• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Regenerasi Kepsek Lamban

BANTUL- Regenerasi birokrasi di Pemkab Bantul nampaknya tidak berjalan dengan baik. Terbukti masih banyak jabatan yang dipegang oleh seseorang dengan periodisasi cukup lama.

Beberapa sektor bahkan dipegang lebih dari delapan tahun. Padahal idealnya cukup empat tahun. Ketua Forum Peduli Pendidikan, Zahrowi mengungkapkan, regenerasi di Pemkab Bantul memang memprihatinkan. Contohnya di posisi kepala sekolah, banyak yang dipegang oleh satu orang selama lebih dari dua periode atau delapan tahun. Padahal wajarnya hanya sekali periode.

Hal ini membuat system pendidikan di Bantul mandek, dan regenerasi menjadi mandul. “Sekolah di Bantul tidak akan bertambah kualitasnya. Karena regenerasi berjalan di tempat,” tutur Zahrowi, kemarin. Menurut Zahrowi, pergantian Kepala Sekolah di Kabupaten Bantul sangat jarang. Bahkan ada kepala sekolah yang sudah menjabat di sekolah yang sama selama hampir 12 tahun.

Hal ini tentu bertentangan dengan peraturan perundangan yang ada. Ia menduga, lambannya rotasi kepala sekolah di Kabupaten Bantul karena ada muatan politis. Pemkab Bantul merasa kesulitan menempatkan para kepala sekolah di tempat yang baru mengingat adanya beberapa kepentingan yang harus dipertahankan. Muatan politis inilah, lanjut Zahrowi, yang sebenarnya merusak sistem manajemen pemerintahan. “Kalau tidak direformasi, tentu Bantul akan berjalan di tempat,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul, Maman Permana membantah jika lambannya rotasi kepala sekolah ataupun jabatan kepala lainnya karena adanya muatan politis. 11.801 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bantul semuanya dikoreksi berdasarkan assesment yang ia lakukan bersama stafstafnya.

Menurut Maman, evaluasi kinerja PNS di Bantul memang berasal dari assesment atau pantauan dari BKD. Apalagi untuk urusan kenaikan pangkat atau jabatan, dasar utama yang digunakan adalah assesment tersebut, bukan hal lainnya termasuk kepentingan politik atau pesanan bahkan pesanan seseorang. “Tidak ada unsur apapun kecuali kinerja, kami profesional semua berdasarkan penilaian,” tandas Maman.

Meski ada yang sudah lama tidak diganti, namun Maman menandaskan jika banyak pejabat baru yang diganti dengan masa jabatan ideal. Tidak semua pejabat sekarang dipegang oleh orang-orang lama, dan dalam kurun waktu yang lama karena ada yang baru dan ada yang tidak lama memegang sebuah jabatan.

Khusus untuk kepala sekolah, Maman mengakui jika selama ini masih belum dirotasi. Namun mulai tahun ini, ungkap Maman, Bupati Bantul Sri Suryawidati telah memerintahkan kepada BKD untuk melakukan pendataan dan penataan ulang terkait dengan jabatan kepala sekolah tersebut.

Mulai tahun ini, Bupati Bantul membuat kebijakan akan melakukan rotasi kepala sekolah maksimal dua kali periode atau dapat diperpanjang lagi tetapi ditempatkan di sekolah yang berbeda dengan grade sekolah di bawahnya.

“Tahun ini, jika masih kepala sekolah selama dua periode maka ia akan ditempatkan di sekolah yang lebih rendah. Baik kualitas ataupun jumlah muridnya,” tambahnya. ●erfanto linangkung

Popular content