• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    33 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    27 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Yogyakarta

    Diperkirakan Badai Petir
    30 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    32 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Padang

    Diperkirakan Badai Petir
    31 °C

Aktor Kerusuhan Harus Ditangkap

Petugas Satpol PP berjalan di antara puing-puing bangunan Kantor Wali Kota Palopo yang ludes dibakar massa yang mengamuk pada Minggu (31/3). (Foto kanan atas) Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo memberikan keterangan kepada wartawan terkait kerusuhan Palopo di Mapolres Palopo kemarin. (Foto kanan bawah) Seorang anggota TNI berjaga di dekat kantor harian Palopo Pos yang terbakar saat kerusuhan terjadi di Kota Palopo.

PALOPO – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) didesak segera mengungkap aktor di balik kasus pembakaran dan pengrusakan sejumlah kantor pemerintah dan swasta di Kota Palopo, yang terjadi Minggu (31/3).

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, baik pelaku maupun otak kerusuhan harus segera diproses hukum, terlebih jika benar kerusuhan massal itu berlangsung terstruktur dan terencana. "Polri harus secepatnya menangkap pelaku kerusuhan agar kasus ini bisa terungkap," ujar Agus di Palopo kemarin. Hingga kemarin, polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran dan pengrusakan kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya. Namun, dari ketiganya, baru satu yang ditetapkan tersangka.

Dua pelaku lainnya masih diperiksa intensif. Kapolres Palopo, AKBP Endang Rasyidin mengatakan, pelaku yang menjadi tersangka itu bukan warga Kota Palopo. Tersangka berinisial IL alias BA, 28, itu merupakan warga Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara. Adapun identitas dua pelaku lain yang diamankan polisi siang kemarin, masih dirahasiakan. “Tigapelakupembakaran masih dalam pemeriksaan.”

“Maaf, untuk sementara identitas pelaku belum bisa dipublikasikan,” kata Kapolres di Palopo, kemarin. Informasi yang beredar, beberapa pejabat Pemkot Palopo diduga terlibat dalam insiden pembakaran Kantor Wali Kota Palopo, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Kecamatan Wara Timur, Kantor DPD II Partai Golkar, dan kantor koran Palopo Pos ini. Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng juga mendesak pengungkapan para pelaku, termasuk aktor kerusuhan.

"Kami minta pimpinan Polri, TNI, dan pihak terkait lainnya mengusut tuntas perkara ini sampai ke akar-akarnya. Insiden ini sangat memalukan pemerintah dan masyarakat Kota Palopo,” kata Tenriadjeng. Wagub Sulsel bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Muh Nizam, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo, serta pimpinan Polri dan TNI lainnya, meninjau beberapa perkantoran yang dibakar perusuh di Palopo, kemarin.

Kapolres Palopo AKBP Endang Rasyidin menegaskan, pihaknya tidak akan menutupnutupi penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya siap menangkap siapa pun yang terlibat, termasuk otak di balik kejadian ini. "Kami masih melakukan penyelidikan. Siapa pun pelaku dan orang-orang yang terlibat di balik kasus pembakaran ini pasti akan diproses,” ujar Kapolres kepada KORAN SINDO kemarin.

Dikatakan, perkembangan penyelidikan kasus ini akan disampaikan secara resmi oleh Kapolda Sulsel yang masih berada di Palopo hingga hari ini. “Kapolda akan melakukan konferensi pers di Mapolres Palopo besok (hari ini),” ujar dia. Kapolda Irjen Pol Mudji Waluyo membantah pihaknya tidak mengantisipasi kerusuhan Palopo. Dia mengatakan, polisi sudah bergerak dari awal dengan menurunkan pasukan dua satuan setingkat kompi (SSK), Rayon Sabhara untuk turun memantau langsung kondisi di Palopo.

“Itu semua berangkat dari perkiraan intelijen. Kegiatan kemarin (kerusuhan) pascakeputusan KPU dilakukan oleh pihak yang merasa tidak puas,” kata Mudji saat menggelar jumpa pers di Markas Polres Palopo, kemarin. Dalam jumpa persnya, Kapolda didamping Kapolres Palopo AKBP Endang Rasyidin dan pasangan nomor urut 5, Haidir Basir-Thamrin Jufri (Hati).

Sejak dini hari kemarin, tepatnya pukul 02.00 Wita, Kapolda Sulsel mengambil alih komando dan pengendalian pasukan di Palopo. “Pagi ini saya nyatakan, semua fungsi pemerintahan normal. Semua aktivitas masyarakat normal,” kata Mudji. Untuk pengamanan pascakerusuhan, polisi bersama TNI menurunkan sebanyak 1.157 personel. Terdiri dari Brimob Polda 5 SSK, TNI 2 SSK (Kodim 721 Andi Makkasau), personel dari Polres Luwu, Luwu Timur, Luwu, dan Polres Palopo.

