• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Partisipasi Pemilih Pileg Diprediksi Hanya 68%

(Kiri-kanan) Ketua DPD Irman Gusman, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, dan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mengikuti jalan sehat di kawasan Monas, Jakarta, kemarin. Gerak jalan tersebut serentak dilaksanakan di seluruh KPU provinsi dan KPU kabupaten se- Indonesia dalam rangka menyongsong Pemilu 2014 yang jujur dan adil.

JAKARTA – Partisipasi pemilih di Pemilu Legislatif 2014 diprediksi hanya 68%. Hal ini didasari oleh menurunnya partisipasi pemilih pada penyelenggaraan pilkada. Peneliti pemilu dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) August Mellaz mengatakan, berdasarkan hasil penelitian pihaknya pada penyelenggaraan pilkada provinsi di 11 provinsi, jika dirata- ratakan partisipasi pemilihnya hanya 68%.

”Dari data pelaksanaan pilkada di 11 provinsi, rata-rata partisipasi pemilu hanya 68%. Hal itu mirip dengan tren penyelenggaraan Pemilu Legislatif 1999–2009. Karena itu, dampak turunnya partisipasi pemilih pilkada akan terasa di Pemilu Legislatif 2014,” kata dia saat dihubungi KORAN SINDO diJakarta kemarin.

Beberapa provinsi yang dijadikan tolok ukur itu adalah Papua Barat, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sulawesi Barat, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Papua, Jawa Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Dia mengungkapkan, dari 68% partisipasi pemilih pada pelaksanaan pilkada itu, jumlah suara sah dirata-ratakan sebesar 64%, suara tidak sah sebesar 4%, dan pemilih yang tidak menyalurkan pilihannya sebesar 32%.

August mengatakan, jumlah pemilih yang tidak menyalurkan hak pilih dan suara tidak sah pada penyelenggaraan ini cukup besar dan dalam posisi yang mengkhawatirkan. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu dituntut bisa memulihkan kondisi ini. ”Hingga saat ini, penyebab menurunnya tingkat partisipasi pemilih itu masih sulit dipastikan kevalidannya. Ini lantaran KPU tidak pernah terbuka untuk mengungkapkan historis data pemilih dari pemilu ke pemilu,” tegasnya.

Padahal, dia mengungkapkan untuk mengetahui faktor utama yang menjadi penyebab terus menurunnya tren partisipasi pemilih dari pemilu ke pemilu itu, bisa diteliti dari sisi behavioral (kebiasaan) pemilih dan manajemen pemilu. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Indria Samego juga memprediksi partisipasi masyarakat akan menurun di Pemilu 2014.

Penurunan partisipasi pemilih tersebut dikarenakan banyak kader parpol yang tersandung kasus korupsi. Korelasinya, lanjut dia, permasalahan korupsi sejauh ini merupakan hal paling sensitif yang bisa memengaruhi pandangan masyarakat terhadap keberadaan parpol dan kaderkadernya. ”Yang pasti saat ini terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap parpol yang dianggap sebagai pilar demokrasi. Sikap tidak memilih ini saya pikir akan lebih tinggi dibanding 2009 lalu,” paparnya.

Dia mengutarakan, partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilkada yang terlihat sangat minim bisa menjadi contoh terjadinya pesimisme masyarakat. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah pelaksanaan Pilkada yang tingkat partisipasi pemilihnya bahkan hanya 50–60%. Namun, menurut dia, kendati hanya 50% pemilih, hal itu tidak memengaruhi jalannya pemilihan.

Hal ini juga diakui oleh Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPP Partai Golkar Indra Jaya Piliang. Pihaknya pun memprediksi angka partisipatif pemilih pada Pemilu 2014 mendatang akan turun. ”Saya prediksi angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 turun, kisarannya di bawah 71%. Banyak faktor penyebab angka partisipasi pemilih turun, terutama dari kalangan masyarakat menengah ke atas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik menargetkan adanya peningkatan partisipasi pemilih di Pemilu 2014 mendatang sebesar 4%. Jika pada Pemilu 2009 partisipasi pemilih ada di angka 71%, kali ini KPU menargetkan kenaikan hingga 75%. ”Agar target tersebut tercapai, kami sudah melakukan beberapa upaya. Salah satunya bekerja sama dengan Forum Rektor Indonesia melalui sebuah nota kesepahaman, untuk memberikan sosialisasi pemilu kepada masyarakat calon pemilih, terutama pemilih pemula,” paparnya.

Melalui kerja sama tersebut, dia mengharapkan ada upaya untuk memberikan konsultasi dan sosialisasi penyelenggaraan pendidikan pemilih kepada masyarakat kampus serta menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. radi saputro

Popular content