• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

DPRD : Cairkan Dana Sertifikasi

BANTUL– DPRD Bantul terus mendesak eksekutif agar tidak bertele-tele memenuhi hak pencairan tunjangan sertifikasi yang tak kunjung terealisasi. Keterlambatan pembayaran sertifikasi guru mengundang kecurigaan publik adanya permainan suku bunga bank di kas daerah yang bakal menjadi pendapatan lain yang sah.

“Kami mendesak hak guru menerima tunjangan sertifikasi segera dipenuhi. Karena memang sudah menjadi hak mereka,” ujar Wakil Ketua DPRD Bantul Arif Haryanto beberapa waktu lalu. Pihaknya telah mengundang beberapa dinas terkait menyangkut keterlambatan pencairan tunjangan yang selalu terjadi di Pemkab Bantul. Bahkan, belum lama ini Arif juga mendapatkan banyak keluhan dari kalangan guru yang kecewa atas keterlambatan pencairan tunjangan.

Arif mengaku tidak begitu terkejut keterlambatan diduga ada kesengajaan pihak tertentu untuk bermain-main dengan suku bunga bank untuk tujuan mendongkrak pendapatan lain yang sah masuk kas daerah. Jika memang terjadi hal semacam itu maka nantinya kebijakan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel Arif menyesalkan tidak genapnya penerimaan tunjangan sertifikasi guru yang sudah ditunggu- tunggu banyak guru.

Ironisnya, di tahun 2012 lalu Pemkab Bantul justru mengembalikan sisa anggaran sertifikasi dari pemerintah pusat senilai Rp10,7 miliar. Arif menilai problem tersebut harusnya sudah diketahui sejak di awal tahun. Pasalnya, sampai akhir tahun ada jumlahguru sertifikasiyangpensiun dan tidak ada penambahan guru.

Yang lebih mengecewakan lagi, sampai saat ini eksekutif belum nampak melakukan upaya pengajuan tambahan kekurangan pembayaran tahun 2012 ke pemerintah pusat. “Sesuai petunjuk menteri keuangan kalau ada kekurangan diusulkan di bulan Maret harus sudah masuk untuk menggenapi kekurangan tahun sebelumnya melalui APBN perubahan nanti. Tapi sampai saat ini belum dilakukan,” ungkapnya.

Ketua Forum Peduli Pendidikan Bantul Zahrowi mengaku tidakhanyadidaerah, danasertifikasi memang menjadi beban tersendiri bagi pemerintah karena dana yang dikeluarkan jumlahnya tidak sedikit. Tetapi anehnya, meskipun sudah banyak menguras keuangan pemerintah, ternyata kinerja para pendidik terutama di Kabupaten Bantul belum menghasilkan output peserta didik yang berkualitas.

“Para guru sekarang sibuk mengurusi sertifikasi. Banyak menyita waktu sehingga mereka mengesampingkan tugas utamanya sebagai guru. Sebaiknya sertifikasi itu dihilangkan saja,” tandas Zahrowi. Tidak dipungkiri lagi jika kinerja kependidikan di Kabupaten Bantul sangat buruk.

Contoh sederhana yang terjadi adalah DinasPendidikanDasar(Dikdas) tidak memiliki data konkret tentang murid sekolah dasar peserta ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) yang berkebutuhan khusus. Padahal pelaksanaannya tinggal dua hari lagi. ● erfanto linangkung

Popular content