• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Rumah Makan Aroma Palopo,Makassar - Kesegaran Khas Kota Daeng

Sejumlah orang menikmati sajian di Rumah Makan Aroma Palopo, Makassar. Pallu mara dan barobbo merupakan menu yang difavoritkan pengunjung tempat ini.

Makassar dikenal kaya akan ragam sajian berbahan dasar ikan. Dua menu yang diangkat dalam Jelalah Kuliner kali ini juga mengandung bahan dasar hasil laut yang segar. Hanya, jenis hidangannya sangatlah berbeda.

Pallu mara dan barobbo menjadi menu santapan pilihan KORAN SINDOkali ini. Yang satu merupakan sajian ikan berkuah, sementara menu satu lagi masuk kategori bubur, namun terdapat bahan hasil laut di dalamnya. Menu pertama yang dicicipi adalah pallu mara besutan Aroma Palopo. Rumah makan ini nyaris tidak pernah sepi pengunjung sejak buka pukul 08.00 Wita hingga malam hari.

Kendati berlabel Aroma Palopo, di tempat ini sangat mudah ditemukan ragam kuliner khas dari berbagai tempat di Sulawesi Selatan, salah satunya pallu mara yang sangat difavoritkan pengunjung. Pallu mara merupakan menu ikan segar dengan kuah berwarna kekuningan. Makanan ini terkenal dengan ciri khas rasa kecut yang dihasilkan dari asam jawa dan ditambah aroma lengkuas.

Melihat sajiannya sekilas, masakan ini tak berbeda d e n g a n pallu maradi tempat makan lain. Namun, ketika KORAN SINDO diberi pilihan menu, rupanya di tempat ini tersaji dua pilihan ikan yang bisa diracik yaitu ikan bandeng atau warga setempat menyebutnya ikan bolu, serta ikan lamuru. Tidak hanya itu, untuk mencicipinya, pemilik warung tak bisa langsung menyajikan di meja.

Pengunjung harus menunggu sekitar 20 menit demi memperoleh rasa ikan yang segar dan masih panas. Di tempat ini, kuah pallu mara terasa begitu kental karena bercampur minyak goreng yang disajikan bersama bawang goreng, asam, dan digarnis dengan lengkuas serta cabai merah yang semakin mempercantik tampilannya. “Rasanya sangat lezat, apalagi ketika kuahnya dicampur dengan nasi panas,” ujar salah seorang pengunjung, Rasni.

Citarasalain pallumaradapatdinikmati dengan mencoba daging ikan lamuru. Dagingnya lembut dan enak. Di sinilah cita rasa kuah pallu maraterecap jelas. Ada rasa pedas khas cabai merah yang dinikmati bersama kecut kuah ikannya. Adapun bumbu dasar pallu mara terdiri atas kunyit, buah asam, belimbing wuluh, bawang merah, bawang putih, cabai, batang sereh, dan bisa juga menggunakan daun kemangi.

“Di tempat saya, pallu mara tidak hanya disajikan per bagian ikannya, tapi bisa dinikmati utuh, mulai kepala hingga ekor sehingga konsumen dapat mencicipi cita rasa di tiap bagian ikan tersebut,” papar pemilik rumah makan Aroma Palopo, Fatmawati Pasowo. Perempuan paruh baya ini menambahkan, untuk pemilihan bahan dasar ikan, semua dikerjakan sendiri agar bahan yang dipilih benar-benar yang terbaik.

Setiap hari Fatmawati menyiapkan 30 porsi pallu mara. Jumlah tersebut bisa bertambah, bergantung kunjungan konsumen. Tiap porsi pallu mara dibanderol dengan harga Rp20.000. Menu kedua yang KORAN SINDO coba yakni barobbo. Tak sekadar hadir sebagai pelengkap menu kuliner khas, namun mencicipinya bakal memberikan manfaat kesehatan bagi siapasaja. Dalammenuiniragamjenis zat nabati dan hewani bisa dijumpai, mulai jagung, sayuran, ikan, udang, hingga ayam.

Di Makassar yang berjuluk Kota Daeng tidaklah sulit menemukan barobbo atau yang umum dikenal dengan nama bubur jagung. Di Aroma Palopo, sajian bubur jagung disulap menjadi ragam tampilan. Barobbo buatan warung makan yang memanfaatkan pekarangan rumah ini terlihat beda berkat sajian kuahnya yang begitu kental. Menurut Fatmawati, kuah kental tersebut diperoleh dari hasil saripati campuran air dengan nasi.

Sementara untuk cita rasa lain dihasilkan dari racikan bumbu bawang merah dan bawang putih yang dipotong halus, ditambah merica bubuk, lalu ditaburi garam. “Makanan ini kaya akan unsur nabati di antaranya bayam, kangkung, dan batang seledri cincang. Ada juga tambahan lain yaitu ubi, telur, dan udang,” ungkapnya.

Kelezatan cita rasa barobbo diakui pengunjung setia Aroma Palopo yang lain, Fatir. Menurutnya, ketika menyantap barobbo, lidah langsung merasakan kekentalan kaldu yang lezat serta campuran rasa manis dari biji jagung sisiran. Menu satu ini akan semakin nikmat ketika dicampur dengan daging udang, ikan, plus ayam. ● suwarny dammar

Popular content