• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Stadion GLBA Solusi Persib Masalah Buruknya Lapangan

BANDUNG– Mulai rampungnya Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi harapan Persib Bandung Atep dkk tidak lagi menghadapi sejumlah kendala mendasar terkait fasilitas lapangan, lampu stadion, kapasitas penonton, dan lainnya.

Stadion impian jutaan Bobotoh tersebut berdiri megah di ujung timur Kota Bandung. Sejak 31 Maret lalu, pembangunan Stadion GBLA dinyatakan selesai. Namun, Maung Bandungbelum secara resmi menggunakan stadion yang dibangun PT Adhi Karya tersebut. Bagi Persib, GBLA memang menjanjikan sejumlah solusi dan impian.

Kapasitas penonton yang mencapai hampir 40.000 tempat duduk itu diharapkan bisa menjawab permasalahan membeludaknya penonton, terutama ketika Persib menjalani laga-laga penting seperti melawan musuh bebuyutannya, Persija Jakarta atau Arema Indonesia. Sebelum GBLA berdiri, Persib sering kali bolak-balik menggunakan Stadion Siliwangi dan Stadion Si Jalak Harupat.

Tapi, kedua venue tersebut kerap tidak bisa menjawab kebutuhan penyelenggaraan pertandingan yang lebih baik. Stadion Siliwangi, misalnya, acap terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Penonton yang meluber hingga lintasan atletik jadi pemandangan yang lumrah terjadi di era Perserikatan maupun model Kompetisi Liga Indonesia di pertengahan 1990-an hingga akhir tahun 2000-an.

Sejumlah peristiwa bisa dijadikan cermin jika Stadion Siliwangi sudah tidak layak lagi menggelar pertandingan sekelas Indonesia Super League (ISL). Misalnya, kericuhan pada laga Persib kontra Persija di dalam maupun di luar areal Stadion Siliwangi pada Ligina musim 1999 yang ikut memicu tumbuhnya benih permusuhan di antara kedua kelompok suporter.

Lalu, peristiwa membeludaknya penonton pada laga Persib kontra Persema Malang di Ligina 2007/2008 yang membuat pertandingan sempat harus dihentikan sekitar satu jam, sebelum kemudian dilanjutkan. Kejadian terakhir ketika kiper Persib I Made Wirawan terkapar tak sadarkan diri. Posisi mobil ambulans yang terpaksa di parkir di luar Stadion Siliwangi akibat terbatasnya akses masuk stadion dituding ikut andil pada lambatnya proses penanganan medis kepada I Made.

Dari sisi fasilitas pun tidak laga menjanjikan kenyamanan. Seperti lampu penerangan stadion yang kurang layak, akses jalan kendaraan ke dalam areal stadion yang terbatas. Kualitas rumput maupun drainase yang membuat permukaan lapangan gampang tergenang air dan berlumpur serta masalah lainnya jadi catatan yang bisa dijadikan bahan evaluasi bagi pengelola Stadion Siliwangi.

Catatan minus juga pernah ditorehkan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, yang sejak musim 2007, mulai dimanfaatkan sebagai kandang Persib. Peristiwa banyaknya Bobotoh yang menjadi korban akibat berdesak-desakan pada laga Persib melawan Arema di Indonesia Super League (ISL) musim 2009/2010 jadi contoh kapasitas Si Jalak Harupat dalam beberapa kesempatan belum bisa mengimbangi animo Bobotoh.

Problem lainnya yang sering membuat Bobotoh kesal jika laga digelar di Si Jalak Harupat adalah akses menuju ke dalam maupun keluar stadion yang tergolong sempit. Tidak mengherankan jika setiap laga selesai digelar, sering terjadi penumpukan kendaraan di pintu areal stadion milik Pemkab Bandung tersebut. Saat laga besar, kemacetan berjam-jam biasanya terjadi di semua arah.

Karena itu, keberadaan GBLA yang sudah sejak lama dinantikan bisa mengatasi semua permasalahan yang selama ini dihadapi Persib. “Mudah-mudahan saja bisa secepatnya selesai. Kami tidak mengharapkan terus tertunda. Karena bermain di lapangan yang rumputnya bagus, pasti akan membuat permainan lebih menarik,” kata Manajer Persib Umuh Muchtar.

Harapan senada diungkapkan Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. Menurut Djanur, identitas sebuah tim juga bisa terlihat dari stadion yang digunakan. “Mudah-mudahan bisa memberikan harapan baru dan prestasi buat Persib,” tandasnya. ● mohamad taufik

Popular content