• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

80 Peserta Tak Ikut Tes Kompetensi - Bisa Tes Susulan Jika Miliki Alasan Tepat

Sejumlah peserta lelang jabatan mengikuti tes kompetensi bidang di SMP 1, Jakarta Pusat, kemarin. Tes yang digelar secara online untuk mendapatkan camat dan lurah berkualitas ini memiliki 1.000 jenis soal yang berbeda-beda.

JAKARTA– Tes kompetensi lelang jabatan lurah dan camat di DKI Jakarta tidak diikuti 80 peserta. Mereka bisa mengikuti ujian susulan jika mengisi berita acara dan alasannya dapat diterima panitia pelaksana.

Tes kompetensi bidang digelar Sabtu (27/4) dan kemarin di delapan sekolah di DKI Jakarta. Dalam tes kompetensi bidang ini, peserta ujian dihadapkan dengan soal tentang penguasaan wilayah, pemerintahan, kesehatan lingkungan, sosial, dan lain-lain. Nantinya akan dilihat respons dari peserta terkait bidang-bidang yang ditanyakan tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan, salah satu syarat peserta bisa mengikuti ujian susulan harus membawa bukti otentik, misalnya jika sakit harus disertai dengan surat keterangan sakit dari dokter. ”Sedangkan alasan lainnya akan ada pertimbangan tertentu,” katanya kemarin. Ujian susulan diselenggarakan Minggu (5/5).

Ke-80 peserta tersebut terdiri atas 30 pelamar jabatan camat dan 50 jabatan lurah. Sementara jumlah peserta keseluruhan dalam seleksi jabatan lurah dan camat sebanyak 1.118 orang. Rinciannya, 328 orang untuk camat dan 790 peserta untuk posisi lurah. Dari peserta yang tidak mengikuti seleksi, terdapat empat lurah yang sedang menjabat saat ini.

Keempat tersebut yakni lurah Warakas, Jakarta Utara dengan alasan mengundurkan diri. Tiga peserta lainnya meninggal dunia yakni lurah Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; lurah Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat; dan lurah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Terkait lurah yang mengundurkan diri, dianggap menanggalkan jabatan saat ini sampai dilantik lurah pengganti dari hasil seleksi terbuka.

Setelah mengikuti tes kompetensi, nantinya peserta yang lulus mengikuti tes lanjutan, yakni uji kompetensi manajerial. Tes dilangsungkan selama sebulan, mulai Senin (6/5) hingga Selasa (11/6) di Balai Kota DKI Jakarta dan Mabes Polri. ”Mereka juga akan mengikuti beberapa tes lainnya hingga dilantik pada Jumat (21/6),” terangnya.

Para peserta lelang juga mengikuti hasil uji publik sebelum diputuskan orang yang tepat untuk mengemban jabatan di salah satu lurah ataupun camat. Hasil akhir nantinya ditetap melalui keputusan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Diketahui, pendaftaran lelang jabatan dibuka selama 15 hari yakni mulai 8–22 April. Pendaftaran dibuka selama 24 jam melalui sistem online.

Pendaftaran ditutup 22 April tepat pada pukul 00.00 WIB. Pendaftaran melalui laman www.jakgov.jakarta.go.id ini hanyakhususbagi PNSdilingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pada tahap awal lelang jabatan ini, untuk lurah dan camat yang kosong. Kemudian dilanjutkan untuk seluruh jabatan lurah sebanyak 267 dan camat 44. Saat ini 25 jabatan lurah dan tiga camat kosong.

Salah dasar lelang jabatan ini yakni Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) No 16/2012 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural yang Lowong secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah. BKD DKI Jakarta hanya sebagai penyelenggara dan menerima data calon pendaftar. Sementara untuk tingkat kelulusan para pelamar, itu bergantung pada hasil tes kompetensi mereka di hadapan tim seleksi.

Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda mengungkapkan, dengan adanya seleksi terbuka ini, maka pejabat di tingkat kelurahan bisa lebih dekat dengan masyarakat. Pembangunan juga bisa terdorong lebih cepat. ”Kalau warga dan lurah sudah seiring, apa pun programnya dapat dilangsungkan dengan baik dan cepat,” tuturnya.

Terkait peserta yang tidak hadir, sambung Ida, disinyalir karena mereka menyadari jabatan lurah dan camat itu memiliki tanggung jawab besar. Semua tanggung jawab dan tugas itu harus dibuktikan nantinya dengan program kerja sebagaimana disampaikan pada lelang ini. ”Mungkin mereka sudah beranggapan tugas lurah dan camat ini memang berat,” tandasnya.

Camat Kelapa Gading Jupan Royter mengaku, tes lelang terbuka ini berbeda dengan yang dijalaninya selama ini karena dilakukan secara online. Namun, dia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti karena semua pertanyaan berkaitan dengan bidang kerjanya. Jupan sendiri mengaku tak merasa cemas terhadap hasil tes.

Jika tidak memenuhi syarat, berarti ada yang lebih bagus dari dirinya. Namun, dia yakin memiliki kompetensi berdasarkan apa yang dilakukan selama lima tahun ini. ”Saya berpikir positif saja,” akunya. ●ilham safutra

Popular content