• Diperkirakan Badai Petir

    Jakarta

    Diperkirakan Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Merata

    Surabaya

    Mendung Merata
    31 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    28 °C

  • Badai Petir

    Yogyakarta

    Badai Petir
    28 °C

  • Mendung Merata

    Surabaya

    Mendung Merata
    31 °C

  • Diperkirakan Turun Hujan

    Makassar

    Diperkirakan Turun Hujan
    30 °C

  • Mendung Sebagian

    Padang

    Mendung Sebagian
    31 °C

Pengusaha Kafe dan Restoran Jatim, Jajal Pasar Balikpapan

SURABAYA– Sejumlah pengusaha food and beverages (F and B/café dan restoran) Jawa Timur (Jatim) berencana melakukan ekspansi usaha ke Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim).

Ekspansi ini menyusul rencana berdirinya central business district (CBD) baru di jantung kota tersebut. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Mufid Wahyudi mengatakan, berdirinya kawasan sentral bisnis di Balikpapan ini menyusul pertumbuhan ekonomi di Balikpapan yang banyak didorong oleh keberadaan industri pertambangan.

Beberapa blok dari kawasan bisnis tersebut rencananya akan selesai dibangun pada akhir tahun ini. Sehingga tahun depan sudah bisa beroperasi. “Senin (23/4) kami bersama dengan sekitar 50 pengusaha F and B akan berangkat ke Balikpapan. Kami akan memetakan potensi pasar di sana seperti apa,” ujarnya.

Proyek CBD Balikpapan terdiri dari citywalk, apartemen, hotel, gedung perkantoran serta gedung pertemuan. Diperkirakan penyelesaiannya total memerlukan waktu hingga lima tahun. Balikpapan diperkirakan memiliki penduduk sekitar 637.488 jiwa dan merupakan 18 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia.

Perekonomian kota ini bertumpu pada sektor industri yang didominasi oleh industri minyak dan gas, perdagangan dan jasa. Kota ini memiliki Bandar Udara (bandara) berskala internasional, yakni Bandara Sepinggan serta Pelabuhan Semayang selain pelabuhan minyak yang dimiliki Pertamina. “Ketika berekspansi ke Balikpapan, nanti kami akan mencari mitra dari lokal.

Tapi tetap kami akan selektif sesuaidenganstandaryangkami tentukan,” kata Mufid. Potensi bisnis F and B di Balikpapan, president direktur Black Canyon Coffee ini mengaku cukup potensial di Balikpapan. Saat ini, sudah ada beberapa pelaku usaha F and B dari Jatim yang berekspansi ke sana. Hingga kini, usaha mereka terus berkembang.

Kebutuhan F and B yang berkualitas di Balikpapan sangat diperlukan mengingat masyarakat disana sudah mulai mengenal gaya hidup seperti di Surabaya. Misalnya nongkrong di Café. “Untuk kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang rencananya akan naik, saya kira tidak banyak berpengaruh terhadap rencana ekspansi ini. Ini karena pasarnya juga tumbuh,” tandas Mufid.

Wakil Ketua Umum Apkrindo Jatim Steven Johnson Tjan menambahkan, rata-rata, harga menudirestorandankafe tiaptahun naik antara 5-15%. “Untuk kompetitor di Balikpapan, saya kira sekarang cukup banyak. Tapi saya yakin kualitasnya masih kalah dengan yang dari Surabaya,” terangnya. lukman hakim


Popular content