• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Angka Kecelakaan di Rumah Tinggi

SURABAYA– Kasus kecelakaan dapat terjadi di mana saja. Termasuk di rumah tempat tinggal kita. Berdasarkan data IRD RSU dr Soetomo Surabaya, sepanjang 2012, RSU dr Soetomo Surabaya menerima 858 pasien kasus kecelakaan di rumah tangga.

Jumlah ini lebih besar daripada pasien kecelakaan kerja, penganiayaan, maupun akibat gigitan hewan. Sepanjang 2012, kasus kecelakaan kerja yang diterima IRD (Instalasi Rawat Darurat) RSU dr Soetomo sebanyak 619 pasien, penganiayaan 116 pasien, dan gigitan hewan 188 pasien. Kepala IRD RSU dr Soetomo Surabaya dr Urip Murtedjo SpBKL menyebutkan, jumlah pasien kecelakaan rumah tangga rata-rata 70 orang sebulan.

Jumlah ini tergolong tinggi, karena setiap hari ada dua pasien kecelakaan rumah tangga. ”Jumlahnya cukup tinggi, hampir setiap hari ada kasus,” ujarnya, kemarin (27/3). Jenis kecelakaan di rumah tangga bermacam-macam. Ada jatuh dari tangga, jatuh dari pohon, tersayat pisau, terpeleset kamar mandi, terkena pecahan kaca, tersiram air atau minyak panas, sampai kemasukan benda asing di telinga.

Urip menyatakan, kecelakaan rumah tangga dapat berakibat fatal. Selain menimbulkan cacat tubuh, bisa juga mengakibatkankematian.” Rata-ratamemang tidak mengancam nyawa, tapi kecelakaan rumah tangga bisa mematikan,” kata dia. Menurut dia, kecelakaan rumah tangga ini tak terbatas usia.

Mulai dari anak-anak, remaja, sampai lansia. Untuk puncak kasus kecelakaan kerja biasanya terjadi saat libur lebaran. Selama 14 hari saja, mulai H-7 sampai H+7 jumlahnya bisa mencapai 40 sampai 50 pasien. Pada liburan lebaran tahun 2012, mulai 24 Agustus hingga 7 September IRD RSU dr Soetomo menerima 44 kasus kecelakaan rumah tangga, dan 23 kasus kecelakaan kerja.

Sedangkan kecelakaan karena mercon atau petasan sejumlah 12 kasus. Meski demikian, Urip menyatakan jumlah paling banyak menyebabkan pasien trauma adalah kecelakaan lalu lintas. Tahun lalu, jumlahnya mencapai 2.840 pasien. Di sisi lain, Urip juga mengungkapkan diperlukannya trauma center untuk menampung pasien cidera otak. Pasalnya, ruang rawat inap untuk kasus bedah selalu overload.

Dengan adanya trauma center, akan ada penambahan ruang rawat inap khusus untuk kasus bedah. Penderita kasus trauma, seperti cedera otak, tangan, kaki, dan tulang selangka bisa dirawat di sana. Dikatakan Urip, penderita cedera otak sering kali dirujuk ke RSU dr Soetomo. Keterbatasan sarana rumah sakit lain menjadi kendala untuk menangani pasien trauma.

Penanganan penderita cedera otak misalnya harus dilakukan ahlinya, yakni spesialis bedah saraf dan juga anestesi. ”Padahal tidak semua rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta memiliki dokter dengan spesialisasi itu,” bebernya. Selain itu, untuk perawatan penderita cedera otak, dibutuhkan alat bantu pernafasan (respirator).

Fasilitas tersebut juga tidak dimiliki rumah sakit lainnya. Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak. Di IRD ada 12 alat bantu pernafasan. Jumlah itu tentu untuk menangani pasien trauma rujukan yang rata-rata bisa mencapai ratusan orang tiap bulannya. deny bachtiar

Popular content