• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Bekasi Normalisasi Kali Sunter

BEKASI – Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran Rp1,7 miliar untuk mendukung rencana normalisasi Kali Sunter yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tahun ini.

Aliran Kali Sunter juga diketahui melintasi beberapa wilayah di Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi mengatakan, anggaran untuk normalisasi Kali Sunter tersebut dikucurkan dari APBD 2013. Anggaran tersebut sebelumnya disiapkan Pemkot Bekasi sejak 2012. ”Tidak terserap akibat kegiatannya berjalan lambat,” katanya kemarin. Pria yang akrab disapa Pepen ini mengakui, normalisasi tersebut untuk mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta, yang mana Kota Bekasi sebagai kota penyangga Ibu Kota.

Pemkot Bekasi juga sudah membentuk tim yang melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut Pepen, anggaran Rp1,7 miliar dari APBD akan dimanfaatkan untuk pembebasan tanah di sekitar bantaran sungai. Kota Bekasi bertanggung jawab membebaskan lahan yang dilintasi Kali Sunter di Bekasi seluas 5 ha, yang berjarak sekitar 15 meter dari sungai. Kali Sunter melintasi dua wilayah dengan pembebasan lahan berada di dua kecamatan yakni Pondok Gede dan Pondok Melati.

Dari dua kecamatan itu, lahan yang dibebaskan di lima kelurahan yakni Jaticempaka, Jatiwaringin, Jatimurni, Jatirahayu, dan Jatiwarna. ”Hasil pendataan awal, pemilik aset terbanyakberada diJatiwaringin sebanyak 67 pemilik dalam bentuk bangunan dan tanah. Saat ini pembebasan lahan itu sedang berlangsung,” ungkapnya. Pepen berharap, dengan normalisasi itu, dua wilayah Kota Bekasi terbebas dari banjir.

Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA) Kabupaten Bekasi memulai pembuatan 35 titik saluran air yang melintas di empat desa yang ada di Kecamatan Serang Baru dan Cikarang Selatan. Pembangunan ini untuk mengantisipasi datangnya banjir musiman. Kabid Pengairan DBMPSDA Kabupaten Bekasi Denny Rusnandi menjelaskan, pembuatan 35 saluran air itu menelan anggaran Rp3,6 miliar dari APBD 2013. Saluran itu dibuat guna mengantisipasi banjir yang selama ini menerjang kedua wilayah itu. ”Mei, 35 saluran itu mulai dikerjakan,” katanya.

Titik-titik saluran itu terbagi di Serang Baru sebanyak 24 titik. Sedang di Kecamatan Cikarang Selatan ada 12 titik. ”Ini untuk mengurangi genangan air banjir,” ungkapnya. Bila terjadi banjir, sedikitnya rumah 1.500 warga tergenang air dengan ketinggian rata-rata 30- 60 cm. Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengakui, saluran air merupakan kebutuhan vital di suatu permukiman. abdullah m surjaya

Popular content