Edisi 12-01-2017
Selamat Tinggal Sedan, Selamat Datang Crossover


Masih ingat kejayaan mobil-mobil sedan Mitsubishi pada era 1990-an. Masih ingat dengan nama Tommi Makinen? Pereli asal Finlandia ini identik dengan mobil sedan Mitsubishi, terutama spek reli, Mitsubishi Lancer Evolution. Pada awal 2017 ini, Mitsubishi justru memberikan kabar mengejutkan.

Mereka tidak akan lagi memproduksi Mitsubishi Lancer. Tanda-tanda tersebut sebenarnya sudah terlihat ketika Mitsubishi memutuskan untuk menghentikan produksi mobil sedan performa tinggi mereka, Mitsubishi Lancer Evolution, dua tahun lalu. Meski mendapatkan beberapa penyegaran, Mitsubishi ternyata hanya memberi Mitsubishi Lancer bernapas selama dua tahun belakangan.

Mulai Agustus tahun ini Mitsubishi Lancer resmi berhenti produksi. Rendahnya penjualan Mitsubishi Lancer diyakini jadi alasan utama. Seiring tahun berjalan, penjualan sedan Mitsubishi ini terus mengalami penurunan. Wakil Presiden Eksekutif Mitsubishi Motors Amerika Utara Don Swearingen mengatakan, data penjualan Lancer memang mengalami tren penurunan sejak bertahun-tahun belakangan.

Kata Don Swearingen, kejayaan Lancer mengalami puncaknya pada 2002 silam, saat itu Mitsubishi berhasil menjual sedan tersebut dengan angka 69.000 unit. Sementara jika dibandingkan pada 2016, terbilang kurus dengan angka 14.304 dari berbagai negara. “Jadi, kami akan menghentikan Lancer terhitung Agustus ini,” ujar Don Swearingen.

Dengan hilangnya Mitsubishi Lancer, otomatis Mitsubishi tidak memiliki jenis sedan di portofolio mereka. Kalaupun ada, itu hanyalah Mitsubishi Attrage atau Mitsusbihi Mirage G4 yang hanya pengembangan dari city car mereka, Mitsubishi Mirage. Mitsubishi Attrage pun hanya dijual di lokasi terbatas seperti Thailand, Malaysia, dan beberapa wilayah di Amerika Serikat.

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada sedan, Mitsubishi langsung mempersiapkan diri mengembangkan segmen mobil lainnya, crossover . Tahun ini setidaknya ada dua crossover yang akan diluncurkan Mitsubishi. Pertama, model produksi massal Mitsubishi XM Concept yang akan dirilis per Oktober nanti di Indonesia.

Kedua, peluncuran model massal Mitsubishi EX Concept di ajang Geneva Auto Show pada Maret mendatang. Kedua mobil ini didedikasikan untuk wilayah yang berbeda. Mitsubishi XM Concept untuk wilayah Asia dan Mitsubishi EX Concept rencananya didedikasikan untuk wilayah Amerika Utara dan Eropa. Selain itu, XM Concept menyasar segmen MPV atau disebut crossover MPV.

Sementara, EX Concept lebih memilih bertarung di segmen SUV atau dikenal dengan nama crossover utility vehicle (CUV). Diferensiasi wajar karena di beberapa negara seperti Indonesia, mobil jenis MPV sangat digemari. Sementara, di wilayah Amerika Serikat dan Eropa, mobil-mobil jenis SUV sangat populer. Terkait crossover baru EX Concept, Don Swearingen mengatakan, “Akan menjadi kendaraan terbaik Mitsubishi yang pernah dihasilkan.

Ini akan menggunakan beragam perangkat baru seperti turbocharged , mesin empat silinder, dan akan didukung teknologi keselamatan,” katanya. Diperkirakan, CUV baru akan mengisi slot kosong antara Mitsubishi Outlander dan Outlander Sport. Bila sudah dipasarkan, CUV baru Mitsubishi akan bersaing dengan Ford Ecosport, Toyota C-HR, dan Honda HR-V.

wahyu sibarani