Tiket Kereta Progo Dijamin Tidak Naik

YOGYAKARTA– Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang merangkai gerbong kelas ekonomi AC ke dalam rangkaian kereta Progo membuat bingung masyarakat.

Mereka beranggapan harga tiket Progo akan naik menyesuaikan harga tiket ekonomi AC yang lebih mahal. Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Sri Winarto menegaskan tidak ada kenaikan harga tiket bagi kereta api ekonomi Progo. Yang ada itu adalah penambahan gerbong ekonomi AC ke dalam rangkaian kereta Progo tapi dengan harga tiket yang berbeda. “Tidak ada perubahan harga, tiket Progo tetap Rp35.000, sedang ekonomi AC Rp125.000,” tandasnya kemarin.

Penambahan gerbong ekonomi AC ke dalam rangkaian Progo bukan tanpa alasan. Menurut Winarto, hal ini untuk mengantisipasi jumlah penumpang yang tidak berakomodasi sehingga para calon penumpang bisa memilih, apakah akan naik gerbong Progo atau yang ekonomi AC. “Rangkaian kereta Progo hanya lima gerbong, bisa menampung sekitar 530 penumpang.” ”Untuk mengakomodasi calon penumpang yang tidak kebagian tiket Progo, bisa pilih yang ekonomi AC,” paparnya.

Gerbong ekonomi AC ini digandeng di belakang rangkaian kereta Progo dengan tujuan Yogyakarta– Jakarta dan berangkat setiap hari. Jumlah penambahan gerbongnya juga tergantung kebutuhan. “Biasanya ditambah 1–2 gerbong, tergantung jumlah penumpang,” kata Winarto.

Harga tiket untuk ekonomi AC lebih mahal karena tak dapat subsidi dari pemerintah. Winarto mengembalikan pilihan kepada masyarakat, jika akan berangkat pada hari keberangkatan namun kehabisan tiket gerbong Progo, bisa beralih ke gerbong ekonomi AC. “Kalau keberatan dengan harga tiket ekonomi AC, bisa menunda perjalanan atau pilih alat transportasi lain jika tak bisa menunda keberangkatan. Tapi rata-rata untuk gerbong ekonomi AC selalu penuh okupansinya,” ungkapnya.

Sebelumnya ratusan penumpang reguler kereta api ekonomi jarak jauh Yogyakarta– Jakarta memprotes rencana kenaikan tarif kereta ekonomi serta penerapan perubahan jadwal yang dianggap merugikan penumpang.

“Ini merupakan aksi spontanitas dari pengguna kereta api jarak jauh setelah kami mendengar adanya rencana kenaikan tarif kereta ekonomi hingga berkalikali lipat,” kata koordinator aksi Paguyuban Masyarakat Pengguna dan Pelanggan Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh Yogyakarta– Jakarta, Stevanus Dwi, di Stasiun Lempuyangan, kemarin.

Menurut dia, pengguna kereta api ekonomi sangat keberatan dengan rencana PT Kereta Api yang akan menaikkan tarif kereta api ekonomi dari Rp35.000 menjadi Rp150.000 per Juni, karena seluruh kereta akan dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara. “Kami tidak membutuhkan pendingin udara. Yang kami butuhkan adalah layanan kereta api sesuai jadwal. Selama ini perjalanan kereta api ekonomi sering molor dari jadwal yang sudah ditetapkan,” ucap Stevanus Dewi.

Selain keberatan dengan rencana kenaikan tarif, pengguna kereta api ekonomi jarak jauh tersebut juga keberatan dengan perubahan jadwal kereta api pascapenerapan grafik perjalanan kereta (gapeka) 2013 per 1 April. Penerapan gapeka membuat penumpang kereta api ekonomi tidak memiliki banyak pilihan untuk memilih kereta api yang akan digunakan untuk pergi pulang Yogyakarta– Jakarta.

“Dengan penerapan jadwal baru, kereta ekonomi yang bisa diakses dari Stasiun Senen, Jakarta hanya Progo. Dulu ada Kereta Bengawan, tetapi kini kereta itu berangkat dari Stasiun Tanjung Priok,” paparnya.

Kereta Bengawan kini diberangkatkan dari Jakarta pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya diberangkatkan pukul 19.40 WIB, dan Kereta Progo diberangkatkan pukul 22.00 WIB dari sebelumnya pukul 21.00 WIB. “Karenanya, pengguna kereta pun harus memilih menggunakan Progo. Kami berharap jadwal bisa dikembalikan seperti semula,” kata Stevanus Dewi, yang menjadi penumpang rutin kereta ekonomi sejak 10 tahun lalu.

Seorang penumpang lain, Yudi, mengatakan, penumpang kemungkinan akan menggunakan moda angkutan lain apabila tidak ada jawaban dari PT Kereta Api. “Mungkin kami akan menyewa bus,” ucapnya. ristu hanafi/ant

Popular content