• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Pembunuhan Toni Terencana

Tiga tersangka pembunuhan Anjar, Furqon, dan Diah diinterogerasi Kapolres Kendal kemarin.

KENDAL– Aktor utama pembunuhan Toni Firtanto, 36, yang ditemukan tewas di teras rumahnya, yaitu Ahmad Furqon, 24, merencanakan aksi sadis itu tiga hari sebelumnya.

Dia tidak tahan melihat kelakuan Toni yang terus-menerus menganiaya istrinya, Diah Windarti, 36, selama 12 tahun. Sebelum eksekusi, Furqon sempat mengutarakan niatnya pada Diah. Wanita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan di Semaranga ini setuju karena sudah tidak tahan dengan kelakuan korban. Kelakuan inilah yang memotivasi Furqon menghabisi korban. Dia melihat sendiri penganiayaan yang dilakukan korban terhadap istrinya.

Dia tidak berani melaporkan penganiayaan itu karena diancam korban. “Dia mengancam akan membunuh saya setelah keluar dari penjara jika melaporkan kasus penganiayaan itu,” ujar Furqon di Mapolres Kendal kemarin. Dalam menjalankan aksi, Furqon meminta bantuan, Anjar Prayitno, 26, yang tak lain adalah adik kandung Diah. Anjar juga mempunyai dendam sama, dia merasa kakak iparnya itu berperilaku diluar batas kewajaran. Menurut pengakuan Anjar, kakak iparnya juga pernah memperkosa adiknya berinisial R, 16, satu tahun silam.

Tidak ada yang berani melawan ulah bejat korban karena takut diancam. Karena itu, mereka berdua sepakat menghabisi korban pada malam yang ditentukan. Saat Toni sedang tidur pulas di ruang tamu, Furqon dan Anjar datang memukul kepalanya dengan kapak hingga tewas. Setelah itu, tubuh Toni yang sudah menjadi mayat itu diseret dan diletakan di teras. Tidak itu saja, untuk mengelabui, jasad Toni ditindih dengan motornya. Istri korban, Diah, mengaku tidak bisa melawan dan melaporkan kelakuan kasar suami karena selalu diancam akan disiram dengan air keras.

“Sudah 12 tahun dia menganiaya saya dan tidak memberi nafkah lahir. Justru dia sering menganiaya saya,” ujarnya saat diinterogerasi Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal Ahmadi. Diah mengaku selama menjadi istri korban tidak pernah diberi nafkah lahir. Uang hasil kerjanya selalu diambil korban. Korban sering menganiaya dengan cara memukul helm maupun tangan kosong. Bahkan, korban pernah menabrakkan motor Honda GL Pro hingga dia jatuh tersungkur. Diah sebenarnya berharap korban mengubah perilakunya. Ternyata harapan itu tidak juga terwujud. Diah sempat ingin minta cerai tapi korban mengancam akan membunuhnya.

Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal Ahmadi ketika dikonfirmasi mengatakan, tiga tersangka ini mempunyai peran berbeda dalam aksi pembunuhan itu. Para tersangka sudah mengadakan rapat sebelum melaksanakan aksi. Tersangka bakal dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. zaenal alimin

Popular content