• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Semenanjung Korea Memanas, AS Tunda Uji Coba Rudal

Foto yang dirilis KCNA kemarin memperlihatkan tentara Korea Utara (Korut) sedang berlatih menembak dengan target foto Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Kwan-jin (kiri) dan tentara Amerika Serikat (kanan belakang) di sebuah lokasi yang tidak disebutkan pada Sabtu (6/4).

SEOUL– Amerika Serikat (AS) kemarin menunda uji coba rudal balistik antarbenua untuk menghindari ketegangan dengan Korea Utara (Korut) di tengah memanasnya Semenanjung Korea. Washington sangat khawatir dengan eskalasi selama beberapa pekan terakhir mengenai kemarahan Korut dan ancaman perang di Semenanjung Korea. Namun, Pentagon menutup informasi jadwal baru uji coba rudal karena adanya ketakutan dunia internasional kalau situasi justru semakin lepas kendali.

Seorang pejabat pertahanan AS mengungkapkan, Menteri Pertahanan Chuck Hagel menunda uji coba rudal Minuteman 3 di Pangkalan Pesawat Tempur Vandenberg di California, AS. Penundaan ini berkaitan kemungkinan kesalahpahaman kalau AS justru memperkeruh krisis Korut. “Kami ingin menghindari kesalahpahaman atau manipulasi,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada AFP. “Kami berkomitmen untuk menguji coba ICBM (Rudal Balistik Antar-Benua) untuk menjamin keselamatan, keamanan dan cadangan nuklir yang efektif.”

Semenanjung Korea memanas sejak sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korut, menyusul uji coba rudal dan nuklir yang dilakukan Korut pada beberapa waktu lalu. Apalagi, Korut telah menempatkan dua rudal jarak menengahnya di peluncur dan menyembunyikannya di dekat fasilitas bawah tanah di dekat pantai timur.

Sementara, Penasihat Keamanan Nasional Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye, Kim Jang-soo, mengungkapkan bahwa provokasi Korut bertujuan untuk memaksa Seoul dan Washington agar mendekati Pyongyang untuk menawarkan konsesi. “Kami percaya kalau Korut mencoba memainkan situasi agar AS mengirimkan utusan khusus, Korsel menawarkan dialog dengan meminta China dan Rusia bertindak sebagai mediator,” kata Kim.

Bagaimana jika Korut tetap meluncurkan rudal? Kim mengungkapkan, Korut bakal meluncurkan rudal sekitar tanggal 10 April seperti yang diinformasikan oleh kedutaan asing. Namun, belum ada tanda-tanda persiapan konflik skala besar yang dilakukan Korut. Sementara, Seoul kemarin mengungkapkan, 13 perusahaan Korsel dipaksa tutup berproduksi di zona industri bersama Kaesong di Korut. Korsel mengungkapkan, situasi semakin kritis jika Pyongyang terus melanjutkan pelarangan masuk ke kawasan tersebut.

Dari Beijing, Presiden China Xi Jinping kemarin menegaskan Asia menghadapi “tantangan baru”, yakni stabilitas. Dia menegaskan, tidak boleh ada seorang pun untuk menjerumuskan wilayah Asia ke kekisruhan dan ketegangan Korut. “Tidak ada toleransi bagi siapa yang memperkeruh kekisruhan untuk kepentingan pribadi. China bakal memperteguh kedaulatan dan integritas teritorial,” kata Xi di depan forum internasional di Hainan.

China kemarin juga meminta Korut untuk menjamin keselamatan para diplomatnya setelah peringatan mempertimbangkan evakuasi. “Kedutaan Besar China tetap beroperasi normal meskipun Semenanjung Korea semakin memanas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, dikutip AFP. “Pemerintah Korut harus menjamin keselamatan diplomat China berdasarkan Konvensi Jenewa dan hukum internasional.”

Reaksi lebih keras justru diungkapkan Jepang. Tokyo kemarin memerintahkan pasukannya untuk menembak jatuh rudal Korut yang mengarah ke wilayahnya. Perintah tegas itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Itsunori Onodera kemarin kepada harian Yomiuri dan kantor berita Jiji Press. Menurut sumber rahasia, perintah itu tidak dimaksudkan untuk menakuti publik. ● andika hendra m  

Popular content