• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Pelatihan Guru Harus Diprioritaskan

Muhammad Nuh

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memprioritaskan pelatihan guru untuk kurikulum 2013. Guru menjadi salah satu kunci kesuksesan penerapan kurikulum tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, dengan persiapan pelatihan yang matang, Presiden berharap pelaksanaan kurikulum 2013 berjalan lancar. “Beliau (Presiden) meminta untuk menghitung berapa yang paling siap untuk guru karena di Indonesia ini ukuran (wilayahnya) sangat luas dan untuk SD saja terdapat 148.000 sekolah,” ungkap Nuh dalam keterangan persnya di Kantor Kepresidenan Jakarta kemarin.

Untuk pelatihan para guru tahun ini, Kemendikbud akan melakukan secara bertahap yaitu 10% dari 148.000 SD, 20% dari 35.000 SMP, 100% dari 11.637 SMA, dan 100% dari 10.684 SMK. “Selain jumlah sekolahnya yang sangat banyak, muridnya juga sangat banyak. Karena itu, kita harus cermat mempersiapkan ini semua dan kami akan siapkan detailnya agar masyarakat bisa merasakan manfaat ini,” tandasnya.

Presiden SBY didampingi Wapres Boediono kemarin siang memimpin rapat terbatas yang membahas khusus kurikulum pendidikan 2013. Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Mendikbud Muhammad Nuh. Nuh mengatakan, Presiden menyambut baik konsep dasar, metodologi, dan materi kurikulum 2013.

Dalam pelaksanaannya, kurikulum 2013 akan diimplementasikan secara bertahap baik untuk pelatihan para guru maupun pelaksanaan kurikulum baru. Presiden, menurut Nuh, menyetujui pelaksanaan kurikulum baru tahun 2013/2014. Dengan persetujuan Presiden itu, kurikulum baru akan dilaksanakan Juli mendatang.

“Setelah kami paparkan apa yang akan dirombak dan bagaimana implementasinya, pada prinsipnya Bapak Presiden memberikan arahan dan kurikulum 2013 tetap akan berjalan Juli nanti untuk Tahun Ajaran 2013/2014,” ungkapnya.

Buku kurikulum baru yang akan menjadi bahan ajar para siswa, menurut Nuh, akan dibagikan secara gratis. Dalam pelaksanaan selama Tahun Ajaran 2013/2014 siswa yang akan menerima kurikulum baru dilakukan secara bertahap selama tiga tahun ke depan. Tahun Ajaran 2013/2014 kurikulum baru hanya akan dinikmati oleh kelas 1 dan kelas 4 SD, kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA dan SMK.

“Kemendikbud akan terus menerus dan tetap melakukan pendampingan dan evaluasi selama pelatihan dan implementasi kurikulum 2013, pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 untuk perbaikan selanjutnya,” ungkap mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya ini.

Presiden SBY saat membuka rapat terbatas mengatakan, dalam era globalisasi dan transformasi kehidupan nasional, pendidikan harus dinamis termasuk kurikulumnya. Dengan demikian, tidak boleh ada kebijakan yang melenceng dalam pengembangan kurikulum, sistem evaluasi, metodologi, dan pendidikan bahan-bahan ajar pendidikan.

Semua pengembangan kurikulum itu, menurutnya, harus disesuaikan dengan perkembangan situasi. Namun, perubahan kurikulum tentu harus memiliki urgensi dan tujuan yang tepat dan benar. “Saya mendengar dan mengikuti perbincangan di area publik menyangkut kurikulum baik yang pro maupun yang kontra,” tandasnya.

Menurut mantan Menkopolsoskam ini, metodologi pengajaran dan pengasuhan serta sistem evaluasi yang tepat akan menentukan kualitas hasil didik yang baik. S e l a i n i t u , relevansi lulusan sekaligus juga akan mencegah ada miss match antara hasil didik dalam pendidikan dan pasar tenaga kerja.

“Ar t inya , j a n g a n sampai lembaga-lembaga pendidikan menghasilkan lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan tertentu yang tidak klop dengan upaya yang diperlukan oleh pasar tenaga kerja, apakah pekerja di lembaga pemerintahan, negara, atau di dunia swasta,” tambahnya.

Anggota Komisi X DPR Herlini Amran menyatakan, pada rapat terbatas bidang pendidikan dengan Presiden kemarin tidak sepatutnya Mendikbud menyatakan anggaran terkait pengadaan buku dan pelatihan guru sudah disetujui DPR. Pembahasan konstruksi kurikulum 2013 dan anggarannya masih berjalan, setidaknya hingga rapat kerja Komisi X DPR 10 April nanti.

Herlini menambahkan, terasa ganjil ketika Mendikbud berkata ada atau tidak kurikulum baru, proyek pengadaan buku dan pelatihan guru akan jalan terus. Jika memang benar keduanya merupakan program rutin Kemendikbud, mestinya Desember 2012 pun Kemendikbud mempunyai laporan realisasi program dan evaluasi kurikulum sebelumnya.

Dia menambahkan, rencana pengadaan buku dari jenjang SD-SMA sekitar 72,8 juta eksemplar seharga Rp1,2 triliun yang diklaim setiap tahun dilakukan dinilai janggal. Menurut dia, jika memang anggaran pengadaan buku itu anggaran tetap Kemendikbud, sudah tentu ada gambaran realisasi eksemplar sebelumnya.

Sementara yang diketahui publik hanya program buku elektronik sejak lima tahun terakhir, bukan buku siswa maupun buku babon dengan anggaran fantastis. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kapuskurbuk) Kemendikbud Ramon Muhandas menjelaskan, tim revisi kurikulum akan melakukan evaluasi isi dari buku-buku paket kurikulum 2013.

Tim tersebut akan melakukan penilaian bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Rekomendasi dari BSNP ini yang akan disahkan menteri. Ramon menyatakan, apa yang telah ditulis berpeluang untuk revisi jika dianggap tidak sesuai standar yang telah ditetapkan. Untuk kelas I SD terdapat delapan buku sesuai tema dengan ditambah enam buku agama. Untuk kelas IV SD sembilan buku ditambah enam buku agama, jadi untuk SD totalnya 29 buku.

Sementara SMP sembilan buku bidang studi ditambah enam buku agama. “Untuk SMA sampai saat ini hanya tiga, Bahasa Indonesia, Sejarah Indonesia, dan Matematika,” ungkapnya. rarasati syarief/ neneng zubaidah

Popular content