Mudji mengatakan, pihaknya mengamankan 34 objek yang dianggap vital di Kota Palopo, yang meliputi sentra perekonomian, pemerintahan, dan aktivitas masyarakat. Soal jumlah pelaku yang diamankan, pernyataan Kapolda berbeda dengan Kapolres. “Telah diamankan satu orang yang kemungkinan besar akan menjadi tersangka. Dan, masih ada lima orang yang didalami,” kata Mudji.

Sebelumnya, Kapolres Endang menyebut tiga orang sebagai tersangka. Hanya, identitas tersangka enggan dipublikasikan termasuk perannya dalam kerusuhan tersebut. Sementara itu, kandidat wali kota Palopo yang kalah berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, Haidir Basir mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum, yakni lanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengaku tidak menerima putusan KPU yang memenangkan pasangan nomor urut 1 Judas Amir-Akhmad Syarifuddin (JA).

Menurut Haidir, kerusuhan yang terjadi di Palopo merupakan reaksi spontan massa pendukungnya karena mereka tidak puas dengan putusan KPU.“Insya Allah, saya akan menyampaikan kepada semua pendukung dan tim saya untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya anarkistis,” kata Haidir.

Pelayanan Publik Lumpuh

Kondisi Kota Palopo sehari pascapembakaran sejumlah kantor pemerintah dan swasta masih lumpuh kemarin. Aktivitas warga belum sepenuhnya berjalan normal, terutama pelayanan di kantor pemerintah. Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) tidak dapat berkantor lantaran gedung Kantor Wali Kota dan beberapa kantor pemerintah lainnya ludes dilalap api.

Sejak pagi, para PNS hanya datang mengumpulkan barang- barang yang selamat di antara puing-puing bekas gedung yang terbakar. Karena kondisi kantor Wali Kota rusak hingga 90%, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo terpaksa memindahkan delapan unit kerja ke Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) dan Auditorium SaokotaE, rumah jabatan wali kota.

Hanya dua unit kerja di Kantor Wali Kota yang tidak dipindahkan, yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Ruangan kedua unit kerja ini masih bisa digunakan. “Hanya dua instansi itu yang masih bisa menempati ruangan di Balai Kota. Sedangkan instansi lainnya, semua harus dipindahkan,” ujar Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso seusai meninjau Kantor Balai Kota kemarin.

Sementara ini, Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng juga berkantor di rumah jabatannya, SaokotaE, sedangkan Wakil Wali Kota Rahmat Masri Bandaso berkantor di rumah jabatannya, di depan gedung SCC, Jalan Ahmad Yani Palopo. Sementara pelayanan di Kantor Kecamatan Wara Timur, di Jalan Merdeka, hingga sore kemarin, lumpuh total. Tidak ada pelayanan di kantor ini karena seluruh ruangan rusak akibat dibakar.

“Kami masih mencari gedung untuk kantor camat Wara Timur, termasuk untuk Dinas Perhubungan yang kantornya ikut terbakar,” kata Rahmat. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Palopo, Muh Ansir Ismu menambahkan, yang bisa dilakukan pegawai kemarin hanya membenahi puing-puing perkantoran, termasuk mencari-cari arsip yang bisa diselamatkan. “Belum ada pelayanan.

Tapi diupayakan setelah seluruh unit kerja pindah ke SCC dan Auditorium SaokotaE, pelayanan bisa dibuka kembali,” kata dia. Kendati situasi keamanan berangsur normal, namun di beberapa sudut Kota Palopo, aparat kepolisian dan TNI bersenjata lengkap masih terlihat berjaga-jaga. Beberapa sarana vital tampak dijaga personel TNI dari Yonif 721 Makkasau, antara lain kantor perbankan, perkantoran pemerintah dan swasta, termasuk Pusat Niaga Palopo (PNP).

Aparat TNI juga bersiaga di lima kantor yang dibakar, termasuk Kantor KPU, Panwaslu, dan sembilan kantor Panwascam. Pada insiden kerusuhan pascapleno penetapan pemenang Pilkada Palopo 2013, Minggu (31/3), massa mengamuk dan membakar lima perkantoran milik pemerintah dan swasta. Massa juga merusak Kantor Panwaslu Kota Palopo. Lima perkantoran yang dibakar, tiga di antaranya milik Pemkot Palopo, yakni Kantor Balaikota Palopo, Kantor Dinas Perhubungan, dan Kantor Kecamatan Wara Timur.

Kantor lainnya yang ikut dibakar, yakni Kantor DPD II Partai Golkar dan kantor harian Palopo Pos. Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, mendesak Kapolres Palopo, AKBP Endang Rasyidin segera menuntaskan kasus pembakaran tersebut. Hingga kemarin, tim Bagian Aset Pemkot belum merampungkan pendataan kerugian akibat pembakaran aset milik pemkot itu. Namun, khusus pembakaran tiga kantor, kerugian ditaksir mencapai Rp15 miliar. “Khusus kerugian bangunan perkantoran saja, di atas angka Rp15 miliar,” kata Kepala Bagian Aset DPPKAD Kota Palopo, Yusuf Rolung. ● chaerul baderu/ ai pasinringi

Popular content