• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    33 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    27 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Yogyakarta

    Diperkirakan Badai Petir
    30 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Surabaya

    Diperkirakan Badai Petir
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    32 °C

  • Diperkirakan Badai Petir

    Padang

    Diperkirakan Badai Petir
    31 °C

Berebut Suara Petani, Janjikan Kesejahteraan

BANDUNG BARAT – Mayoritas warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berprofesi sebagai petani dan pedagang menjadi suara potensial yang diperebutkan oleh setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Masing-masing calon pun menjanjikan program yang berpihak dan memperhatikan kaum petani, baik dari aspek permodalan, pelatihan, hingga pembukaan pangsa pasar, manakala terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. Calon bupati nomor lima Abubakar-Yayat T Soemitra (Berbuat) yang berkampanye di Pasir Langu, Cisarua, kemarin berjanji akan mengangkat derajat dan kesejahteraan petani.

Hal itu dilakukan dengan menetapkan pos anggaran yang diperuntukan bagi pengembangan sektor pertanian, khususnya sayuran dan buah-buahan di wilayah Cisarua. Dengan udara yang sejuk karena masuk ke dalam Kawasan Bandung Utara (KBU), maka potensi bertani sayuran dan buah-buahan sangat tinggi. “Di sini tanahnya gembur dan subur. Ini cocok untuk tanaman jenis sayuran, agro, dan holtikultura. Karena itu, fasilitas kemudahan bagi petani akan kami penuhi supaya petani bisa sejahtera,” ungkap Abubakar.

Pasangan nomor urut empat Erni Rusyani Ernawan-Samsul Ma’arif mengklaim mendapatkan dukungan dari petani sayuran. Pihaknya juga akan memperhatikan nasib kaum petani. Saat ini petani banyak yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Ini karena mereka banyak yang terjebak kepada tengkulak atau bandar besar yang membeli hasil panennya dengan harga murah, tapi menjual ke pasar induk jauh lebih mahal.


Itulah mengapa yang mendapatkan keuntungan besar adalah bandar dan para tengkulak. “Kami akan memutus jalur distribusi dari tengkulak dan bandar. Kalau bisa petani harus menjual langsung, sehingga keuntungan yang didapat menjadi maksimal,” kata Erni yang mengusulkan pembangunan pasar induk sayuran di KBB.

Sedangkan calon bupati nomor urut dua Aep Nurdin menjanjikan pembuatan akta kelahiran tidak harus melalui pengadilan bagi bayi di atas satu tahun. “Tidak seperti sekarang yang harus kepengadilan dan minimal berbiaya Rp300.000 - Rp400.000 per akt,” ungjkap Aep. adi haryanto

Popular content