• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

MNC Investama Genjot Batu Bara

JAKARTA– PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana meningkatkan produksi batu bara lewat anak usahanya, PT Nuansacipta Coal Investment (NCI) di Kalimantan Timur dan PT Bhakti Coal Resources (BCR) di Sumatera Selatan.

Direktur MNC Investama Darma Putra mengatakan, NCI ditargetkan mampu memproduksi batu bara 3,3 juta hingga 5 juta ton. “Menunggu izin usaha pertambangan (IUP) selesai dulu, kami berharap ini berkontribusi besar untuk pendapatan,” ujar Darma Putra saat public expose BHIT di MNC Tower, Jakarta, Kamis (2/5).

Darma mengatakan, sepanjang 2012, NCI mampu menghasilkan batu bara mencapai 1,1 juta metrik ton. Ke depan, manajemen akan terus melanjutkan kegiatan eksplorasi dan membuat konstruksi pelabuhan baru demi meningkatkan penjualan. Sebaliknya, BCR yang ada di Sumatera Selatan belum bisa beroperasi secara maksimal. Pasalnya, BCR baru mengantongi empat IUP.

Padahal, IUP yang diajukan manajemen delapan perizinan dengan rincian dua IUP untuk tahap produksi dan enam IUP untuk tahap eksplorasi. Selama ini situs BCR di lokasi itu memproduksi batu bara 90.000 metrik ton. “Itu merupakan sumber daya yang sangat besar,” kata Darma. BCR menargetkan produksi batu bara sebanyak 200.000 metrik ton pada akhir 2013.

Program peningkatan kualitas batu bara atau coal upgrading program bersama Korea, India, dan China juga akan dilaksanakan demi memuluskan rencana tersebut. Namun, manajemen enggan mengungkapkan belanja modal secara lebih rinci untuk semua pengembangan usaha, termasuk bisnis batu bara ini. “Kami hanya mengeluarkan biaya untuk eksplorasi dan akuisisi tanah.

Jadi belanja modal (capital expenditure/capex) kami relatif kecil,” katanya lagi. Sementara itu, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan menyetujui pembagian dividen sebanyak 25% dari laba bersih tahun 2012. Tahun lalu perseroan membukukan laba bersih Rp695 miliar atau naik 185% dibanding 2011 sebesar Rp244 miliar. Nilai dividen itu setara dengan Rp5 per saham atau lebih tinggi dibanding tahun laluRp3persaham.

”Nilai dividen kali ini semakin meningkat,” ujar Darma. Pendapatan perseroan tahun 2012 meningkat 27% menjadi Rp9,8 triliun dibanding tahun sebelumnya, Rp7,7 triliun. Kontribusi pendapatan masih didominasi oleh media berbasis konten dan iklan. Pelanggan televisi berbayar dari MNC Sky Vision Tbk (MSKY) ditargetkan dalam delapan tahun ke depan mampu mencapai 7,7 juta.

Dia optimistis peningkatan pelanggan tersebut dapat didorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia yang semakin meningkatkan kebutuhan akan informasi melalui media televisi. Darma memprediksi pelanggan televisi berbayar di Indonesia dalam empat tahun mendatang mampu menyaingi Malaysia.

”Tahun lalu pelanggan kami baru mencapai 2,7 juta orang. Tapi kami masih bisa tumbuh dan bersaing dengan negara tetangga,” ujarnya optimistis. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan juga menyetujui pergantian nama perusahaan menjadi PT MNC Investama dari sebelumnya bernama PT Bhakti Investama Tbk. ●okezone/hafid fuad

Popular content