• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Aparat Kurang Peduli - Terkait Penanganan Kesemrawutan Lalu Lintas di Kota Makassar

MAKASSAR– Kesemrawutan lalu lintas di Kota Makassar tidak hanya disebabkan rendahnya kesadaran pengguna jalan dalam berkendara. Aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan dinilai turut memperparah keadaan karena kerap tidak peduli dengan kondisi lalu lintas yang semrawut.

Pemerhati Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Sulsel, Chandra S Dania mengemukakan, lalu lintas Makassar tidak akan pernah tertib jika pemkot maupun kepolisian tidak konsisten dan tegas melaksanakan aturan. Penegakan hukum terhadap pelaku pemicu kesemrawutan lalulintas selama ini dinilai masih pandang bulu.

“Kalau kita mau care, saya yakin ketertiban dan keselamatan lalu lintas bisa hadir di Makassar. Persoalannya sekarang, aparat terkait bekerja hanya karena seremonial saja,” ujarnya saat dihubungi KORAN SINDOlewat telepon selulernya, kemarin. Mantan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat ini mengaku prihatin dengan mandulnya sejumlah program tertib lalulintasyangdicanangkanPemkot Makassar bersama-sama dengan kepolisian.

Salah satu program yang disoroti Chandra yakni, Kawadan Tertib Lalu Lintas di JalanRiburane, AhmadYani, Jenderal Sudirman, Haji Bau, Penghibur, dan Pasar Ikan yang kembali di-launchingawal 2012 lalu. Faktanya, bahu jalan tersebut masih sering menjadi tempat parkir kendaraan roda empat khususnya di sekitar Lapangan Hasanuddin, Gedung IMMIM, Hotel Horison, RSIA Pratiwi, serta ruko disepanjang Jalan Pasar Ikan.

Bahkan di sekitar Mapolrestabes Makassar Jalan Ahmad Yani masih sering dijumpai mobil yang parkir di bahu jalan. Lebih fatal lagi, pedestrian baru Jalan Ahmad Yani yang baru dibangun dengan anggaran Rp4 miliar lebih malah jadi tempat parkir. Demikian juga dengan bahu flyoverMakassar yang setiap malam menjadi tepat pacaran para remaja. Pengendara tidak memedulikan rambu larangan berhenti yang dipasang diatas flyover.

Yang terbaru, larangan parkir di bahu Jalan Pettarani sesuai dengan Perwali Makassar nomor 64/2011. Tim terpadu yang terdiri dari Pemkot Makassar, Ditlantas Polda Sulsel, dan Satlantas Polrestabes Makassar mandul menegakkan sanksi. Sepanjang Maret 2013, tim terpadu sudah tiga kali menunda pemberlakuan sanksi tilang dan penggembokan roda mobil yang parkir di bahu jalan Pettarani.

Chadra mengemukakan, ketertiban dan keselamatan lalu lintas hanya mungkin ditertibkan jika aparat benar-benar care. Tidak hanya care, pemerintah dan kepolisian juga harus melibatkan semua pihak termasuk pengusaha otomotif. Chandra juga menilai selama ini, pengendara dipaksa menuruti rambu-rambu yang mereka tidak pahami. “Sehingga perlu ada tim yang melibatkan semua pihak.

Pengendara jugaharusdiberipemahamantentangkeselamatanberlalulintas. Demikian juga dengan pengurusan SIM jangan hanya karena pintar naik motor, tetapi yang lebih penting bagaimana memaknai rambu dan keselamatan berlalulintas,” tuturnya. Sorotan tajam terhadap mandulnya pemberlakuan sanksi tegas terhadap pelanggaran pada ruas jalan bebas parkir juga disampaikan Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel Lambang Basri.

Alasan tim terpadu menunda sanksi tilang dan penggembokan di Pettarani karena sosialisasi minim dan tidak dianggarkan khusus juga dinilai tidak rasional. “Ini berimplikasi buruk dengan berbagai aturan yang telah dibuat seperti Perwali larangan parkir. Kalau terus ditunda, sebaiknya dicabut saja perwalinya. Kalau dibilang sisialisasi minim, sampai kapan, bukankan sanksi juga adalah bagian dari sosialisasi.

Kalau soal anggaran, kan mereka sudah digaji,” ucapnya. Selain itu, baik Chadra maupun Lambang melihat, terkatung- katungnnya kesemrawutan lalu lintas di Pettarani disebabkan penataan ruang yang dilanggar. Awalnya Jalan Pettarani dirancang untuk perkantoran, tetapi saat ini sudah dipenuhi dengan pusat perbelanjan, rumah makan, dan rumah toko. supyan umar

Popular content