• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Supomo Terancam Didepak dari Golkar

MAKASSAR – Supomo Guntur boleh saja mengantongi rekomendasi Partai Golkar sebagai calon wali kota Makassar. Namun, Supomo kini harus menghadapi masalah baru, yakni posisinya di struktur partai terancam.

Akibat pembangkangannya terhadap Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Supomo terancam didepak dari partai. Sikap perlawanan yang ditunjukkan ke DPD I dengan mengabaikan masukan-masukan yang disampaikan Syahrul membuat posisi Supomo sebagai ketua DPD II terancam diganti di tengah jalan.

Dikabarkan, Syahrul mulai kecewa terhadap mantan sekretaris kota (sekkot) Makassar itu, baik sebelum ada rekomendasi DPP, maupun pascadukungan ditandatangani untuk Supomo Guntur-Kadir Halid ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie, dan Sekretaris Jenderal DPP Idrus Marham. “Supomo itu berulang kali menolak menemui Syahrul, dan lebih memilih memboyong beberapa pimpinan kecamatan bertemu dengan Nurdin Halid,” ujar sumber KORAN SINDOdi Partai Golkar, kemarin.

Langkah Supomo itu, disebut- sebut membuat Syahrul dalam kapasitasnya sebagai ketua DPD I merasa tidak dipandang lagi, termasuk masukannya kepada Supomo yang bertujuan untuk menjaga soliditas partai. Sehingga, Syahrul yang tak lain gubernur Sulsel, memungkinkan mengganti Supomo karena dianggap membangkang dan menyalahi etika dalam berorganisasi dengan melangkahi DPD I dalam penentuan calon wakil wali kota. “Itu bisa dilakukan Pak Syahrul. Mungkin nanti akan menempatkan kader yang loyal sebagai pelaksana ketua (DPD II). Kalau itu terjadi, maka mesin Golkar tidak bisa maksimal di belakang Supomo-Kadir di pilkada nanti,” ujar sumber tersebut.

Tandatangan Aburizal Dipertanyakan

Selain posisi Supomo yang terancam, rekomendasi DPP masih dipertanyakan, terutama tandatangan Ketua Umum DPP Aburizal Bakrie. Dipertanyakan apakah benar itu asli atau dipalsukan dari oknum tertentu di kepengurusan DPP. Pasalnya, rekomendasi dukungan, tertanggal 5 Mei 2013, masih dibantah Ical, sapaan akrab Aburizal, saat Syahrul berbincang dengan mantan Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat itu, pada Sabtu (4/5) malam di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel.

Saat itu, Ical mengaku, belum menandatangani rekomendasi calon wali kota untuk pilkada Makassar karena tetap menunggu masukan, atau saran dari Syahrul dan DPD I. Jika itu terjadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama, tandatangan Ical dipalsukan, atau discan, serta Ical sendiri berusaha berkilah melalui komunikasi via telepon.

Sementara itu, calon wakil wali kota Makassar Kadir Halid tetap percaya diri akan mendapat dukungan ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Menurut Kadir, Syahrul belum menyatakan mendukung karena surat penetapan dari DPP belum sampai ke tangannya. Surat tersebut dibawa Kadir yang rencananya disampaikan kemarin ke DPD I. “Saya tidak pernah mendengar langsung Pak Syahrul mengatakan tidak mendukung saya.

Saya tetap yakin beliau tetap mendukung calon yang direkomendasikan Golkar. Mungkin karena belum melihat surat dari DPP saja,” katanya saat menggelar jumpa pers di DPRD Sulsel kemarin. Kadir mengatakan, wacana bahwa dia tidak didukung Syahrul adalah bagian dari strategi politik saingannya untuk menjatuhkan dirinya. Dalam jumpa persnya kemarin, Kadir juga menunjukkan surat penetapan pasangan Supomo-Kadir (SUKA) yang diterbitkan DPP Golkar.

Surat bernomor: R-502/GOLKAR/V/ 2013 tertanggal 4 Mei 2013 itu diklaim ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Idrus Marham. SK itu diterbitkan setelah digelarnya rapat pleno penetapan tanggal 2 mei 2013 di DPP Golkar. Pihak DPD I Golkar Sulsel yang hadir yakni Sekertaris DPD I Pangerang Rahim dan Wakil Ketua DPD I Arfandy Idris. ●arif saleh/jumardin akas

Popular content