• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Eddy - Yulius Tersangka Bansos OKU

PALEMBANG– Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan memastikan Wagub Sumsel Eddy Yusuf dan Bupati OKU Yulius Nawawi jadi tersangka kasus korupsi dana Bansos OKU TA 2008.

Kepastian tersebut diungkapkan Iskandar Hasan saat pertemuan dengan beberapa wartawan di Novotel Palembang, tadi malam.“Yulius Nawawi dan Eddy Yusuf sudah jadi tersangka sejak setengah bulan yang lalu,”ungkap Iskandar Hasan kepada KORAN SINDO. Kapolda mengatakan, sesuai arahan Presiden SBY, kasus korupsi tidak hanya dilihat dari kuantitas, melainkan juga kualitas.

” Kami menangkapnya tidak hanya pelaksana melainkan juga pengambil kebijakan,” katanya. Mengenai pemeriksaan terhadap Yulius dan Eddy, Kapolda enggan berkomentar banyak. “Yang jelas kasusnya terus berjalan, dalam waktu dekat akan ada gelar perkara kasus tersebut,” ujar Kapolda.

Sementara itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang harus mengkonfrontir Wagub Eddy Yusuf dengan dua terdakwa Bansos OKU, mantan Sekda Syamsir Djalib dan Plt Kabag Perlengkapan dan Umum Sugeng.Langkah ini perlu dilakukan karena kesaksian Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf di Pengadilan Tipikor dengan dua terdakwa kasus korupsi Bansos OKU TA 2008 Syamsir Djalib dan Sugeng bertolak belakang.

Menurut Ketua Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) OKU, Herman Sawiran agar kasusnya menjadi jelas Eddy Yusuf harus dipertemukan dengan Syamsir Djalib dan Sugeng. “Satu sisi, terdakwa menjelaskan Eddy menggunakan dana Bansos OKU 2008, namun di sisi lain datang bantahan dari Eddy. Dalam kasus ini, hakim tipikor sangatlah menentukan dan bisa menelaah dari keterangan kedua belah pihak,” ungkapnya.

Dalam kasus ini juga, Herman mengimbau, agar hakim dan penyidik kepolisian jangan hanya fokus pada Eddy, melainkan juga Bupati OKU H Yulius Nawawi, yang diduga samasama terlibat dalam kasus ini. “Dalam penanganan kasus ini, kami juga melihatnya hanya fokus pada Eddy, padahal Yulius juga terlibat dalam kasus tersebut,” tukasnya. Dia menilai, penegak hukum dalam menangani kasus ini cukup lamban, dan ditunggangi kepentingan politik.

“Sejauh ini sepertinya hanya Eddy Yusuf saja yang selalu ditonjolkan,” timpalnya. Herman menegaskan, aparat kepolisian dalam hal ini suka mengulur-ulur penuntasan kasus ini. Jelas sudah cukup bukti, tetapi belum juga ditahan. Sementara itu, Sekretaris LSM Sriwijaya Coruption Watch (SCW) OKU, Heri mengatakan, penanganan kasus ini memang rawan kepentingan.

“Kita tahu, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Bansos OKU, TA 2008 adalah Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi,” katanya. Menurut Heri, kalau memang korupsi di daerah ini akan diberantas. Penegak hukum semestinya tidak tebang pilih. Dia mengakui, aturan tentang pemberantasan korupsi di negeri ini yang terdapat celah. “Seperti, kalau kerugian negara sudah dikembalikan maka tidak ada pelanggaran hukum.

Ini kan menjadi celah, bagi para koruptor. Begitu ketahuan, cukup mengembalikan kerugian negara maka dianggap tidak bersalah,” tukas Heri. Terpisah, Kasubdit 3 Tipikor Polda Sumsel AKBP Denny Y Putro mengaku pihaknya juga tetap memantau setiap proses jalanannya persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.

”Setiap ada kesaksian atau keterangan terdakwa terbaru yang menjadi fakta persidangan akan kita terus kejar dan gali lagi. Termasuk saat ini kita juga kembali memeriksa beberapa terdakwa yang sudah disidang Senin kemarin, selaku saksi, guna melengkapi berkas kita dalam rangka menuju kearah tersangka baru dalam kasus ini,”tukasnya. Untuk kasus ini, tegas Denny, pihaknya akan memanggil seorang mantan wartawan di harian lokal Sumsel berinisial MM.

Rencananya dalam dua hari ini surat pemanggilan terhadap mantan wartawan itu akan diserahkan kepada yang bersangkutan di Baturaja. “Sekarang penyidik kita masih mencari tahu alamat terbaru mantan wartawan itu, apakah masih alamat lama atau tidak.

Yang jelas kita panggil yang bersangkutan karena diduga mengetahui terkait kasus ini saat dia bertugas sebagai wartawan di media yang dulu tempatnya bekerja,”timpal Denny. Jika sesuai jadwal, mantan wartawan itu akan dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin (25/3). berli zulkanedi/ ibrahim arsyad/ ade satia pratama

Popular content