• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Anak-anak Trauma Didampingi Konselor

DOLOKSANGGUL – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Humbang Hasundutan (Humbahas) mempersiapkan relawan konselor untuk mendampingi anak-anak di Desa Pandumaan dan Sipituhuta, Kecamatan Pollung.

Konseling ini nantinya difokuskan pada penyembuhan trauma yang dialami anak-anak setelah terjadinya bentrokan antara warga dengan pihak kepolisian belum lama ini. Ketua I PGI Humbahas Pendeta Irvan Hutasoit mengatakan, konseling akan melibatkan sejumlah guru sekolah minggu.

Mereka akan memberikan bimbingan serta arahan yang sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan ketakutan anak-anak di desa yang memiliki konflik tanah adat dengan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL). Sejauh ini, anak-anak secara psikologis banyak mengalami gangguan dan ketakutan, terlebih ketika mendengar bunyi lonceng gereja. “Selama ini lonceng gereja selalu dibunyikan untuk pertanda adanya peristiwa di desa.

Hal tersebut sudah menjadi tradisi. Jadi setiap mendengar bunyi lonceng gereja baik sebagai penunjuk waktu untuk pukul 06.00 dan 18.00 WIB, sudah terlihat adanya ketakutan,” katanya kepada KORAN SINDO, Minggu (3/3) di Dolok Sanggul. Irvan menegaskan, gerejagereja melakukan pendampingan anak melalui PGI karena gereja memiliki tanggung jawab terhadap kelanjutan hidup umatnya. Selain itu, mendukung segala upaya jemaat dalam memperjuangkan hak-hak warga atas warisan leluhurnya. “Anak-anak adalah masa depan gereja, bangsa dan budaya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Senin (25/2) lalu, terjadi konflik antara warga dan pihak perusahaan penghasil bubur kayu yang dulu bernama PT Inti Indorayon Utama (IIU)itu. Sejumlah warga membunyikan lonceng gereja dan berkumpul untuk memblokade Jalinsum Humbahas-Samosir. Polisi lalu menangkap sejumlah warga yang salah satunya termasuk gembala sidang gereja yakni, Pendeta Haposan Sinambela.

Pendeta Haposan Sinambela sebelumnya mengatakan, warga Desa Pandumaan dan Sipituhuta akan terus memperjuangkan tanah adat mereka untuk mempersiapkan masa depan generasi mereka kelak. “Kami hanya melindungi hak kami. Kami tidak menuntut apapun, selain pembebasan lahan kami,” tandasnya. ●baringin lumban gaol

Popular content