Edisi 12-01-2017
No 47 Spesial untuk AK


MALANG– Sebagai bentuk penghormatan untuk kiper Achmad ’AK’ Kurniawan yang meninggal pada Selasa (10/1), manajemen Arema FC resmi mengistirahatkan nomor 47.

Nomor tersebut menghiasi punggung AK dalam dua musim terakhir. Sebenarnya ada nomor yang lebih lama dipakai AK saat memperkuat Singo Edan, yakni 31. Nomor yang kini dipakai Junda Irawan itu menemani AK selama enam tahun. Namun, karena kiper yang dikebumikan di Jakarta tersebut terakhir memakai nomor 47, maka nomor tersebut yang dipensiunkan. ”Saya rasa ini penghormatan yang sangat layak untuk pemain yang sangat loyal di Arema. Nomor 47 dipastikan pensiun dan tidak akan dipakai lagi ke depannya. Kami merasa sangat kehilangan, memensiunkan nomor 47 sebenarnya belum sebanding dengan kontribusi dan loyalitasnya,” ujar Ruddy Widodo, General Manager Arema FC.

AK yang juga kakak kandung kiper timnas senior Kurnia Meiga meninggalkan berbagai kenangan dan warna tersendiri bagi Arema dan Aremania.Selain sebagai sosok yang tegas, dia juga kiper yang lucu dan menjadi hiburan tersendiri bagi rekan-rekan setimnya. Kiper yang dibesarkan Persita Tangerang ini mempunyai kelebihan yang menjadi ciri khasnya, yakni lihai memancing emosi lawan. Salah satunya adalah dari gaya menangkap bola. Dia bisa berguling-guling di atas rumput, meski bola yang ditangkapnya sangat mudah. Dalam kondisi unggul, gaya tersebut bisa memancing emosi tim lawan maupun suporter lawan yang melihatnya.

AK juga memiliki gaya dan tingkah lain yang terkadang terlihat unik dan lucu bagi Aremania,tetapi menjengkelkan bagi suporter lawan. Memperkuat Arema dalam dua periode berbeda, membuat AK menjadi salah satu pemain yang loyal di Stadion Kanjuruhan. Meski masih memiliki kualitas mumpuni di bawah mistar, dia tidak keberatan menjadi pilihan kedua atau ketiga di skuad Singo Edan.

”Selama di Arema, AK tidak pernah protes atau mengeluh dengan posisinya sebagai penjaga gawang. Dia selalu menghormati keputusan pelatih. Saat dimainkan dia tetap memberikan kemampuan maksimal, tapi juga santai ketika menjadi cadangan atau bahkan tak tercantum di daftar susunan pemain,” ungkap Ruddy Widodo. Sementara itu, kabar meninggalnya AKmenyisakan duka bagi kapten Persib Atep. Kendati secara tim, Arema dan Persib merupakan dua tim yang memiliki persaingan cukup tinggi. Di luar itu, Atep menilai, almarhum merupakan sosok yang cukup menginspirasi.

Meskipun termasuk pemain senior, AK bukan sosok yang sombong terhadap sesama pemain ataupun kepada mereka yang masih junior. ”Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Selamat jalan AK. Semoga amal ibadahnya di terima sisi-Nya dan yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” kata Atep setelah mendengar kabar meninggalnya AK. Dia menjelaskan, kepergian AK membuat insan sepak bola Tanah Air merasa kehilangan figur pemain senior. Atep berharap kiprah almarhum dalam dunia sepak bola Tanah Air bisa menginspirasi pemain lain untuk lebih baik lagi.

”Kita semua merasa kehilangan sosok kiper yang tangguh, ramah, banyak memberikan inspirasi buat pemain. Semoga husnul khotimah,” ungkap dia. Senada dengan Atep, pemain Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu mengaku selalu ingat momen bersama Achmad Kurniawan ketika keduanya berhadapan pada Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Saat itu Persija yang berstatus tuan rumah harus menghadapi Arema Cronus di Stadion Gajayana pada 18 Oktober 2016.

Persija kalah 1-4 dari Arema dan Achmad Kurniawan mengawal gawang Arema dengan sangat baik dan membuat sejumlah penyelamatan apik. Dalam akun Instagrammiliknya, Ramdani Lestaluhu mengenang momen berhadapan dengan Achmad Kurniawan pada pertandingan itu. Ramdani juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian AK.

”Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Selamat jalan Bang AK. Semoga arwah abang diterima di sisi ALLAH SWT. Amin. Tidak menyangka kalau ini menjadi momen terakhir berhadapan langsung dengan abang di atas lapangan,” tulis Ramdani Lestaluhu dalam akun Instagrammiliknya.

Kukuh setiawan/inin nastain