• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    33 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    27 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Yogyakarta

    Diperkirakan Badai Petir
    30 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    32 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Padang

    Diperkirakan Badai Petir
    31 °C

Konflik Semenanjung Korea - Korea Utara Kosongkan Kaesong

Seorang tentara Korea Selatan (Korsel) memasang barikade di Kaesong kemarin. Kaesong merupakan kawasan industri bersama Korsel dan Korea Utara (Korut). Pada Minggu (7/4), 13 perusahaan Korsel dipaksa menghentikan produksinya. Hal ini menyebabkan situasi kedua negara terus memburuk.

SEOUL— Korea Utara (Korut) kemarin menarik 53.000 pekerjanya dari zona industri Kaesong dan menutup semua aktivitas komersial di kompleks yang dioperasikan bersama Korea Selatan (Korsel) itu.

Penutupan Kaesong menjadi sinyal kuat bahwa Korut memang serius dengan ancamanancaman yang telah mereka keluarkan dalam beberapa pekan terakhir. Zona industri tersebut sangat strategis dalam perbatasan antara Korut dan Korsel. “Korut akan menarik semua karyawannya dari zona Kaesong,” kata Kim Yang-gon, sekretaris Komite Pusat Partai Pekerja Korut, seperti dikutip KCNA.

Pada saat yang sama, Kim mengungkapkan, Pyongyang akan menutup sementara operasional di Kaesong dan mempertimbangkan penutupan permanen zona tersebut atau mempertahankannya. Kim yang kemarin menggelar tur di Kaesong mengungkapkan, pengosongan Kaesong itu karena “penghasut militer” yang ingin menempatkan zona industri tersebut sebagai konfrontasi di tengah-tengah ketegangan militer di Semenanjung Korea.

“Bagaimana situasi bakal berkembang pada beberapa hari ke depan bakal bergantung sikap otoritas Korsel,” ungkap dia. Korut juga telah melarang para manajer dan karyawan dari Korsel untuk memasuki perbatasan menuju kompleks industri sejak Rabu (3/4). Namun, 500 pekerja Korsel masih terjebak di Kaesong, sedangkan 300 warga lainnya telah kembali ke negaranya.

Sejauh ini sedikitnya 13 dari 123 perusahaan Korsel yang beroperasi telah dipaksa untuk menghentikan produksinya karena permasalahan bahan bakar dan kurangnya pasokan bahan baku. Langkah ini langsung mengundang reaksi dari Korsel yang menyebut aksi penutupan Kaesong itu tidak bisa dibenarkan.

“Korut akan dimintai pertanggungjawaban atas semua konsekuensi langkah ini,” ungkap pernyataan Kementerian Unifikasi Korsel. Menteri Unifikasi Korsel Ryoo Kihl-jae kemarin mengungkapkan, “tanda-tanda” uji coba rudal pada jalur pipa di Korut telah diketahui intelijen. Itu terkait semakin aktifnya kegiatan di fasilitas uji coba atom di Punggye-ri. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin mengungkapkan, konflik di Semenanjung Korea bakal lebih parah kerusakannya dibandingkan bencana nuklir Chernobyl pada 1986.

“Saya tidak akan merahasiakan hal itu. Kami mengkhawatirkan eskalasi di Semenanjung Korea karena kami bertetangga,” kata Putin dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Putin meminta semua pihak untuk tetap tenang dan memulai dialog untuk memecahkan masalah yang telah berlangsung beberapa tahun ke meja perundingan. Dia juga menghargai keputusan Amerika Serikat yang menunda uji coba rudal untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea. ●andika hendra m

Popular content