mikro Rp39 T


JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit mikro sebesar Rp39,196 triliun hingga akhir Desember 2016.

Nilai tersebut tumbuh 17,6% secara year on year dengan jumlah debitur sebanyak 1.207.656 pelaku UMKM. Adapun, di wilayah Jawa Timur penyaluran kredit mikro pada akhir tahun lalu mencapai Rp4,986 triliun, naik 34,5% dibanding periode yang sama tahun 2015. Bank Mandiri terus berinovasi dalam memperkuat dukungan kepada perkembangan sektorusahamikro, kecildanmenengah (UMKM) di Indonesia.

Di samping pembiayaan segmen microbanking, perseroan juga memiliki inovasi lain. Bank Mandiri memperkenalkan tiga Rumah Kreatif BUMN (RKB) Bank Mandiri di wilayah Jawa Timur, yakni di Surabaya, Trenggalek, dan Ponorogo. Ketiganya menjadi bagian dari 17 RKB Bank Mandiri yang akan dihadirkan Bank Mandiri di Seluruh Indonesia.

”Rumah Kreatif BUMN merupakan program sinergi BUMN dalam membentuk ekosistem ekonomi digital melalui pembinaan bagi UMKM guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM itu sendiri. Rumah kreatif BUMN ini akan berperan sebagai pusat data dan informasi serta sebagai pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengatakan, wilayah yang juga menjadi lokasi kehadiran RKB Bank Mandiri yakni Bogor dan Cilegon di Jawa Barat, Kupang (NTT), Lampung Utara (Lampung), Pekanbaru (Riau), Lubuk Linggau (Sumatera Selatan), Semarang (Jawa Tengah), Pontianak (Kalimantan Barat), Penajem Paser Utara (Kalimantan Timur), Gorontalo (Gorontalo), Gowa(SulawesiSelatan), Banggai (Sulawesi Tenggara), Ambon (Maluku), dan Wamena (Papua).

Menurutnya, keberadaan Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri ini dimaksudkan sebagai implementasi dari komitmen perseroan dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan agar dapat menjadi go digital dan semakin layak mendapatkan akses pendanaan dari lembaga pembiayaan. ”Di Rumah Kreatif BUMN ini pelaku UMKM akan mendapatkan manfaat seperti digitalisasi usaha melalui portal ecommerce blanja.com, seleksi UMKM potensial untuk pengembangan usaha lanjutan, serta pelatihan pengembangan kewirausahaan terkait proses produksi, bahan baku, packing, branding, dan pengelolaan keuangan.

Kami berharap, setidaknya ada 10 pelaku UMKM yang bisa go digital di setiap RKB Bank Mandiri setiap bulannya,” ungkapnya. Di samping itu, pelaku UMKM juga dapat bergabung dalam jejaring dengan pengusaha lain di Indonesia, termasuk jejaring alumni program Wirausaha Muda Mandiri (WMM).”Tentu saja, UMKMpeserta RKB Mandiri juga berpotensi mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Mandiri dan perusahaan anak dalam bentuk produk KUR, kredit usaha mikro, serta produk dan layanan perbankan penunjang usaha lainnya, termasuk investasi dari PT Mandiri Capital Indonesia bagi UMKM di bidang financial technology,” katanya.

Pelaku UMKM yang menjadi target program RKB Bank Mandiri, lanjut Kartika, adalah pelaku UMKM yang menjadi nasabah Bank Mandiri segmen microbanking, penerima program KUR Bank Mandiri, alumni Program Kemitraan Bank Mandiri, serta UMKM lain yang berlokasi di sekitar RKB Mandiri. Dalam program ini, Bank Mandiri juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain PT Telkom (Persero) Tbk.

Untuk pemanfaatan portal e commerce Blanja.com, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk pembinaan pengembangan UMKM, serta dengan Nurbaya Initiative untuk pendataan dan sistem manajemen merchandise hasil produksi UMKM peserta RKB.

”Kami juga bersinergi dengan Lembaga Pelatihan UKM milik perguruan tinggi negeri di setiap lokasi RKB Bank Mandiri dan para alumni program Wirausaha Muda Mandiri di wilayah. Hal ini mengingat, mereka memiliki pemahaman tentang pemanfaatan kearifan lokal yang potensial bagi pelaku UMKM,” jelas Kartika.

hafid fuad