• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jepang Danai Proyek KA - Bangun Jalur Double-Double Track Manggarai-Bekasi

JAKARTA– Pengerjaan proyek jalur kereta api double-double track (DDT) yang menghubungkan Manggarai-Bekasi memanfaatkan dana pinjaman dari Jepang dan obligasi syariah (sukuk).

Proyek pembangunan senilai Rp8,3 triliun tersebut terdiri atas empat paket, di antaranya dua paket pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dandua paket berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melaluipenerbitansukuk. “Sebagiandari empat paket itu sudah mulai berjalan dan masih ada yang dalam proses pembebasan lahan,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan di Jakarta kemarin.

Tund j u n g mengatakan, empat paket tersebut meliputi elektrifikasi Bekasi-Cikarang (Paket B1), pembangunan DDT dan stasiun antara Manggarai- Jatinegara (A), peningkatan track existing-pembangunan Depo Cipinang (B2-1), dan pembangunan DDT antara Jatinegara- Bekasi (B2-2). Tundjung menjelaskan, pembangunan elektrifikasi jalur KA Bekasi-Cikarang telah memasuki masa kontrak dan ditargetkan bisa selesai pada 2015 mendatang.

Sementara, sisanya masih dalam tahapan pengadaan lahan, pelelangan, dan pengusulan sukuk. “Terutama, untuk pembangunan DDT antara Jatinegara-Bekasi yang masuk paket B2-2,” kata dia. Menurut dia, program DDT dimaksudkan untuk memisahkan jalur pelayanan kereta jarak jauh dan pelayanan kereta api komuter. Nantinya, jalur keretanya ada empat yakni masingmasing dua jalur untuk kereta jarak jauh dan dua jalur lagi untuk komuter Jabodetabek.

Subsidi Tetap Diberikan

Disinggung rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghapus kereta ekonomi non-AC, Tundjung menyatakan, pihaknya tetap akan memberikan subsidi kepada pengguna jasa kereta ekonomi non-AC yang berdaya beli rendah. Namun, pola subsidinya diubah. Pemberian subsidi akan diberikan langsung kepada mereka yang berdaya beli rendah sehingga masyarakat masih bisa menggunakan KRL AC dengan tarif subsidi.

Pemberian subsidi akan dilakukan dengan syarat PT KAI telah menerapkan eticketing. “Kalau mengenai anggaran, saya kira masih cukup dari PSO (public service obligation) yang ada sekarang sebesar Rp704 miliar. Namun, anggaran tersebut hanya sebatas bagi masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya. Anggota DPR Komisi V Sigit Sosiantomo mengatakan, subsidi kereta kepada penumpang kurang mampu menjadi tugas pemerintah.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah menghapus subsidi. “Bahkan kalau subsidinya melalui PSO bisa bertambah, tidak ada masalah, ajukan saja ke pemerintah melalui DPR,” ucapnya. Dia mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan apabila PSO Kereta membengkak. Salah satunya mengalihkan sebagian anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke sektor transportasi.

Menurut dia, Kementerian Perhubungan memiliki tugas penting sebagai regulator untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di sektor transportasi kereta api. Mengenai, rencana PT KAI mengkaji harga tiket untuk kereta kelas ekonomi, pihaknya tetap mendukung dan mengapresiasi langkah tersebut. ●ichsan amin

Popular content