• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jalan Amblas, Jalur Aek Latong Lumpuh

TAPANULI SELATAN – Arus lalu lintas jalur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)- Kota Medan dan kota lainnya di Sumatera lumpuh total karena Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, amblas hingga kedalaman 50 meter.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO MEDAN kemarin, lebar badan Jalinsum Aek Latong yang amblastinggal setengah meter dari sebelumnya sekitar 20 meter. Ratusan warga dan kendaraan terpaksa harus berhenti karena tidak bisa melintas. Banyak ken daraan yang harus mengambil jalur lain se - hingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan mereka.

Sejumlah warga yang se - dang dalam perjalanan me nuju Sipirok dan Ko ta Pa dang si - dim puan p u n t e r - pak sa berjalan kaki melewati badan jalan yang amblas. Se lain itu, banyak yang menunggu dijemput oleh ke - luarganya dari Kota Sipirok dan Kota Pa dang - sidimpuan karena kendaraan mereka terjebak macet dan tidak bisa melewati badan jalan yang amblas.

Dari seluruh kendaraan yang tidak bisa me lan jutkan perjalanannya, terlihat sebuah ambulans yang membawa mayat. Sopir yang mengemudikan am bu lans dari Provinsi Jambi menuju Kota Tarutung ter sebut terpaksa menunggu perbaikan jalan. Saat di temui, sopir bernama Arifin Siregar itu mengaku su dah berjam-jam menunggu. ”Tapi saya tetap tidak bisa lewat. Saya khawatir jika kondisinya masih seperti ini, maka mayat tersebut akan membusuk,” ungkap Arifin ke padaKORANSINDO MEDAN, ketika ditemuidi lo kasi.

Amblasnya Jalinsum Aek Latong turut berdampak terhadap pendistribusian sayur mayur dan buahbuahan ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) karena truk pengangkut ikut terjebak dalam antrean. Para sopir khawatir apabila mereka tidak bisa melintas dari jalan itu, hasil pertanian itu akan busuk dan tidak bisa dijual. Karena tidak ada pilihan lain, mereka tetap menunggu perbaikan jalan.

 Jika mereka memutar dari ja - lur lain, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama dan akan menambah biaya transportasi. “Sudah lima jam kami me - nunggu di sini, tapi sampai sekarang belum juga bisa lewat. Saya khawatir, buah-buahan yang kami bawa akan busuk apa - bila kami tidak bisa melintas dari Aek Latong ini,” tutur Sahrul. Para pengendara berharap pe merintah segera memperbaiki jalan tersebut sehingga me re - ka bisa melintas dan membawa barang yang mereka angkut.

Meskipun sebelumnya kondisi jalan ini sudah sering dike luh - kan, pemerintah hingga kini belum turun tangan, termasuk dari pemerintah daerah s e tem - pat. Padahal, setiap hari, ratusan kendaraan sudah terlihat meng - antre karena kesulitan melewati jalur ini. Belum lagi jika terjadi longsor, di saat musim hujan. Sementara Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu meng at a - kan, selain faktor alam, am blas - nya jalinsum disebabkan ba - nyak nya truk bertonase berat yang melewati jalan tersebut.

Dia sendiri menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Su matera Utara (Sumut) yang dinilai lamban menangani Ja lin - sum Aek Latong yang amblas. “Se benarnya, saya sudah meminta pemerintah tingkat I melalui Dinas Balai Jalan dan Jembatan untuk segera me nu - runkan alat berat ke lokasi, tapi sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Jalinsum-Riau Amblas, Truk Terguling

Tak hanya di Jalinsum Aek Latong, Jalinsum menuju Pro - vinsi Riau, tepatnya di Desa Bunut, Kecamatan Sosa, Ka bu - pa ten Padanglawas (Palas) juga amblas hingga sedalam 2 meter dan lebarnya hampir separuh badan jalan. Bahkan, kondisi ini ditemukan di tiga titik dan sudah lima bulan terjadi. Na - mun, Pemprov Sumut belum juga turun tangan.

Kondisi jalan yang amblas membuat sebuah truk Colt Die - sel BB 9212 FA yang bermuatan ban terperosok ke marin. Aki - bat nya, lalu lintas ma cet dan ter - jadi antrean panjang karena badan jalan yang amblas nyaris se paruh lebarnya. Kon disi di - per parah curah hujan yang ting - gi dalam sepekan ini. Selain menjadi penghubung ke Riau, jalan ini juga menjadi jalur menuju tiga kecamatan di antaranya Sosa, Hutaraja Tinggi, dan Kecamatan Lubuk Sutam.

