• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

8 Kepala Cabang iQro’ Segera Diperiksa

SEMARANG- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang segera memanggil delapan kepala cabang (kacab) iQro’ Manajemen di Jawa Tengah terkait dugaan penipuan berkedok investasi yang dilaporkan nasabahnya.

Kepala Satreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan Senin (15/4) mendatang. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi. ”Surat panggilan sudah dilayangkan, ya untuk mengetahui bagaimana proses investasi itu, merekrut nasabah ataupun mengklarifikasi terkait laporan dugaan penipuan itu,” katanya ditemui di Mapolrestabes Semarang, kemarin. Satreskrim Polrestabes juga sudah menetapkan Direktur Utama (Dirut) iQro Manajemen, Agung Ahmad sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menurut Sugihhartono, foto - foto wajah Agung Ahmad sudah disebar ke beberapa tempat. Selain itu, jajaran Satreskrim juga melacak keberadaan Agung Ahmad. “Kami juga koordinasi dengan Densus 88 Antiteror, mereka punya alat canggih, untuk mencari tahu keberadaannya,” ujarnya. Diketahui, pihak Satreskrim Polrestabes Semarang juga telah melakukan penyelidikan ke kantor pusat iQro’ Manajemen di Jalan Gajahbirowo, Tlogosari, Semarang. Di sana, polisi memeriksa empat central prosessor unit (CPU), tiga di antaranya tidak bisa dibuka karena diprotek.

Karyawan berdasarkan data itu berjumlah 230 orang. Sementara itu, di Polrestabes Semarang tercatat ada sembilan orang yang mengaku korban penipuan iQro’. Mereka semua sudah dimintai keterangan. Di antaranya dilaporkan Suhardi, 78,warga Jalan Ngesrep Timur RT06/RW01, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dia melapor di SPKT Polrestabes Semarang pada Rabu (27/3) lalu. Pada laporannya, dia bersama istri mengaku mengalami kerugian Rp31juta. Suhardi menyetor tabungan umrah pada 15 Mei 2012 di kantor iQra, Jalan Wahidin Nomor 39 Semarang.

Namun sampai waktu yang dijanjikan, Suhardi tidak diberangkatkan umrah. Seorang korban lain, Eddy Hartanta juga melaporkan atas dugaan pidana yang sama merugi Rp40juta.Selain di Polrestabes Semarang, pelaporan ini juga terjadi di beberapa wilayah lain. Mulai Magelang, Kendal, Surakarta. Beberapa korban juga ada yang melapor ke Polda Jawa Tengah. Salah satu yang melapor di Polda bernama Erindon Budi Cahyanto, warga Jalan Arjuna I, nomor 11, Serengan, Surakarta.

Ia melaporkan Direktur Utama iQraManajemen, AgungAhmad. Pada laporannya, Budi mengaku menjadi korban penipuan investasi iQra. Pada 19 April 2012, dia menanamkan uang investasi Rp10juta. Dijanjikan keuntungan 1,3% per bulan atau 17% per tahun. Keuntungan itu, ujar Budi, diterimanya selama lima bulan. Terhitung mulai Mei hingga Oktober 2012. Besarannya Rp130.000 per bulan, sesuai perjanjian. Namun itu ternyata hanya berjalan lima bulan, setelah itu dia tidak mendapat uang lagi, juga kejelasan uang investasinya.

“Saya klarifikasi ke cabang, ternyata kepala cabangnya tidak tahu, keberadaan dirut juga tidak tahu di mana, ini kan aneh,” ujarnya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar (Polisi) Djihartono mengatakan jajarannya juga menerima laporan dugaan penipuan iQro’ Manajemen.

“Kami terus koordinasi, awal pekan kami juga mintai keterangan saksi pelapor, suami istri, kalau dirutnya itu kami tentu bisa lakukan langkah kepolisian. Informasi itu mantan anggota Polri atau apa, kami tetap akan memprosesnya,” tandasnya. eka setiawan

Popular content