• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Keuntungan Besar, Risiko Tinggi

MINIMNYA pengetahuan soal investasi sering membuat masyarakat terlena. Mereka hanya tergiur dengan keuntungan besar yang dijanjikan, tanpa mempertimbangkan sejumlah risiko yang bakal dihadapi.

“Mereka baru tahu setelah dirugikan. Itu pun di akhir-akhir, setelah modal yang ditanamkan cukup besar,” kata Ekonom dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Ibnu Hajar menanggapi maraknya penipuan berkedok investasi, kemarin. Para calon investor, jelas dia, seharusnya tidak sekadar berhitung akan adanya keuntungan yang besar. Lebih dari itu juga harusmemperhatikanantara return dan risk-nya. “Seharusnya dipelajari dulu investasi yang ditawarkan.

Dipikirkan beberapa risikonya. Karena dalam investasi keuntungan besar pun akan diikuti dengan adanya resiko yang tinggi,” terangnya. Dia mengakui, jenis investasi sekarangsemakinberagam. Bahkan ada yang dalam kemasan ibadah, seperti umroh. “Ini yangbisamembuatmasyarakat terlena, utamanya masyarakat bawah.Karenaniat merekasedianya hanya ingin umroh, sehingga risiko yang bakal muncul tidak menjadi pertimbangan,” katanya.

Atas dasar itu, jelas dia, berbagai kasus penipuan berkedok investasi yang selama ini terjadi harus menjadi bahan pengalaman masyarakat ke depan. “Semua harus dikalkulasikan. Melihat prospek, namun juga tidak melupakan adanya risiko,” sebutnya. Salah satu investor iQro’ Management Tridono mengaku mengikuti investasi program kemitraan SPBU.

Pada April 2011 lalu dirinya menyetor modal Rp20 juta. “Setelah itu tiap bulan saya dapat Rp260.000. Namun setelah jangka setahun uang pokok saya tidak kembali seperti yang dijanjikan, dan sampai sekarang malah tidak ada kejelasan,” ujarnya. muh slamet/ eka setiawan

Popular content