• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Sisi Lain HUT SMA N 14 - Pelajar Kritik Mahalnya Pendidikan

Empat siswi SMA N 14 Semarang kemarin berdandan layaknya seorang anak jalanan. Pakaiannya sobek-sobek. Rambut panjangnya pun diikat dengan potongan tali rafia.

Di antara para “anak jalanan” itu ada yang memintaminta uang kepada para penonton, yakni murid-murid dan para guru di sekolah tersebut yan menghadiri hari ulang tahun (HUT) SMA N 14 ke-25, dengan tema Expressing Love in Fourteen. Dengan menggunakan bekas gelas air minum kemasan, siswi itu mengelilingi para tamu. Ada juga anak jalanan yang juga berjualan koran. “Minta bu,minta bu,” kata pelajar itu lirih sambil membungkukkan badan.

Kedua anak jalanan itu lalu kembali ke atas panggung dan mengadu kepada ibunya yang diperankan oleh Oki, siswi kelas 11 IPA IV. Dalam percakapan, kedua anak jalanan itu merengek minta dibelikan televisi. Sontak ibunya keberatan karena tidak punya uang yang mencukupi. “Tidak ada televisi, kalau nonton televisi di balai desa saja. Sekarang ngamen dan ngemis saja, ayo, ayo,” teriak si ibu tadi. Si ibu lantas berujar, sekolah saat ini mahal.

Akibatnya orang miskin kesulitan mencari sekolah. Hanya orang-orang mampu saja yang bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Tak berapa lama kemudian, lewat lah sejumlah pelajar usai pulang sekolah. Secara tak sengaja, salah satu buku pelajarannya jatuh. Buku itu lalu diambil anak jalanan tadi. Si anak tadi merengek-rengek untuk bisa sekolah dengan menunjukkan buku itu kepada ibunya.

Tapi apalah daya, si ibu tadi juga tidak bisa berbuat banyak. “Aku kehilangan penggaris dan pensil. Aku ingin bisa sekolah,” sahut Dina. Dalam beberapa spot adegan tadi, juga diselilingi alunan musik yang berkaitan dengan tema tadi. Adegan yang tersaji cukup apik itu mendapat sambutan hangat dari para guru-guru dan siswa-siswi. Sekelumit adegan tadi adalah aksi teater yang dipertontonkan oleh empat siswi sekolah tersebut. Mereka adalah Feliza, Oki, Yulina.

Ketiganya anak kelas 11 IPA IV. Pemeran satu lagi adalah Dina, kelas 11 IPA II. Sutradara dalam teater tersebut, Cahyo Wibowo menjelaskan, tema tersebut masih relevan dengan kondisi saat ini. Kendati sudah ada sekolah dasar yang gratis, namun ini belum bisa menyentuh semua lapisan masyarakat miskin. “Banyak anak jalanan yang harusnya masih dalam usia sekolah, namun sudah dipaksa bekerja. Pemerintah harus memikirkan hal ini, karena mereka lah juga penerus bangsa,” katanya. 

ARIF PURNIAWAN
Kota Semarang

Popular content