Sejak jalan amblas, kece - lakaan lalu lintas sering terjadi. Pengendara harus ekstra hatihati saat melintas karena badan jalan yang sempit. Ditambah lagi, ada tumpukan tanah liat dan aliran air drainase yang me - luap sampai ke ruas jalan. Pengemudi truk yang ter pe - rosok ke badan jalan yang am - blas, Nauli Sihombing,58, mengaku sangat terkejut ketika mengetahui truk yang dikemudi kannya terperosok dan ter - balik.

Meskipun dia hampir se - tiap minggu melintasi jalan itu un tuk membawa barang-barang kiriman berupa ban baru ke Ujung Batu Sosa, dia tidak me - nyadari jka kondisi jalan se ma - kin parah. “Saya tidak tahu kalau jalan tersebut semakin parah keadaannya,“ ucap Nauli. Warga Desa Bunut, Kemkem Hasibuan, menuturkan, se be - lum nya m emang jalan sudah per nah amblas karena goronggorong rusak.

Namun, Dinas Bina Marga Pemprov Sumut ha - nya melakukan penimbunan. Aki batnya, bukannya mengatasi ma salah, air dari drainase me - luap sampai ke jalan dan meng - akibatkan kondisi jalan semakin parah terkena kikisan air. “Korban kecelakaan sudah banyak. Paling sering di malam hari karena pengendara tidak bisa melihat bagian jalan yang dilaluinya sudah amblas.

Selain itu, jalan juga licin karena ge - nangan air sehingga pengendara sering terperosok,“ kata Kemkem Hasibuan. Sekretaris Daerah Ka bu - paten (Sekdakab) Sumut Nurdin Lubis menuturkan, pihaknya akan segera meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga Sumut untuk memeriksa dan me nin - dak lanjuti jalan yang amblas.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga Sumut Effendi Po - han menuturkan, jalinsum yang putus di jalur Tarutung-Sipirok ada empat titik. Saat ini, per baik - an sedang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I selaku pihak yang ber - wenang d an untuk sementara tidak bisa dilewati kendaraan. Pihaknya akan terus ber koor di - nasi dengan BPJN I untuk pe - nanggulangan jalan secepatnya.

Sementara pengamat trans - portasi di Sumut Filiyanti Ba - ngun mengatakan, masalah Aek Latong itu sebenarnya sudah ber ulang kali terjadi. Se ha rus - nya, Pemprov Sumut dapat me - la kukan analisa karena “musuh” aspal itu jelas adalah air. Kalau ada air di kawasan jalan, ini membuat lapisan aspal yang terdiri dari pasir dan kerikil akan bergeser.

“Air akan melemahkan dan mengurangi daya dukung aspal terhadap jalan itu. Makanya kalau kawasan itu rentan ter ha - dap air, aspal yang dibuat harus ada campuran material adik tifnya sehingga dia bisa kedap air, bu kan semakin mempertebal aspal karena itu bukan solusi,” ujarnya. Dia menjelaskan, aspal ter - diri dari beberapa lapisan. Per - tama adalah lapisan subgrade yak ni, lapisan dasar yang me ru - pakan tanah dasar. Jaraknya harus 30 sentimeter dari per - mukaan a ir tanah.

Setelah itu la - pisan subbase yang tebalnya harus 20 meter dan terbuat dari batu pecah berdiameter 1,5 inchi. Kemudian lapisan base, yang tebalnya harus 15 cm dan terdiri dari aspal beton di cam - pur dengan semen dan material adiktif. Material adiktif inilah yang harus dipilih untuk di se - suai kan dengan kondisi la pang - an atau kondisi alam.

“Kalau kondisinya rentan dengan air karena di lokasi itu ada sungai, maka material adiktifnya harus yang lebih tahan air. Atau bisa juga dibangun perancah atau penyanggah dari jalan tersebut, seperti kalau kita mau membangun jembatan di laut di dalam air. Jadi betonnya itu terdiri dari perancah pendukung yang harus kedap air,” paparnya. zia ul haq nasution, palapa harahap, eko agusyo fb, lia anggia nasution

Popular content