• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

BP2IP Jadi Poltek Pelayaran Pertama di Indonesia

SURABAYA – Predikat Surabaya sebagai Kota Maritim semakin lengkap dengan perubahan nama Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) menjadi Politeknik Pelayaran (Poltekpel).

PoliteknikPelayaran ini menjadi yang pertama di Indonesia. Seiring perubahan tersebut, Poltekpel setara dengan lembaga pendidikan diploma III lainnya. Bahkan, ke depan dikembangkan menjadi diploma IV hingga pascasarjana pelayaran. Ini terobosan pesat setelah sebelumnya setara dengan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Perubahan menjadi Poltekpel berdasar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 14/2013, per Februari 2013. Sebelumnya diawali dengan keluarnya rekomendasi Dirjen Dikti serta persetujuan Kemenpan. Jadi, perubahan nama sudah final dan asas legalitasnya tak ada masalah,” kata Pembantu Direktur I Poltekpel Surabaya Mugen Suprihatin Sartoto, kemarin.

enurut dia, Surabaya sebagai Kota Maritim terbesar kedua nasional setelah Jakarta sudah seharusnya memiliki Poltekpel. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat untuk menempuh pendidikan maritim sangat tinggi. Ini seiring tingginya kebutuhan tenaga pelaut. “Kebutuhan pelaut di negara maju sangat tinggi. Hingga 2015, kekurangan tenaga pelaut mencapai 28 ribu,” sambungnya.

Rendahnya minat warga negara maju untuk menjadi pelaut bisa menjadi peluang pelaut nasional. “Kalau di negara maju tak ada suplai (pelaut), ini kesempatan kita,” tukasnya. Peluang bagi pelaut nasional semakin terbuka lebar setelah terbit Inpres 5/2005.

Payung hukum itu mengamanatkan muatan kapal laut di perairan nasional harus diangkut kapal berbendera Indonesia. “Sejak terbitnya Inpres tersebut, sudah ada pertumbuhan lebih dari 5.000 unit kapal. Tiap kapal membutuhkan 25 hingga 30 awak. Dari jumlah itu, masih ada dispensasi untuk awak asing karena teknologi kapal dan lainnya,” paparnya.

Meski demikian, kata Mugen, WNA yang bekerja di perusahaan pelayaran dalam negeri per Desember 2011, sebatas 360 orang. “WNI yang bekerja di pelayaran banyak. Data terbaru, WNI yang bekerja di pelayaran luar negeri 77.500 orang, dan sesuai data Dirjen Pelra, yang bekerja di pelayaran Indonesia ada 445 ribu orang,” sebutnya.

Indonesia penyuplai pelaut terbesar ketiga dunia setelah India dan Filipina. Direktur Poltekpel Surabaya Capt Rudiana menambahkan, perubahan level BP2IP menjadi Poltekpel diharapkan semakin meningkatkan kontribusi positif dalam mendukung kemajuan teknologi industri maritim.

“Utamanya dalam penyediaan SDM yang qualified sesuai ekspektasi seluruh elemen dalam industri maritim,” kata Rudiana. Seiring perubahan nama menjadi Poltekpel, kini membuka prodi baru yakni elektro pelayaran. soeprayitno

Popular content