• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Insentif RT/RW dan Posyandu Dinaikkan

BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung berjanji menaikkan besaran insentif bagi pengurus RT, RW, PKK, Posyandu, Linmas, dan guru ngaji setiap tahunnya.

Pada 2013, dari semula Rp100.000 per orang per bulan, insentif dinaikkan menjadi Rp125.000. “Setiap tahunnya pendapatan asli daerah (PAD) meningkat, terbesar berasal dari retribusi dan pajak daerah. Kondusivitas kota yang mendatangkan wisatawan pastilah didukung oleh peran pengurus RT dan RW yang bekerja selama 24 jam,” ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda kemarin.

Dia menjelaskan, pada tahun 2012 diperoleh kenaikan pendapatan cukup signifikan yakni Rp1,56 triliun dan Rp800 miliar merupakan hasil retribusi. “Begitupunguru ngajidanpengurus Posyandu yang menangani usia golden age (usia emas) anakanak, karena itu kita patut beri penghargaan. Kami akan tingkatkan insentif ini secara bertahap tidak sekaligus, hingga nantinya tiap RT mendapat insentif sebesar Rp300.000 perbulan dan RW Rp500.000 per bulan,” papar Ayi.

Menurutnya, insentif akan bertahap naik setiap tahunnya dan bakal ditunjang asuransi kesehatan. “Yang paling kami pertimbangkan, mereka bertugas melayani publik dengan baik. Meski berat, namun mereka telah menjaga kondisi tetap aman dan nyaman,” katanya. Tidak hanya pengurus RT, RW, pengurus Posyandu, dan guru ngaji, pegawai Linmas, PKK, dan PAUD akan menerima insentif.

Peningkatan insentif secara signifikan d i j a n j i k a n Pemkot Bandung pada 2014. “Anggaran yang diperlukan sebesar Rp25-30 miliar. Ini bisa dicantumkan pada APBD murni 2014. Kenaikan insentif ini dilakukan setiap tahun, tapi yang signifikan baru kali ini,” ucapnya. Menurut dia, perhatian pemerintah masih kurang terhadap anggota Linmas. Hingga saat ini upah petugas Linmas hanya bersumber dari iuran warga.

“Para petugas Linmas memang tidak digaji karena bukan pegawai negeri sipil (PNS). Sebagai wujud apresiasi kepada petugas Linmas, maka diberi uang insentif oleh Pemkot Bandung sebesar Rp160.000 per tahunnya,” ujar Ayi. Sementara, Pemkot Bandung baru mampu memberikan uang insentif dan asuransi kesehatan serta santunan warga meninggal melalui layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Menurutnya, keberadaan Linmas di tengah masyarakat sangat berarti. Mereka melakukan pengamanan sekaligus penertiban di lingkungan warga tanpa digaji. Bahkan bila terjadi bencana, anggota Linmas turut berperan aktif membantu masyarakat. Petugas Linmas di tingkat RW siap bekerja nonstop dan tetap bersiaga 24 jam dalam melakukan deteksi dini di lingkungan sekitar.

Bila terjadi gangguan keamanan, Linmas berkoordinasi dengan polisi. Ayi menegaskan kenaikan insentif ini tidak berkorelasi dengan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandung 2014. “Ini komitmen pemkot pada aparat terdepan yang ada di kewilayahan,” ucapnya. gita pratiwi

Popular content