• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Ketua Perbarindo DIY; Teddy Alamsyah- Sukses di Bank, Kini Rambah Gudeg

Nama Teddy Alamsyah cukup dikenal bagi publik Yogyakarta. Dia adalah salah satu direktur pada BPR Danagung Grup yang merupakan BPR terbesar di Yogyakarta.

Kini Teddy menggeluti bisnis baru dalam bidang kuliner. “Gudeg Yu Sum” tulisan itu terpampang pada papan nama sebuah warung makan di ruas Jalan Imogiri, Bantul, tepat di seberang Mako Brimob Gondowulung. Bangunan rumah yang berbentuk limasan terbuka ini, semakin menguatkan warung tersebut menjual makanan khas Yogyakarta. Ditambah dengan deretan kursi panjang, yang dikenal dengan dipan ini berjejer di antara meja-meja klasik.

Bangunan tersebut merupakan warung makan milik Teddy Alamsyah, yang kini menjadi Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Indonesia (Perbarindo) DIY. Sejak 23 Februari lalu, Teddy yang menjabat Dirut BPR DanagungBhakti, yangjugawakil Chairman Dangung Grup ini, resmi membuka warung kuliner. Sebelumnya, dia telah sukses mengembangkan furnitur “ekposif” di wilayah Ringroad utara Sleman. Mengembangkan bisnis kuliner tidak pernah ada sebelumnya di benak Teddy. Saat itu dia banyak berkonsentrasi pada pembiayaan dan kucuran kredit kepada kalangan UMKM.

Saat itulah diketahui jika banyak modal kerja yang diserap kepada pemodal kecil. Entah kenapa dia tertarik mengembangkan kuliner gudeg. Padahal bisnis ini sudah banyak menjamur, khususnya di Wijilan yang cukup terkenal. “Gudeg itu telah melegenda dan tidak pernah ada kejenuhan, meskipun banyak warung gudeg. Bank dan warung makan sama tidak akan pernah jenuh,” kata Teddy.

Gagasan ini bersambut setelah dia mendapatkan patner kerja yang sudah spesial membuat gudeg. Sumini, merupakan salah satu tenaga ahlinya dalam meracik dan menjual gudeg. Dia sebelumnya pernah bekerja di warung gudeg yang namanya cukup dikenal. Dari sinilah ambisi untuk mengembangkan bisnis kuliner kian meletup di hati kecilnya. Beruntung, dia mendapatkan lokasi ini yang sebelumnya merupakan tanah kosong. Lahan ini dibeli dan disulap menjadi warung makan yang cukup strategis.

Menurut Teddy, bisnis kuliner sangatlah menjanjikan. Meskipun persaingan ketat, prospek bisnisnya tetap ada. Tergantung bagaimana membuat gudeg yang enak, pemasaran, pengemasan, dan melakukan inovasi. Gudeg Yogyakarta yang paling dikenal memang berada di seputaran Keraton Yogyakarta. Namun, saat ini banyak orang enggan datang, karena lokasi parkir terbatas dan jalanan yang macet.

Konsumen khususnya wisatawan akan memilih alternatif gudeg yang mudah dijangkau dengan rasa yang nikmat. “Soal rasa boleh diadu, apalagi lokasi kita jauh dari kemacetan,” ucapnya. Salah satu keunggulan gudeg ini pada rasa krecek yang agak pedas. Krecek ini merupakan varian pelengkap dan menyantap gudeg dan lauknya. Biasanya krecek ini dimasak dengan tempe dan tahu dan taburan cabai mentah. Sebagai entrepreneur yang sukses, Teddy cukup paham memilih target pasar.

Selain sebagai tempat makan, Gudeg Yu Sum ini juga menjadi alternatif oleh-oleh. Untuk itulah dia telah membentuk tim pemasaran yang andal. Tim inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam penjualan produknya, khususnya marketingdelivery. “Spesialisasi gudeg kita pada nasi boks dan untuk oleh-oleh dengan kemasan yang cukup menarik,” ujarnya. Salah satu penikmat kuliner, Murwaningtyas, mengatakan sudah cukup banyak merasakan gudeg di Kota Yogyakarta.

Sebagai warga asli yang dibesarkan di sekitar kompleks keraton, gudeg telah menjadi salah satu makanan favoritnya. Tidak heran jika hampir seluruh warung gudeg yang ada pernah disinggahi. Menurutnya, rasa Gudeg Yu Sum cukup khas. Gudeg yang identik dengan makanan manis ini dikombinasikan dengan krecek tempe yang agak pedas. Rasanya inilah mampu menggugah selera makan dan ngangeni. “Rasanya pas, ada manisnya tetapi pedasnya juga terasa,” ucapnya.

Gudeg Yu Sum ini cukup pantas dijadikan rujukan bagi penikmat kuliner. Selain mudah dijangkau dan bebas macet, lokasinya cukup strategis. Ini akan menjadi salah satu alternatif oleh-oleh bagi penumpang di Terminal Giwangan. Apalagi, gudeg kendhil ini telah dikemas dengan boks yang cukup menarik dijadikan oleholeh. 

KUNTADI
YOGYAKARTA

Popular content