• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Penyidik Polres Dituding Terima Dana-Terkait Korupsi Pembangunan Ruang Baru SMKN 1 Sabbangparu

SENGKANG– Kuasa hukum Sujasmin, Sudirman menuding, ada penyidik Polres Wajo yang menerima dana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

“Berdasarkan temuan kami, aliran dana tersebut mengalir ke sejumlah pihak, bahkan ada dana yang mengalir ke penyidik Polres Wajo. Bukan hanya itu, tapi juga diduga menyentuh ke pejabat Pemkab Wajo,” katanya kepada KORAN SINDOdi Sengkang, kemarin. Sujasmin adalah Kepala SMK Negeri 1 Sabbangparu yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi pembangunan ruangan baru SMK Negeri 1 Sabbangparu, yang menelan anggaran sebesar Rp1,4 miliar bersumber dari APBD Rp700 juta dan Rp700 juta dari APBN.

“Saya sudah minta kepada klien saya untuk mengungkap siapa-siapa yang ikut menerima aliran dana tersebut dari polisi,” kata Sudirman. Menurutnya, tahun 2010 sekolah tersebut sudah bermasalah kemudian diperiksa di unit Tipikor pada 2012. “Pengakuan klien saya, dirinya membayar sejumlah uang ke penyidik dengan menggunakan dana tahun 2011 yang saat ini menjadi temuan,” tuturnya.

Sudirman mengaku, kliennya akan koperatif dalam menghadapi proses hukum dan siap memberikan keterangan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus tersebut. Proyek tersebut tidak rampung disebabkan uang habis karena anggaran banyak digunakan tidak sesuai peruntukannya. Sekjen Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Wajo Andi Mappanyukki yang dimintai tanggapan terkait kasus tersebut, meminta kepolisian bekerja profesional dengan mengungkap kasus tersebut siapa pun yang terlibat di dalamnya.

“Tersangkanya kepala sekolah tentu tidak berdiri sendiri, tapi ini merupakan sistem. Proyek ini kan dari Dinas Pendidikan, maka polisi harus berani mengungkap siapa-siapa yang terlibat, meski itu kepala dinas,” tegasnya. Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Wajo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Aska Mappe masih enggan berkomentar terkait tudingan ada penyidik yang menerima dana tersebut.

“Itu kan belum terbukti,” katanya. Diketahui, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Wajo telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruangan baru di SMKN 1 Sabbangparu tahun anggaran 2011. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala SMKN 1 Sabbangparu Sujasmin dan Konsultan Pengawas M Ashar.

Anggaran sebesar Rp1,4 miliar diperuntukkan bagi pembangunan 11 ruangan baru, namun hingga kini pembangunannya belum rampung sementara dana dari APBN telah cair 100%. Berdasarkan audit BPK, jumlah kerugian berdasarkan volume fisik sekitar Rp236 juta lebih. jumardinurdin

Popular content